Skip to content


Rasionalisasi Pengobatan Tanpa Kontak

gb 1. batu di ginjal

Seorang kerabat berobat ke pengobat dengan kencing batu. Batunya disedot keluar dengan mengisap pusernya. Batu yang keluar jelas adanya. Masih terasa sakit pinggang ia datang ke Jakarta. Segera penulis membuat foto (gb 1) dan batunya masih ada. Penulis membawanya ke dokter bedah urologi dan operasi dilakukan.

Pengobatan tanpa kontak fisik dilakukan berdasarkan magis, penyaluran bioenergi, magnit, dan berbagai zat antara. Prosedur pengobatannya antara lain: mantra, zikir, doa, meditasi, hipnotisme, pengambilan penyakit, memindahkan penyakit dan memperkuat tenaga dalam.

gb 2. memecehkan dan mengangkat batu (dengan izin Dr Rohani SpU yang melakukan operasi)

Tanpa sentuhan maka indikasi pengobatan tanpa kontak adalah semua penyakit tanpa indikasi kontra.

Kebebasan itu membuat sebaiknya pengobatan tanpa kontak dilakukan sebagai komplemen atau saling melengkapi dengan dokter. Bila tidak demikian akan timbul resiko keterlambatan pengobatan.

Mantra, zikir, doa dan meditasi boleh dilakukan pada setiap penyakit. Di stadium akhir penyakit yang mengancam nyawa cara ini malah dianjurkan untuk menenangkan jiwa. Di stadium dini menyerahkan diri hanya kepada cara ini akan membahayakan karena memperlambat pengobatan.

Mary Baker Eddy (1821-1910), pemerhati agama Kristen dalam cara terapi ini menulis: “If the sick recover because they pray or are prayed for audibly, only petitioners should get well. (Bila orang sakit sembuh karena sembahyang maka hanya mereka yang bersembahyang dapat sembuh

Dalai Lama, pemimpin Agama Budha di Tibet, mengatakan: “Change only takes place through action, not through meditation and prayer.” (Perubahan hanya akan terjadi melalui usaha dan tidak melalui meditasi atau berdoa.)  http://skepdic.com/prana.html

Al Quran menyatakan bahwa usaha itu merupakan prasyarat untuk sembuh. Tertulis dalam Al Quran, “Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” (QS 038: 042). ”… Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu..”.(QS:019:025-026)

Bila pengobat menentukan adanya batu dengan riwayat kencing batu maka dokter adalah membuat foto ronsen hingga batunya kelihatan. Bila pengobat menghisap batu, dokter melakukannya langsung dengan alat pemecah batu dan mengeluarkannya. Pada gambar 2 terlihat alat pemecah batu yang dimasukkan langsung kedalam ginjal. Bila pengobat dengan ilmunya yakin batu sudah keluar semua maka dokter membuat foto ulangan untuk melihat hasil pekerjaannya. Namun yang pasti proses pengangkatan batu oleh pengobat tidak dapat dilihat sedangkan oleh dokter terlihat dengan jelas.

Posted in Alternatif.

Tagged with , , , , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.