PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA
Merubah Ekspresi Genetik (tulisan kedua dari 2 tulisan)
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”
(QS 017:082)
Subhanallah..
Al Quran memberikan kiat pencegahan kanker yang sesuai dengan yang dikemukakan oleh Harvard School of Public Health. Lengkapnya: Pencegahan kanker menurut kedokteran modern dilakukan dalam tiga tahap yaitu
- Peningkatan kesehatan secara umum dan khusus;
- Diagnosa dan pengobatan dini; dan
- Pemulihan.
Tahap 1 terdiri dari 7 upaya yaitu:
- Mempertahankan berat yang ideal;
- Melakukan aktivitas fisik 30 menit sehari;
- Tidak merokok;
- Makan makanan yang sehat;
- Minum kurang dari segelas alkohol sehari;
- Berlindung dari sinar matahari; dan
- Berlindung dari penyakit kelamin.
Dikatakan bahwa setengah dari seluruh kanker dikatakan dapat dicegah dengan cara ini. (Muchlis Ramli: Tindakan Promosi dan Prefensi dalam Kasus Onkologi. Pertemuan Ilmiah Peraboi, Bandung, 2003).
Kiat yang difirman-Nya juga berlaku untuk mengurangi faktor resiko kanker payudara. (lihat Tabel 1)
|
Faktor resiko |
Resiko relatif |
Kelompok resiko tinggi |
|
|
1 Umur |
>10 |
usia lanjut |
|
|
2 Riwayat keluarga KPD |
>2 |
Saudara usia muda |
|
|
3 Riwayat neoplasma jinak |
4-5 |
atipikal hipoplasia |
|
|
4 KPD kontra |
>4 |
|
|
|
5 Letak geografis |
5 |
Negara maju |
|
|
6 Usia menarche |
3 |
usia <11 |
|
|
7 Usia menopause |
2 |
usia >54 |
|
|
8 Usia kehamilan I |
3 |
anak I awal 40 tahun |
|
|
9 Status sosioekonomi |
2 |
tinggi/menengah |
|
|
10 Diet |
1,5 |
Gemuk |
|
|
11 Berat badan |
0,7-2 |
BMI>35 |
|
|
12 Hormon eksogen |
1,2-2 |
10 tahun |
|
|
|
Kontrasepsi oral |
1,2 |
|
|
|
Terapi hormon |
1,35 |
> 10 tahun |
|
13 Riwayat radiasi |
3 |
abnormal exp >10 tahun |
|
Tabel 1. Faktor resiko kanker payudara (Sonar S Panigoro: Kanker Payudara Epidemiologi dan Gejala Klinis yang dibacakan dalam Pertemuan Ilmiah Peraboi, Bandung, 2003).
Perlu pula ditekankan bahwa tanpa kecuali, usaha melakukan kiat-kiat yang difirmankan-Nya merupakan prasyarat untuk bantuan-Nya. Ayub as harus menghantamkan kakinya untuk memperoleh obat sedangkan Maryam rbunda Isa as menggoyangkan pohon kurma untuk melerai laparnya.
Tertulis dalam Al Quran,
“Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.”
(QS 038: 042).
”…Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu..”
(QS:019:025-026)
Dalam Al Quran, kiat pencegahan kanker payudara terbagi atas: mennsyukuri nikmat dan tidak berprasangka. Selain itu penting pula memposisikan diri sebagai orang yang disayangi-Nya.
“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS 014: 007)
Bila Anda memberi komputer kepada ananda tentu Anda akan senang bila ia berterima kasih dengan menggunakannya. Anda lebih senang lagi bila ia menggunakannya dengan tayib, untuk memperdalam ilmunya. Anda akan sangat senang bila ia menggunakannya pada adab, menghidupkan dan mematikannya pada waktu yang tertentu.
Mensyukuri nikmat sistem reproduksi adalah menggunakannya untuk berkembang biak dengan tayib dan adab.
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin)…”
(QS 24:32)
Peluang untuk memperoleh kanker payudara pada wanita yang mempunyai anak pertama diumur 40 tahun adalah tiga kali lipat dibandingkan dengan yang sudah mempunyai anak (lihat Tabel 1), konon pula yang tidak kawin.
Firman-Nya,
“…Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah (tidak beristri atau tidak bersuami) padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka.”
(QS 57:27).
Ibadah ini harus dilihat sebagai usaha karena Allah swt berbuat sekehendak-Nya. Firman-Nya,
“…dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki.”
(QS 042: 050)
“Para ibu handaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”
(QS 2:233)
Mensyukuri nikmat payudara adalah menggunakannya dalam keterpaduannya dengan sistem reproduksi yaitu menyusui dengan tayib dan adab. Penelitian di Cina, dimana menyusui lazim dilakukan dalam waktu yang lama, didapatkan penurunan resiko Kanker payudara secara bermakna. Henderson, B.E., and Bernstein,L.: Endogenous and Exogenous Hormonal Factors. In Harris,J.R., Lippman,M.E., Morrow,M., Hellman,S.(eds): Diseases of the Breast. Lippincott, Phil, 1999 p 189.
Firman-Nya,
“Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: .. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan…”
(QS 6:151)
Pemberian hormon merupakan program pemerintah untuk kontrasepsi dan selain itu digunakan untuk berbagai pengobatan. Sekadar untuk kenikmatan merupakan penyimpangan pula. Peluang untuk memperoleh kanker payudara pada pengguna pil kontrasepsi adalah 1,2 kali lipat dibandingkan dengan yang tidak.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah dosa dan janganlah mencari-cari kesalahan orang lain…”
(QS 49:12)
“…Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya…”
(QS 002: 233)
Peluang menderita kanker payudara bagi yang mempunyai riwayat keturunan kanker tsb, lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan yang tidak. Prasangka akan faktor keturunan diperkuat oleh ditemukannya sifat mutasi gen BRCA1 dan 2 yang dapat diwariskan oleh pihak ibu. Namun menyalahkan ibu kurang tepat karena sifat itu dapat diwariskan oleh nenek ataupun moyang.
Orang paling disukai Allah SWT. di antara kalian adalah yang paling sedikit makannya dan paling ringan badannya. (Ibnu Abbas ra) Sayid Ahmad Al-Hasyimi: Syarah Mukhtaarul Ahaadiits. Cetakan ke 4, Sinar Baru, Bandung, 2001, hal. 35.
Hal ini tidak kalah pula pentingnya karena (lihat tabel 2) peluang golongan tinggi/ menengah dua kali lipat ; BMI >35 tinggi 160 cm, berat 89 kg, 0-7 – 2 kali lipat; pengguna hormon 1,2 – 2 kali lipat; dari yang bukan.





0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.