Skip to content


Islam: Pencegahan Penyakit Infeksi

World Health Organization, 2002 memperkirakan lebih dari seperempat atau tepatnya 26,2% kematian di dunia disebabkan oleh penyakit infeksi. Mereka menyerang dari berbagai liang tubuh ataupun luka kecil. Dari hidung dikenal penyakit infeksi saluran napas dan Tuberkulosa (TBC) ataupun virus flu burung yang sekarang sedang menyerang; mulut, mencret dan amubiasis; vagina dan anus, Human Immunodeficiency Virus (HIV), Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)  dan penyakit kelamin lainnya; langsung ke darah dari kulit, Malaria ,Hepatitis B, Hepatitis C dan lain-lainnya.

Subhanallah.

Walaupun baru dikenal kedokteran di akhir abad 19, segala cara pemberantasannya sudah tertulis dalam Al Quran satu setengah millennium yang lalu. Dan kebersihan yang menjadi andalan pencegahan infeksi dibalasNya dengan surga.   … Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. (QS 009: 108) Dan pakaianmu bersihkanlah (QS 074: 004)

Kuman

Adanya kuman sudah di firmankanNya sebagai hal yang belum diketahui. FirmanNya: “ …  dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahui” (QS 016: 008)

Pengamanan diri sendiri

Walaupun demikian pencegahan diri sendiri atas infeksi sudah diperintahkanNya antara lain secara berkala mememotong kumis, mengerat kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, cebok dengan air, mandi dan menyikat gigi, . “Kami diberi waktu dalam memotong kumis, mengerat kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (Annas ra)[i] Maka setelah beliau selesai membuang hajatnya, kami berikan tempat air itu kepada beliau untuk bersuci dengannya. (dari Annas ra) [ii]“Hak dan kewajiban atas tiap muslim adalah mandi dan memakai wewangian serta menggosok gigi pada hari Jumat” (HR Ahmad).[iii]

Pemuncak pengamanan diri sendiri adalah shalat. Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai dihadapan pintu rumah salah seorang diantara kamu dan dia mandi didalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?” Para sahabat menjawab, “Sudah pasti tidak terdapat sedikitpun kotoran pada badannya.” Lalu beliau bersabda, “ Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah menghapuskan segala kesalahan mereka.” (Abu Hurairah ra)  [iv]

Pengamanan pada masyarakat

Penularan yang baru diketahui oleh Pasteur di akhir abad 19 sudah disabdakan oleh Rasulullah saw. Hadisnya: ”… Disaat itu, beliau disanggah seorang Badui yang berkata ,” Bagaimana pendapat Anda tentang unta-unta di padang pasir yang sakit cacar karena kedatangan seekor unta yang sakit cacar?”  Jawab Nabi saw., “Maka siapakah yang menularkannya kepada yang pertama?”.[v]

Selain untuk diri sendiri, pengamanan bagi masyarakat dilakukan dengan menghentikan penularan. Simaklah beberapa hadis ini. Nabi saw., melarang meniup-niup makanan dan minuman (Ibnu Abbas)[vi] Tutupilah wadah dan tempat minum kalian, karena dalam satu tahun terdapat satu malam yang merupakan saat turun dan meyebarnya wabah penyakit. Jika terdapat satu wadah atau tempat minum yang tidak ditutupi, niscaya sebagian dari wabah itu masuk kedalamnya, (Ahmad dan Muslim)[vii] “Janganlah sekali-kali seseorang dari kamu kencing di dalam air yang berhenti, tidak mengalir, lalu ia mandi didalamnya.” (Abu Hurairah ra). Apabila anjing menjilat air yang berada dalam bejana salah seorang diantara kamu, hendaklah air tersebut dituangkan (dibuang), kemudian basuhlah bejana itu sebanyak tujuh kali. (Abu Hurairah ra)[viii]

Dan akhirnya pencegahan infeksi dicontohkan sendiri oleh orang nomor satu yang pernah berjalan di dunia, Muhammad, Rasulullah saw. “Sesungguhnya Nabi saw pernah melihat air liur, ingus atau dahak di dinding kiblat, lalu beliau menyapunya atau menghilangkannya.” (Aisyah ra)[ix]

Mengenai HIV dan AID simaklah dua ayat ini. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. (QS 017:032). Sesumgguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melewati batas. (QS 007: 081)


[i] Majelis Tertinggi Urusan Keislaman Mesir: Sunnah-sunnah pilihan. Seluk beluk Penyakit Ketabiban dan Pakaian, Angkasa, Bandung,. hal 143

[ii] Dalam M. Nashiruddin Al-Albani: (terjemahan As’ad Yasin dan Elly Latifa): Ringkasan shahih Bukhari, Gema Insani, Jakarta, 2003, hal 82

[iii] Encang Saefuddin: 700 Hadits Akhlak jilid 1 cetakan ke 2. Quarryindo, 2110, Bandung, hal 41

[iv] KH Ahmad Mudjab Mahalli: Hadis-hadis Muttafaq ‘Alaih, Kencana, Jakarta, 2003, hal 334

[v] Majelis Tertinggi Urusan Keislaman Mesir: Sunnah-sunnah pilihan. Seluk beluk Penyakit Ketabiban dan Pakaian, Angkasa, Bandung,. hal 102

[vi] Sayid Ahmad Al-Hasyimi: Syarah Mukhtaarul Ahaadiits. Cetakan ke 4, Sinar Baru, Bandung, 2001 hal 925

[vii] Al-Hasyimi hal 609

[viii] Mahalli hal 187

[ix] Mahalli: hal 292

Posted in Ramahan, Renungan.


2 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Dyah Sulistyowati says

    Subhanallah, ternyata menjaga kesehatan dan hal2 yg berkaitan tlah diajarkan oleh Islam,, Trims Dok,,

  2. Khoirul says

    Trima kasih Pak dokter telah mengingatkan saya agar lebih membersihkan diri.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.