Skip to content


ANDI: Puting Susu Basah

SERI TUMOR JINAK PAYUDARA

Dok, ada cairan keluar dari puting susu padahal saya belum mempunyai anak.”

Gejala penyimpangan pengembangan dan penyusutan yang lazim (ANDI) dari payudara ini saya sebut puting susu basah atau nipple discharge.

Basahnya beragam.

Ia bisa spontan dimana cairan dapat keluar tanpa disadari atau sebaliknya hanya bila dipijit. Ia bisa menganggu karena keseringan atau sesekali saja. Ia bisa seperti susu atau mengagetkan bila berupa darah. Ia bisa tanpa atau beserta tumor. Dan ia juga bisa muncul pada satu ataupun kedua payudara.

Walaupun umumnya berupa penyimpangan yang lazim, beberapa ragamnya dapat menunjukkan keganasan yaitu bila cairannya darah atau kemerahan seperti darah apapun ragamnya kecuali bila selama kehamilan dan menyusui.

Selain dari darah, yang perlu dilakukan hanyalah pemeriksaan berkala secara teratur.

Duktus di payudara

Lihat gambar

Duktus di Payudara

Duktus di Payudara

1. lemak; 2. duktus; 3. lobulus; 4. jaringan ikat; 5 sinus dari duktus; dan 6. duktus.

Kelainan yang menyebabkan puting susu basah terletak di di duktus (butir 2 dan 6) yang mengantarkan air susu dari lobulus (butir 3).

  1. Duct ectasia dimana terjadi pelebaran dan pemendekan duktus terminal sebelum permukaan puting susu (kira-kira disekitar butir A). Hal ini normal dan umum ditemukan pada usia tua.
  2. Ductal papillomas dimana terdapat tumor di dekat lobulus (diantara butir B).
  3. Ductal carcinoma in situ dimana terdapat tumor ganas atau kanker, di dalam duktus.

Pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan apakah puting susu basah disebabkan oleh keganasan (ductal carcinoma in situ) atau tidak.

Pertama. apakah ada tumor atau tidak. USG dilakukan untuk membantu pemeriksaan fisik.

Kedua. adakah cairan kemerahan atau tidak yang dilakukan dengan memijit puting susu.

Ketiga. dimanakah sumber perdarahan. Ia dicari dengan menekan tumor berbagai bagian payudara bila tumor tidak terpantau.

Biopsi dilakukan pada tumor dan bagian payudara yang merupakan sumber cairan kemerahan bila tumor tidak terpantau.

Posted in Payudara.

Tagged with , , , , .


325 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Fitri says

    Dok, usia saya 38 thn.
    Sudah 2 minggu payudara kanan n puting saya terasa nyeri dan panas, yg saya rasakan sampai ke ketiak. Dimulai ketika sebelum mens, semakin parah, sesudah mens gejala agak membaik tapi tidak hilang. Payudara juga terasa lebih berat, kaku dan agak bengkak (hanya sebelah kanan saja). Ketika putingnya dipencet, keluar cairan bening keruh dari kedua puting payudara. Oh ya, pada payudara kanan tidak teraba adanya benjolan. Apakah hal ini gejala dari kanker payudara atau mastalgia?

    • Dokter Bahar says

      Mungkin tumor (jinak atau ganas) di saluran air susu. Coba periksa ke dokter bedah setempat.

      • Fitri says

        Maaf dok, ternyata ketika saya melakukan sadari, saya menemukan benjolan di bawah payudara kanan saya. Saya berencana periksa ke dokter bedah setempat. Di usia 38 th, saya sebaiknya usg atau mamografi dok?

  2. Fitri says

    Assalamualaikum,
    Dok, melanjuti pembicaraan sebelumnya (saya Fitri usia 38th) saya sudah ketemu dokter Sp.B.Onk di kota saya. Dokter meraba ada benjolan di bagian bawah payudara dan pada puting kanan ada benjolan yg agak padat. Dokter tdk menemukan gejala ke arah kanker, menurut beliau mungkin hny pengaruh hormon saja dan saya disarankan usg oleh dr.Sp.Rad. Hasil usg adalah sbg berikut:

    mammae kanan:
    kutis subkutis tidak menebal. Tidak tampak retraksi papilla mammae.
    Jaringan fibroglandular baik, tidak tampak lesi hipo/hiperekoik.
    Tidak tampak kalsifikasi.
    Tidak tampak dilatasi duktus lactiferous.
    Tidak tampak pembesaran kelenjar getah bening aksilla

    mammae kiri:
    kutis subkutis tidak menebal. Tidak tampak retraksi papilla mammae.
    Jaringan gibroglanfular baik, tidak tampak lesi hipo/hiperoik.
    Tidak tampak kalsifikasi.
    Tidak tampak dilatasi duktus lactiferous.
    Tidak tampak pembesaran kelenjar getah bening aksilla.

    Kesan:
    Tidak tampak lesi dikedua mamma pada sonografi mamma saat ini.

    Yg mrnjadi pertanyaan saya dok, kenapa teraba adanya benjolan (oleh saya n dokter) tp tidak terdeteksi oleh USG. Ketika saya tanyakan hal tsb kpd dokter (Sp. Rad) yg melakukan USG, dan apakah saya perlu mamografi, beliau menjawab bahwa beliau hanya bertugas membaca usg, beliau tidak melihat ada tumor, dan menurut beliau, bila tidak terlihat adanya tumor, untuk apa mamografi?

    Oh ya, kemarin saya masih merasakan nyeri. haid terakhir saya tgl. 30 maret, Dok. Apa yg harus saya lakukan kemudian? Perlukah saya mendapatkan 2nd opinion? Terimakasih dokter Bahar.

    • Dokter Bahar says

      Nggak perlu itu sudah cukup. Payudara memang tidak seperti kasur karena banyak kelenjar didalamnya. Memastikannya adalah USG, Mamografi tidak perlu.

      • Fitri says

        Maaf dokter Bahar, ada salah seorang blogger yang membagikan pengalamannya, bahwa dia terdeteksi kanker payudara sta 2 setelah mendapatkan 2nd opinion.

        Sebelumnya, beliau sudah menjalani mamografi, usg dan biopsi, tapi dinyatakan bersih. Namun dia merasa memang ada sesuatu yang berbeda pada payudaranya. Beliau mencari 2nd opinion. Di pemeriksaan yang kedua dengan dokter yang berbeda inilah beliau mendapatkan diagnosis kanker sta 2.

        Dokter Bahar, terus terang saya takut dan cemas karena adanya riwayat kanker payudara di keluarga besar saya dari pihak ayah dan kanker lainnya dari pihak ibu. Saya mohon saran, perlukah saya mencari 2nd opinion dan menjalankan pemeriksaan kembali di RS yang lain seperti Dharmais?
        Terima kasih atas perhatian dokter Bahar. Semoga Allah melimpahkan barokah-Nya untuk dokter dan keluarga. Mohon maaf dokter, apabila ada pernyataan saya yang kurang berkenan.

        • Dokter Bahar says

          Resiko keturunan sangat kecil Bu. Resiko keturunan dari pihak bapa tidak ada. Bagaimanapun sekarang sudah ada pemeriksaan genetik mencari resiko kanker payudara yang mungkin bisa dilakukan di RS Dharmais. Perlu atau tidaknya tergantung atas umur ibu.

  3. Fitri says

    Maaf dokter Bahar, ada salah seorang blogger yang membagikan pengalamannya, bahwa dia terdeteksi kanker payudara sta 2 setelah mendapatkan 2nd opinion.

    Sebelumnya, beliau sudah menjalani mamografi, usg dan biopsi, tapi dinyatakan bersih. Namun dia merasa memang ada sesuatu yang berbeda pada payudaranya. Beliau mencari 2nd opinion. Di pemeriksaan yang kedua dengan dokter yang berbeda inilah beliau mendapatkan diagnosis kanker sta 2.

    Dokter Bahar, terus terang saya takut dan cemas karena adanya riwayat kanker payudara di keluarga besar saya dari pihak ayah dan kanker lainnya dari pihak ibu. Saya mohon saran, perlukah saya mencari 2nd opinion dan menjalankan pemeriksaan kembali di RS yang lain seperti Dharmais?
    Terima kasih atas perhatian dokter Bahar. Semoga Allah melimpahkan barokah-Nya untuk dokter dan keluarga. Mohon maaf dokter, apabila ada pernyataan saya yang kurang berkenan.

  4. Fitri says

    Dokter, melanjuti email2 saya sebelumnya (usia saya 38th) saya bertemu dengan dokter bedah umum setempat (setelah sebelumnya dengan sp.Onk) dikarenakan tidak ada lagi sp.onk di kota saya untuk mencari 2nd opinion.

    Menurut dokter yg kedua, saya menderita fibrokistik di payudara kanan. Ketika didiagnosis demikian, saya belum melakukan mamografi krn menjelang menstruasi. Dokter bedah tsb menyarankan mamo pasca menstruasi nanti. Oh ya, saat ini payudara saya masih suka kumat nyerinya, dan kadang sedikit membesar kalau sedang sakit dokter.

    Apakah ada kemungkinan saya terkena kanker payudara?
    Terimakasih dokter

    • Dokter Bahar says

      Kemungkinan itu selalu ada. Jalan pintas yaitu melakukan biopsi dan dokter bedah umum dapat melakukannya.

  5. ina says

    Malam dok, dok sy may tanya, sy pernah lecet ϑî bagian atas batas antara areola dan puting, krn sy biarkan dia infeksi, ke dokter dikasih cloramfekort dan minum clinium sembuh, terus sebulan kemudian dia luka lagi ditempat yg sama, apakah itu dok??? Apakah kemarin itu lukanya blum sembuh benar??? Ataukah ada penyakit lain. Tolong jawab dok, sy ketakutan. Oh ♥•·ιчä..(◦’⌣’◦)• Sy ina, umur 33 tahun.

1 2 3 4



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.