“Een.”
“Een.” lebih keras
“Een.” lebih keras lagi
“Berantem lagi Ma?” tanya Pak Dudung ke pada istrinya.
“Een, cepat dong. Nanti nasi gorengnya dingin,” senyum Ibu Dudung melihat Een, putri tunggal mereka datang menghampiri meja makan. Kenapa menangis, pikirnya. Ah mungkin bertengkar lagi dengan Aan pacarnya.
“Duduk Nduk,” kata Pak Dudung. “Telur ceploknya belum Papa ambil kok.”
Een duduk menunduk. Ia melihat sendu ke Papa dan Mamanya. Serbet diramasnya. Terbayang oleh Een kejadian di kamar mandi ketika ia berhenti bernyanyi. Keningnya mengernyit, bibirnya merapat. Ada apa ini? pikirnya. Ia menggelengkan kepalanya yang masih berbusa sampo. Pelan tangannya kembali meraba payudara kanan. Selama ia melakukan sararidi baru sekarang teraba benjolan. Tumorkah? pikirnya. Sekarang ia meluruskan tiga jarinya dan meraba memutar dari tengah. Betul. Ada benjolan yang padat. Ia tekan dan matanya menengadah merasakan. Tidak sakit, pikirnya. Ia pegang kembali dan benjolan itu bergerak kearah puting. Kanker? pikirnya. Seperti Nenek. Air matanya tergenang. Bukan, pikirnya. Bukankah tidak sakit. Terbayang olehnya Nenek yang sering mengeluh kesakitan. Kata Mama, Eyang menderita kanker payudara tapi tidak mau ke dokter. Ia tidak mau seperti Eyang, pikirnya. ia harus ke dokter.
“Ma Een nggak mau seperti Eyang.”
Bapak dan Bu Dudung berpandang-pandangan heran.
“Pa, Een mau ke dokter.”
Pak Dudung meletakkan gelasnya. Ia menatap Een. “Tapi kenapa?”
Een tersenyum sekilas. “Ah iseng saja,” katanya. Ia ketawa. Bohong sebentar, pikirnya. Cek informasi dululah. Rita, teman akrabnya pasti tahu banyak mengenai tumior ini. Lega, ia minum seteguk.
“Nggak makan Ndul?” tanya Pak Dudung.
“Ada semesteran Pa,” Een berdiri, “Pamit Pa, Ma.”
Bunyi sepeda motor terdengar. Tidak sepeti biasa. Menderu langsung menghilang.
Pak dan Bu Dudung berpandang-pandangan.




seseorang yg memiliki riwayat kanker apakah dengan mudah memiliki kanker….bagaimana dgn yg tidak memiliki riwayat kanker?
Mbak Ajeng makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Setiap organ tubuh dapat terserang kanker dan masing2 mempunyai kekhususan dalam riwayat keluarga misalnya riwayat keluarga yang beresiko kanker payudara diturunkan dari pihak ibu. Riwayat ini hanya peluang Mbak. Jadi yang tidak mempunyaipun dapat terserang kanker
ditunggu kelanjutan kisahnya pak..
Siap Mbak