Ternyata Jupe Sering Begituan Dan Seperti Ini Penjelasan Dari Dr. Boyke Soal Kanker Serviks!!!

Julia Perez termasuk artis yang menjaga penampilan dengan melakukan perawatan sedot lemak. Namun, setelah mengalami sakit kanker serviks stadium 4, dia menyesal telah melakukan sedot lemak. Itu tak lain lantaran berat badannya terus turun.

Melalui akun Instagram juliaperrezz, pelantun Belah Duren ini memperlihatkan foto tubuhnya yang terus menyusut. Foto itu diambil di tempat tidur. Hanya saja Jupe posisinya duduk dan memperlihatkan bagian belakang tubuhnya.
“mamita Kurus krempeng 45 kilo …guys lagi di foto neh mau di pajang biar paham kalo kurus kerempes ngak cihuy.. bagusan montok .. ngak mau lagi sedot2 lemak.. nyesel…,” kata Jupe.

“dan apalagi kanker servik stadium 4 kaki kiri membekkak karena kanker yg meradang di sekitar slankangan.. sekarang lagi berjuang untuk kempes biar kita kembali bersama keluarga..dear all profesor yg paham akan kanker servik knp kanker kaki saya ngak bisa kempes2…,” tambah dia.

Namun, di tengah kondisi itu, Jupe berusaha semangat, optimistis dan berjuang melawan penyakitnya itu. Pada foto itu, pedangdut Indonesia ini juga menjelaskan ada selang yang berada di bawah punggung kirinya atau disebut epidural.

“ini perjuangan ku perjuangan mu mana? Oh kalo ada yg nanya itu selang apa di di bawah pungung kiri saya itu epidural… jadi setiap satu jam.. saya dapet suntikan anti nyeri… secara otomatis..obat2 nya menyeseuai kan…dan kalo ada serangan.. baru dokter2 dateng kasih.. suntikan extra untuk menghilangkan rasa sakit yg luar biasa… jadi manusia selang sementara..,” beber dia.

Jupe pun mengakui jika saat di foto, dirinya yang terlihat cerita dengan senyuman mengembang ini nyatanya tidak dalam keadaan sehat. Justru tengah mengalami sakit, terusama bagian kakinya.

“oh ya di foto ini lagi kesakitan… karena biasa kaki aku lagi kumat.. tapi tetep focus foto.. yg keren koko rio.. hempas kan rasa sakit ini dengan kebahagiaan.. ayo foto cekrek cekrekk… bagus kan… aduh susah mandi.. tetep mandi.. hrs paksa.. diri ini ke level yg extra kuat.. focuskan diri ini untuk kemenangan..bravo yuli,” papar Jupe.


Pengertian Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Human Papillomavirus sebagai Penyebab Utama Kanker Serviks

ampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.
Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks. Banyak wanita tidak menyadari telah terinfeksi, karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.

Kondom bisa melindungi Anda dari HPV saat berhubungan seks, tapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker sudah tersedia. Vaksinasi HPV yang saat ini ada adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yaitu 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58.


Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks

Kebanyakan wanita tidak dapat mengetahui tanda-tanda atau gejala prakanker atau stadium awal kanker serviks. Gejala kanker serviks stadium awal biasanya tidak muncul sampai sel kanker telah melakukan invasi ke dalam jaringan lebih dalam dan menyebar ke jaringan atau organ sekitarnya.

Ketika salah satu dari gejala-gejala berikut muncul, maka segeralah bertindak aktif untuk memeriksakannya ke dokter. Berikut kami rangkumkan ciri-ciri dan gejala kanker serviks yang perlu Anda waspadai:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi. 
  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya. 
  3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. 
  4. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. 
  5. Nyeri selama berhubungan seksual. 
  6. Nyeri di sekitar pinggul Perdarahan pasca menopause. Artinya menopause sudah terjadi namun tiba-tiba muncul lagi pendarahan. 
  7. Keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk. 
  8. Kehilangan nafsu makan Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. 
  9. Kelelahan. 
  10. Mudah sekali merasa lelah atau lemah. 
  11. Sakit punggung. 
  12. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki. 
  13. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. 
  14. Mudah mengalami patah tulang. 
  15. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

0 komentar:

Posting Komentar


Top