Jihad melawan Kanker Payudara
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”
(QS 42:30)
“…karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”
(QS 028:026)
Hampir semua pasien saya pernah berobat alternatif. Mereka yang terlena karena merasa sembuh akan datang terlambat.

Berobat ke alternatif
Pasien di atas ini menggunakan herbal dengan lengkap baik yang dimakan ataupun yang dikompreskan. Ia masih beruntung karena tumornya belum memborok hingga masalah pengobatannya terbatas pada kanker.
Pasien di gambar berikutnya menggunakan dedaunan untuk mengompres borok payudara. Sama-sama terlambat namun masalah pasien ini bukan hanya kanker tetapi juga infeksi berat.

Berobat ke Alternatif
Masalah utama di zaman informasi ini adalah misinformasi.
Walaupun pengobatan alternatif diakui dalam UU 23/1992 pasal 47 (1), kompetensi pengobatannya belum diatur seperti di negara maju. Di sana klien berobat dengan pengobat yang berpraktik sesuai dengan kompetensinya yang hak karena lulus dari pendidikan formal yang diakui secara hukum. Misalnya, walaupun kiropraktor boleh melakukan manipulasi, ia tidak boleh memberikan obat dan atau melakukan pembedahan karena tidak termasuk dalam kurikulum pendidikan mereka.
Di Indonesia pengobatan alternatif berada di luar kedokteran. Walapun legal mereka belum dapat dibandingkan dengan kedokteran yang mempunyai standar terapi yang berlaku diseluruh dunia.
gambar: pasien pribadi





0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.