Skip to content


KHITAN

Khitan sudah menjadi suatu operasi atau tindakan bedah yang biasa hingga dapat dilakukan oleh segala  pihak baik dukun, mantri ataupun ahli bedah; di berbagai tempat sejak rumah, Puskesmas ataupun rumah sakit; dan perorangan ataupun massal.

Sesungguhnya demi keselamatan pasien, operasi mempunyai beberapa ketentuan yang wajib diketahui. Hal-hal itu adalah alasan untuk mengerjakannya atau indikasi; alasan untuk tidak mengerjakannya atau indikasi kontra,  waktu yang tepat untuk melakukannya dan persyaratan tertentu yang berbeda pada setiap jenis operasi.

Katakanlah khitan.

Alasan untuk mengerjakannya atau indikasi khitan adalah perintah agama dan juga pencegahan kanker penis (batang kemaluan). Alasan untuk tidak mengerjakannya atau indikasi kontra khitan adalah hypospadia. Khitan dapat dilakukan di segala usia dan tidak mempunyai persyaratan tertentu.

Hipospadia adalah suatu kelainan dimana lubang pipis tidak terletak dipuncak tudung haji atau glans penis tetapi didaerah antara puncak tudung haji dan dubur. Tarikannya menyebabkan batang kemaluan tidak mampu berdiri tegak hingga tidak mungkin melakukan hubungan intim. Untuk mengobatinya diperlukan operasi dengan mempergunakan culup atau preputium. Dan khitan akan merusak bahan vital untuk perbaikannya

Prof. dr. Chaula L. Sukasah, SpB, SpBP (K) Kepala divisi subbagian Bedah Plastik & Rekonstruksi FKUI/RSCM akan menguraikan segala hal yang berkenaan dengan apa dan mengapa, hingga kita dapat memahami kenapa khitan tidak boleh dilakukan pada hypospadia. Ceramah ini kami bagi dua dengan setiapnya dawali dengan daftar kata-kata sulit.

Posted in Chaula L Sukasah, Kedokteran.

Tagged with , .


2 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. afrianco says

    dok, kl wktu operasi thp 2 sudah lebih 1 th bgmn? apa ada masalah nantinya, karna sy ragu utk melanjutkanya, meliht operasi tahap satu tidak terdapat perubahan, air seni masih keluar dibag. bwh penis

    • Dokter Bahar says

      Mas Afri makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Gagal tentu saja bisa dan selalu dapat dicari solusinya. Untuk itu sebaiknya Mas kembali ke dokter yang melakukan operasi.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.