Skrining

Skrining lampu kuning
Jihad pada tiga lampu kuning dimulai dengan skrining, screening atau penyaringan. Mereka adalah: 1. Setiap tumor di payudara pada wanita usia kurang dari 39 tahun, cairan keluar dari puting susu dan wanita dengan faktor resiko.Dengan skrining, keadaan pada saat pemeriksaan dapat berubah menjadi lampu merah atau lampu hijau ataupun tetap lampu kuning. Lampu merah menjalani assessment; kuning, screening secara berkala; dan lampu hijau sarari.
Lampu merah menyala bila ditemukan tumor; lampu kuning, bila tidak terlihat tumor di usia 39 tahun keatas; dan lampu hijau, tidak ada tumor di usia kurang dari 39 tahun.
Dua alat bantu yang lazim digunakan untuk skrining atau menentukan tumor yang tidak teraba dalam perabaan adalah ultrasonografi (USG) dan mammografi. Simbol yang digunakan adalah T1mic bila tumor berukuran paling besar 1 mm; T1a, diantara 1 mm dan 5 mm; T1b, diantara 5 mm dan 1 cm; dan T1c diantara 1 cm dan 2 cm. Mereka saling mengisi karena USG mampu membedakan cairan atau padat sebaliknya mammografi, menentukan adanya tanda-tanda keganasan.

Ultrasonografi (USG)
Ultrasonography (USG) didasarkan pada penyidikan yang terekam di monitor sesuai dengan pantulan setiap alat tubuh terhadap ultrasonik atau bunyi yang tidak dapat didengar oleh manusia karena melebihi frekuensi kemampuan pendengaran. Dengan kata lain USG adalah suatu alat yang merubah bunyi menjadi imej (image). Setiap alat tubuh akan memberikan bunyi dan tentu saja imej yang berbeda. Secara keseluruhan mereka akan ditampilkan di monitor. Karena perbedaan pantulannya maka USG payudara berguna untuk membedakan kelainan yang padat dengan cair (kista).

Mammografi
Mammografi adalah foto rontgen khusus payudara. Tujuannya adalah menentukan adanya tumor dan tanda-tanda keganasan seperti bentuknya yang khas dan microcalcification - perkapuran mikoros-kopik yang terlihat dengan pembesaran. Tanda-tanda ini mudah terlihat pada wanita tua dengan payudara dalam masa involusi (penyusutan) hingga dipenuhi dengan lemak. Tetapi sukar dilihat pada wanita muda yang payudaranya masih berkembang dan dipenuhi jaringan fibroglanduler.
Kelebihan dan kekurangan kedua alat bantu menjadi alasan untuk melakukan skrining pada wanita usia 39 tahun kebawah dengan USG, sebaliknya diusia 39 tahun keatas dengan mammografi. USG akan memberikan hasil seperti tumor terlihat atau tidak; dan bila terlihat apakah padat atau kista. Mammografi: apakah tumor terlihat atau tidak dan bila terlihat apakah ada tanda-tanda keganasan atau tidak.
USG dan mammografi ini akan memilah ketiga lampu kuning menjadi kelainan non-neoplasma (kista); neoplasma jinak; neoplasma ganas; dan tidak ada tumor. Neoplasma ganas menjalani assessment; jinak dan non-neoplasma, biopsi untuk konfirmasi; dan tidak ada tumor boleh pulang dengan anjuran untuk selalu melakukan SARARIDI.




0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.