Skip to content


Takwa: Memperolehnya

Obat ini hanya bisa ditebus dalam satu ujian yang diadakan oleh Allah swt untuk manusia, ciptaanNya yang sudah dilengkapiNya dengan sempurna sebagaimana firmanNya: “…Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan…” QS 017:70. Kelebihan itu antara lain dinyatakanNya dalam syrat as-Sajdah: 009 yaitu: “Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan)- Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur .”

Ujian ini sendiri bersifat khusus karena pesertanya terbatas pada orang-orang yang beriman; waktunya selama bulan Ramadhan; bahan ujiannya mengendalikan nafsu; fasilitasnya akal, penilaianNya real time oleh Allah swt., serta lengkap dengan dispensasi berupa penggantian dihari lain atau fidyah (makan untuk orang miskin).

Di kelas pemula, ia dimulai dengan mengendalikan nafsu makan melalui efektivitas dan efisiensi makanan. Di kelas akhir peserta harus mampu memilah hitam putih antara dua nafsu yang tercela dengan yang terpuji.

Nafsu tercela adalah nafsu ammarah, yang selalu menyuruh pada kejahatan, sebagaimana firmanNya: “ Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Yusuf: 053; dan nafsu lawammah,yang selalu menyesali diri, firmanNya “dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri) (Al Qiyamah: 002).  Nafsu yang terpuji adalah nafsu mutmainnah yang tenang sebagaimana firmanNya: “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (Al Fajr: 027-028).

Berikut Rahasia segumpal darah

Posted in Ramahan, Renungan.

Tagged with .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.