Jihad melawan Kanker Payudara
Deteksi dini adalah mengenal kanker dalam stadium dini hingga kesembuhan dapat diharapkan. Berbeda dengan pencegahan maka deteksi dini, adalah usaha mengenal setiap gejala dan tanda kanker payudara sedini mungkin.
Untuk memulai jihad ini dibutuhkan niat yang kukuh sesuai pesan Nabi SAW.:
“Semua amal tergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapat (balasan) sesuai dengan niatnya.”
(HR Bukhari Nashiruddin al-Albani (terjemahan M Thalib): Sifat Shalat Nabi, Media Hidayah, Yogyakarta, 2000, hal 99).
Usaha juga harus dilakukan semaksimal mungkin seperti firman-Nya,
”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu).”
(Al Anfal: 060).
Amal dengan kualitas jihad ini akan mungguncang Arasy menunggu ampunan, seperti yang yang diriwayatkan oleh Al-Khatib melalui Ibnu Umar ra,
“… apabila seorang hamba melaksanakan niatnya itu maka Arasy berguncang karenanya, lalu ia mendapat ampunan.”
Hasyimi hal 919.
Namun untuk memperoleh bantuan-Nya, niat dan amal harus dilandasi oleh ilmu dan informasi seperti firman-Nya,
” … Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
(Az Zumar: 009).
Nabi saw., juga bersabda,
“Amal sedikit disertai ilmu adalah lebih baik dari amal yang banyak dalam kebodohan..”
al Gazali. Hal 290.
“…Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya, bagimu supaya kamu bersyukur.”
(QS 006:005)
“Hak dan kewajiban atas tiap muslim adalah mandi dan memakai wewangian serta menggosok gigi pada hari Jumat.”
(HR Akhmad. Encang Saefuddin: 700 Hadits Akhlak jilid 1 cetakan ke 2. Quarryindo 2001, Bandung, hal: 41)
“Subhanallah..”
Waktu mingguan yang sudah ditentukan-Nya untuk menyempurnakan nikmatNya sesuai dengan anjuran ilmuwan untuk deteksi dini kanker payudara. Ketajamannya mudah dimengerti karena dalam sebulan pemeriksaan payudara tidak efektif selama lebih kurang seminggu waktu haidh. CaraNya ini lebih efisien dan sensitf karena dilakukan sambil mandi.
Tahap pertama adalah inspeksi atau mengamati.
Tahap ini dimulai dengan berdiri tegak pinggang di depan cermin kamar mandi, mengamati ukuran kedua payudara, kulit dan benjolan. Tahap ini ditutup dengan menggerakkan lengan keatas dan kebawah, mengamati apakah kelainan yang mungkin terlihat ikut dengan gerakan atau tidak.

Ukuran payudara tidak sama
Dalam hal ukuran, diperhatikan perbedaan besar kedua payudara. Yang dilihat adalah perbedaan yang menyolok karena kedua payudara pasti tidak sama besarnya.
Dalam hal kulit yang diperhatikan adalah perubahan warna, permukaan dan benjolan. Kemerahan dapat terlihat setempat atau menyeluruh. Sembab dapat terlihat di permukaan kulit. Selain itu juga dapat dilihat gambaran kulit jeruk dan lesung pipit. Bisa juga terlihat bisul, fistel, luka ataupun borok.

Kemerahan dan Tumor
Di kulit juga dapat terlihat tumor yang bisa berada di tengah daerah kemerahan ataupun tidak ataupun juga di dekat ketiak. Merah dengan rasa sakit dan panas adalah tanda-tanda mastitis atau infeksi payudara. Bila diantara kemerahan ada tumor dan sakit, mungkin Anda menderita abses atau bisul. Sebaliknya bila tumor itu berdiri sendiri mungkin Anda hanya menderita tumor kulit. Khusus untuk tumor di dekat ketiak perlu diperhatikan apakah ada gambaran kehitaman ditengahnya. Bila demikian mungkin Anda mempunyai payudara asesoris.
Ketika menggerakkan kedua lengan keatas dan kebawah diamati apakah kelainan seperti: luka, borok, tumor dan lesung pipit; ikut bergerak atau tidak. Bila tidak ikut bergerak maka kemungkinan sudah terjadi perlengketan ke daerah sekitarnya.

Retraksi puting maksimal
Dari puting susu juga dapat dilihat cairan baik susu ataupun kemerahan. Selain itu puting susu juga bisa tertarik (retraksi) kedalam dan tidak terlihat.
Tahap kedua adalah palpasi atau meraba.
Dengan tangan bersabun, dimulai dari kanan, lengan kanan diangkat, payudara kanan diraba dengan dengan tapak ruas akhir dari tiga jari tangan (manis-tengah-telunjuk) kiri, melingkar mulai dari puting sampai tulang selangka sembari menekannya ke dada. Ketiak kanan diraba di puncak ketiak dan di sepanjang bagian belakang otot dada. Cara yang sama dilakukan di sisi lainnya dengan tangan kanan.
Tumor adalah fokus pencarian. Bila teraba, yang dicatat adalah, posisi, jumlah, besar, kepadatan, batas, mobilitas dan nyeri. Ia bisa berada dimanapun di satu atau kedua payudara. Kepadatan dapat kenyal, padat ataupun keras. Kalau dipegang ia dapat mobil bergerak ataupun terfiksasi, sukar digerakkan. Batasnya dapat tegas atau tidak jelas. Keganasan dicurigai bila tumor soliter atau tunggal, keras, batasnya tegas dan tidak nyeri.
Tahap ketiga adalah memencet puting susu melihat apakah ada cairan yang keluar atau tidak. Bila ada perlu dilihat apakah ada tumor disekitar itu. Bila ada perlu dilihat pula hubungan antara tumor itu dengan cairan artinya bila tumor itu dipencet apakah ada cairan. Keganasan dicurigai bila cairan yang keluar berwarna merah.





0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.