“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci-lah Allah, Pencipta yang Paling Baik.“
(QS 023:014)
Subhanallah.
Hanya atas kuasa-Nya, satu sel tumbuh menjadi triliunan sel, membentuk tubuh yang terbangun atas berbagai sistem yang terpadu menjadi manusia seutuhnya. Pertumbuhan yang dinamis itu berlangsung dalam berbagai tahapan sesuai dengan khittah manusia.
Khittah sistem reproduksi adalah berkembang biak.
Sistem ini tersusun atas berbagai organ atau alat tubuh seperti vagina, indung telur, rahim dan payudara (gambar 1). Semuanya dengan fungsinya yang terpadu untuk menerima sel bapak, membuahi, membesarkan, melahirkan dan menyusui.
Persiapan dimulai oleh hormon pertumbuhan (growth hormone).
Hormon adalah zat vital untuk kelangsungan hidup manusia. Tanpa hormon, manusia akan punah dari muka bumi ini. Hormonlah yang mengatur dan mengontrol secara efektif dan efisien keseimbangan berbagai zat di dalam tubuh yang disebut dengan homeostasis. Tugasnya hanyalah membawa pesan untuk dilaksanakan oleh organ yang bersangkutan, sehingga hormon disebut juga messenger atau utusan.
Hormon dihasilkan oleh tubuh kita sendiri . Pabriknya disebut kelenjar endokrin sedangkan alat pelaksana, target organ atau organ sasaran. Produksi ini di eselon tertinggi diatur oleh otak melalui dua kelenjar buntu lainnya, yaitu hipofise dan hipotalamus. Pembuatannya dilakukan sesuai dengan isyarat organ yang membutuhkan, melalui transmisi saraf.
Hormon pertumbuhan mematangkan anatomi semua organ reproduksi.
Gambar 2. anatomi payudara Wikipedia: Breast, gambar ini diambil dari the Wikimedia Commons.
- dinding dada,
- otot dinding dada,
- lobulus,
- puting susu,
- reola,
- duktus,
- jaringan lemak,
- kulit.
Khusus di payudara dikembangkan: lobulus, pembuat air susu ibu (ASI); duktus, mengalirkannya ke puting susu, areola, dilengkapi dengan otot untuk memudahkan bayi mengisap ASI, lemak – jaringan ikat – kulit, mengokohkan dan memberikan bentuk yang menarik.
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin)…”
(QS 024:032)
Ketika sinyal kesiapan sistem reproduksi untuk melaksanakan khittahnya dikirim ke otak, hormon pertumbuhan di non aktifkan dan hormon seksual diaktifkan, seperti hormon gonadotropin, estrogen dan progesteron.
Semuanya transparan bagi wanita dengan haidh dan kebutuhan memasang beha.
“… Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”
(QS 025: 002)
Kecuali Adam as dan Siti Hawa, jasmani manusia berasal dari perpaduan antara sel bapak dan ibu. Sel itu lah yang tumbuh dan berkembang menjadi satu sosok tubuh. Ia melakukannya dengan deoxyribonucleic acid (DNA), yang di dalamnya tersimpan gen (gene), yang memuat informasi genetis atau dengan kata lain ialah yang menentukan bentuk (phenotype) dan sifat (genotype) setiap sel dalam tubuh dan, menentukan masa aktifnya serta penggantiannya.
Namun, ia baru bisa bekerja sesudah memecah diri membentuk Ribonucleic acid (RNA) suatu program aplikasi. Pembentukan tubuh dilakukan DNA dengan mengirimkan kopiannya keseluruh penjuru tubuh. Disitu dimuat instruksi rinci akan pembangunan setiap alat tubuh baik posisinya, besarnya ataupun fungsinya. Katakanlah jantung tidak akan terletak di perut, hati tidak akan mengandung tulang dan lain sebagainya.
Perkembangan dan pertumbuhan payudara terjadi di tingkat sel melalui mitosis (pembelahan sel) yang dilakukan sesuai dengan instruksi yang tertulis dalam kopian DNA.
Tidaklah sulit memahami bahwa kelainan DNA dan/atau RNA akan menyebabkan cacat program dengan munculnya berbagai error atau kesalahan dalam pengorganisasian bentuk dan susunan sel.
Gambar 3. Siklus sel. Wikipedia: Cell Cycle. Gambar diambil dari the Wikimedia Commons.
Betapa sempurnanya sistem pengawasan dapat dilihat dari siklus atau lingkaran kehidupan sel tubuh orang dewasa (gambar 3).
Dalam keadaan normal, sel lazimnya berada di fase atau masa G0 (zero growth = tidak ada pertumbuhan). Stabilitas G0 dipertahankan secara konsisten melalui empat fase yaitu (1), G1 (first growth= pertumbuhan pertama); (2), S (sintesis); (3) G2 (second growth) dan (4), M (mitosis-pembelahan sel).
Bila G0 membutuhkan, apakah untuk mengganti sel yang mati atau kehilangan sel akibat luka, ia mendapat pasokan sel dewasa normal dari G1 sesudah lolos seleksi di pintu masuk R (restriction point = titik hambatan).
Pasokan G1 berasal dari pembelahan di M, atas sel yang sudah dilengkapi dengan DNA, program kehidupan di S dan Ribonucleic Acid atau RNA, sistem pengoperasiannya di G2 sesuai dengan kebutuhan jaringan dan organ yang membutuhkan.
“Tiada satu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”
(Al Hadid: 022)
Sel kanker baru muncul bila terjadi kebocoran di semua sistem pengawasan pembelahan sel.
Sel itu tumbuh tanpa mengindahkan kaidah yang lazim. Ia tumbuh berkelebihan, tidak terkoordinasi, tumbuh terus walaupun rangsangan yang menyebabkannya sudah berhenti. Pertumbuhan itu menimbulkan tumor atau benjolan. Awam menyebutnya daging tumbuh sedangkan dokter, neoplasma.







kalo di payudara ada semacam daging tumbuh tapi tidak terasa sakit,, apa mesti dioperasa??
Mbak Ocha makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Daging tumbuh ditempat yang tidak seharusnya tentu harus disidik dulu apakah jinak atau ganas. SDatu2nya cara untuk memastikan adalah biopsi yang dapat dilakukan dengan jarum atau operasi, tergantung atas hasil penyidikan