Pertanyaan di situs ini 20 Juli 2009:
Selamat pagi Dok, saya ibu dari 2 orang anak yaitu 1 perempuan dan 1 laki-laki. Anak-anak saya sudah mulai beranjak dewasa. Saya mempunyai pertanyaan begini: anak saya yang perempuan karena sudah dewasa maka tumbuh bulu di ketiaknya dan pada awalnya dia cukur sendiri namun setelah saya mengetahuinya maka saya sarankan untuk dicabut saja dan setelah itu dilakukan pencabutan bukan pencukuran.
Nah beberapa hari yang lalu (dan kebetulan dia sudah mengatakan berulang-ulang bahwa bulu ketiaknya sudah ‘gondrong’), saya akan “mengoperasi” alias mencabuti bulu ketiaknya tapi dia tidak mau karena katanya akan mengakibatkan kanker payudara. Sementara dalam ajaran Islam bahwa wanita harus membersihkan diri antara lain dengan menghilangkan bulu-bulu yg ada.
So tolong dok, bagaimana dilihat dari segi agama dan kesehatan (medis)?
Terimakasih.
Jawaban saya:
Mbak, terima kasih atas kunjungan dan pertanyaannya.
Tidak ada hubungan antara pencabutan bulu ketiak dengan kanker payudara. Selain itu yang lebih penting adalah pembersihan bulu ketiak itu merupakan hadist Nabi yang pasti tidak akan membawa musibah.
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. (QS: 48:01)
Yang perlu saya tambahkan adalah hadis itu bukan hanya tidak membawa musibah tetapi kemenangan mutlak terhadap penyakit infeksi. Penyakit ini berada pada ranking kedua penyebab kematian dunia dengan taksiran 14.967.000 kematian atau 26,2% dari seluruh penyakit pembawa kematian itu (World Health Organization- WHO, di tahun 2002)
Penyakit infeksi disebabkan oleh kuman patogen (penyebab penyakit). Sebagai antigen, ia memasuki tubuh melalui kulit, permukaan tubuh serta selaput lendir yang melindungi berbagai lubang seperti mulut, hidung, lubang pipis, dubur dan vagina.
“Kami diberi waktu dalam memotong kumis, mengerat kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” Maka setelah beliau selesai membuang hajatnya, kami berikan tempat air itu kepada beliau untuk bersuci dengannya. Annas ra.
“Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu, Allah tidak hendak menyusahkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” QS: 05:06)
“Hak dan kewajiban atas tiap muslim adalah mandi dan memakai wewangian serta menggosok gigi pada hari Jumat.”HR Ahmad.
Apabila seorang muslim wudhu dan berkumur-kumur, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari mulutnya. Kalau dia menyemburkan air dari hidung, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari hidungnya. Kalau dia membasuh wajahnya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari wajahnya, sehingga keluar lewat tepi-tepi kedua matanya. Kalau dia membasuh kedua tangannya maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari kedua tangannya itu sehingga keluar lewat bawah kuku-kukunya. Kalau dia mengusap kepalanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari kepalanya, sehingga keluar lewat bawah telinganya.. Dan kalau dia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan lewat kedua kakinya, sehingga keluar lewat bawah kuku-kuku kedua kakinya itu.
Penyucian cara Islam dapat dibagi atas umum dan khusus. Secara umum ia berlaku terhadap diri sendiri dan lingkungan sedangkan khusus pada keadaan tertentu seperti remaja dan mayat. Penyucian dilakukan dengan cara mekanik seperti pencabutan bulu dan pemotongan kuku; pembilasan dengan air; serta penyapuan dengan pasir. Penyucian bulu dilakukan dengan merapikan pada kumis, mencabut pada ketiak dan mencukur pada kemaluan.
Apa yang dapat di jelaskan secara kedokteran dalam perbedaan perlakuan ini?
Satu hal yang pasti adalah hidradenitis atau infeksi kelenjar keringat kulit, lazim ditemukan di ketiak. Hal ini erat hubungannya dengan tidak lancarnya penguapan, apakah karena selalu tertutup oleh pakaian ataupun dihambat oleh deodorant, sehingga menumpuk. Kumis terbuka hingga keringatnya mudah menguap dan selalu ikut dicuci sesudah makan serta waktu berwudhu. Sama-sama tertutup, kemaluan selalu dicuci sewaktu membuang hadas.
Pembilasan dengan air dilakukan melalui mandi, mencuci tangan sebelum makan dan wudhuk. bersuci dari hadas setiap dibutuhkan; pembersihan seluruh tubuh, setiap minggu dengan mandi; dan wudhu untuk kulit dan selaput lendir yang berhubungan dengan dunia luar.
Pembilasan dengan air adalah pengenceran kuman hingga mengurangi keganasannya dan mempermudah regenerasi kulit dan selaput lendir, yaitu penggantian sel yang lama dengan yang baru. Bersama dengan IgA, peluang bebas infeksi bertambah besar karena tidak ada kuman yang dapat mempersiapkan penyerangan dalam beberapa jam. Virus influenza penyebab Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) baru menimbulkan gejala sesudah satu sampai dua hari memasuki tubuh; sedangkan demam berdarah, 2 – 7 hari.
Maka hakikat penyucian cara Islam adalah pencegahan penyakit dengan pembersihan setiap 40 hari, atas alat tubuh yang tumbuh berkelebihan seperti bulu ketiak; bersuci dari hadas setiap dibutuhkan; pembersihan seluruh tubuh, setiap minggu dengan mandi; dan wudhu untuk kulit dan selaput lendir yang berhubungan dengan dunia luar.
Kepustakaan ada pada penulis.



Ass. senang sekali ada rubrik ini, namun ada sedikit pertanyaan bahwa setelah wudhu jika bersentuhan batal. Yang saya tanyakan adalah jika bersentuhan tangan, misal berjabat tangan suami sesudah sholat dan mau sholat sunat apakah harus wudhu dulu dalam arti batal wudhunya? Dan apaka arti bersentuhan dalam arti sentuhan biasa atau sentuhan dengan maaf syahwat atau nafsu kepada suami, terimakasih atas jawabannya.
Mbak Siti makasih atas kunjungan dan masukannya. Persentuhan antara suami dan istri tidak membatalkan wudhu. Dasarnya adalah hadits : Dari Siti Aisyah ra, bahwasanya Nabi Saw., pernah mencium salah seorang istrinya lalu beliau pergi menunaikan shalat dan tidak wudhu lagi. (Muttafaq Alaih. Lafalnya menurut Bukhari. Dari buku Himpunan Dalil dalam Al Quran dan Hadits jilid 3, yang diterbitkan oleh Penerbit Segoro Madu Jakarta hal 23
asslkm da bung,kt dokter si uda kankernya udh ke th 4 dan l4,ktnya hrs disinar,mnurut dabung gimana?trus linda hrs gimana?apa betul perkiraan dabung waktu di telp dulu?wass
Linda makasih ya atas kunjungan dan pertanyaannnya. Tolong kirimkan CT scan penghabisan sekurang-kurangnya hasilnya.