Skip to content


Perihal Penyakit Jantung

Menurut WHO, penyakit jantung bertanggung jawab atas 16,655,000 kematian atau 29.2

seluruh kematian di dunia.

Dalam hal jantung, 43% disebabkan penyakit koroner (ischemic heart disease); stroke (cerebrovascular disease) 33%; tekanan darah tinggi (hypertensive heart disease) 6%; dan akhirnya radang serta rematik masing-masing 2%.

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…” (QS 017:082).

Shalat.

Berdiri – ruku’ – berdiri dan sujud – duduk – sujud, masing-masing ± 85 kali sehari adalah latihan bagi jantung yaitu pengempisan dan pengembangan. Bila dilakukan dengan benar, latihan itu memakmurkan miokardium, otot jantung dengan makanan dan Oksigen. Pembaruan sel segera terjadi dan otot menjadi kuat.

Ia membutuhkannya karena harus berdenyut ± tujuhpuluh – 80 kali setiap menit atau lebih dari sejuta kali dalam 24 jam.

Puasa

Sebulan dalam setahun kita mengerjakan puasa wajib.

Selama itu tentu gula berkurang dan energi diperoleh dari pembakaran glikogen yang tersimpan di hati. Energi pasti masih kurang bila puasa dilakukan dengan benar. Ia dicukupi dengan membakar lemak yang menumpuk di berbagai bagian tubuh antara lain pembuluh koroner yang mendarahi jantung.

Lemak dan kolesterol yang menyumbat pembuluh darah diseantero tubuh juga berkurang hingga memperlancar perdarahan.

Tidak minum membuat tubuh mengalami dehidrasi (kurang cairan) ringan. Pekerjaan jantung, memompa darah keseluruh tubuh menjadi enteng. Hipertensi, tekanan darah tinggi akan berkurang seperti sakit kepala yang diakibatkannya. Pembatasan minum selalu digunakan dalam pengobatan jantung.

Makanan yang tayib

Nyaris semua penyebab kematian penyakit jantung berhubungan dengan makanan seperti koroner, stroke dan tekanan darah tinggi.

Namun, tubuh hanya menggunakan seperlunya dan kelebihannya disimpan untuk digunakan dalam keadaan darurat. Ia disimpan dalam bentuk glikogen di hati atau lemak di semua bagian tubuh seperti perut pada laki-laki dan pinggul, wanita.

Bila ia menumpuk di arteri koroner atau arteri otak bencana mengancam. Secara bertahap daerah yang kekurangan perdarahan akan menderita iskemia (kekurangan darah) dan akhirnya nekrosis (mati). Betapapun kecilnya, iskemia dan nekrosis akan mengganggu perlistrikan yang dirasakan sebagai nyeri dada.

Iskemi akibat sumbatan arteri koroner menyebabkan penyakit koroner dan arteri otak, stroke.

Maka betullah firmanNya.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS 042:030).

Posted in Ramahan, Renungan.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.