Nona Euis terperangah ketika menjenguk ibu Atun yang menderita kanker payudara di rumah sakit. “Kenapa dipasang slang di dadanya?” pikirnya. “Bukankah obat kanker payudara adalah operasi atau kemoterapi ataupun sinar?” Zuster yang melihat nona dalam kebingungan itu menggelengkan kepala dan berkata, “Itu WSD, Mbak,” kemudian ia menambahkan, “Paru-paru kiri ibu Atun penuh dengan cairan hingga mengganggu pernapasannya dan harus dikeluarkan segera.”
WSD atau water sealed drainage yang juga disebut dengan water sealed chest drainage adalah sistem drenase rongga dada dimana cairan yang akan dibuang diamankan dalam air. Sama-sama menggunakan air sebagai pengaman water sealed berbeda dengan water closed yang sehari-hari disebut WC atau
kloset. Bila WSD adalah sistem drenase untuk keamanan si penghasil cairan maka kloset hanya untuk pengamanan lingkungan.
Dalam hal Ibu Atun, cairan yang akan dikeluarkan terletak dalam rongga pleura kiri. Selain rongga ini tubuh kita mempunyai: 1. Rongga dada yang dibentuk oleh tulang dada, tulang belakang dan otot dinding dada yang diisi oleh paru-paru, jantung dan berbagai alat tubuh lainnya; 2. Rongga pleura kanan; dan 3. Rongga jantung.
Seperti halnya dengan yang disebelah kanan, rongga pleura kiri dibentuk oleh pleura dengan membungkus seluruh paru-paru kiri dan melekat pada dinding dada bagian belakang. Pleura berisi cairan sedangkan paru-paru, udara. Keadaan ini seperti balon udara (paru-paru) yang terletak di dalam
balon cairan (rongga pleura).
Sebelum menderita penumpukan cairan di rongga pleura Ibu Atun tidak menderita sesak napas . Tanpa disadarinya ketika mengambil napas, otot dada meluaskan rongga dada. Sebagai suatu balon yang berisi udara, paru-paru mengembang dan udara masuk (gambar 2.b). Dampaknya dirasakan oleh rongga pleura. Tekanan di dalam balon cair itu bertambah karena volumenya makin kecil. Tekanan ini mengembalikan paru-paru dalam posisi semula (gamba2 c) dan Ibu Atun mengeluarkan napasnya.
Ketika rongga pleura kiri berisi cairan yang banyak (gambar 2. d) paru-paru kiri tentu tidak bisa mengembang dan ibu Atun akan sesak napas karena kekurangan oksigen. Lama-kelamaan paru-paru itu akan menciut dan nyawa akan terancam. Untuk mencegah hal itu dipasanglah WSD.
WSD dapat dilakukan dengan beberapa botol baik dengan menggunakan alat pengisap (suction) atau tidak. Ibu Atun menggunakan satu botol tanpa pengisap.
Slang 1 dimasukkan ke dalam rongga pleura (gambar 2. f) dan ujungnya dibenam dalam cairan pada botol. Slang 2 tidak mengenai cairan dan dibiarkan terbuka hingga udara yang dikeluarkan dari slang 1 dapat keluar.
Sesudah paru-paru kiri mengembang dengan sempurna, pekerjaan WSD selesai dan slang 1 dicabut.






Luar biasa cara kerja WSD, semoga banyak ibu2 yang tertolong dengan WSD dan tentunya mediatornya, sang ahli onkologi! Good job, Dr Bahar Azwar!! GBU!
Mbak alex makasih ya atas kunjungan dan komentarnya. GBU
Maaf ms gk ngerti saya, kok bisa kanker payudara berhubungan dgn paru2?
Mengapa dari kanker payudara bisa terjadi pleura nya berisis cairan??
Mas Darwin makasih atas kunjungan dan pertanyaanmya. kanker payudara sebagaimana kanker lainnya dapat bermetastase atau menyebar ke paru-paru. Salah satu tanda-tandaya adalah penumpukan cairan di rongga pleura.