SERI TUMOR JINAK PAYUDARA
Sebelumnya kita sudah membagi tumor jinak payudara atas:
1. kelainan kongenital;
2. kelainan yang berasal dari pengembangan dan penyusutan payudara dan;
3. sebaliknya.
Kelainan kongenital adalah bawaan sejak lahir dan tentu saja baru terlihat ketika payudara mulai berkembang bersamaan dengan menstruasi. Ia dapat berupa pertumbuhan asesorius yang dikenal sebagai supernummary nipples and accessory breast tissue atau tidak berkembang, breast hypoplasia dan keduanya sudah dibicarakan kemarin dengan judul: Kelainan Kongenital.
Pembagian kedua adalah kelainan yang berasal dari pengembangan dan penyusutan payudara ia dikenal sebagai ANDI atau Aberration of Normal Breast Development and Involution.
Payudara berkembang dan menyusut sesuai dengan aktivitas hormon yang mengatur proses reproduksi. Semua proses ini dan pertumbuhan yang meliputi seluruh unsur payudara sudah dijelaskan dan dapat dilihat kembali dalam tulisan tanggal 25 November 2008 dengan judul Tumor Jinak Payudara.
Stroma adalah jaringan diantara lobulus (3) dan duktus (6)
Kelainan dapat terjadi dalam perjalanan ini.
| Umur | Normal | Kelainan |
| < 25 tahun | Tumbuh normal | Tumbuh berkelebihan |
| 26 – 40 tahun | lobulus | Fibroadenoma |
| Aktivitas menstruasi | Mastalgia
Nodularitas (berbenjol-benjol |
|
| 35-55 tahun | Penyusutan
Lobulus Stroma Duktus |
Kiste
Kelainan sclerosis Duct ectasia |
diterjemahkan dari Dixon hal 252
Singkat kata di usia kurang dari 25 tahun, payudara akan tumbuh dengan normal namun kadang-kadang malah jarang sekali ia dapat tumbuh berkelebihan dan disebut juvenile hypertrophy. Bila mengganggu dapat dilakukan reduksi jaringan payudara dengan operasi bedah plastik.
Di umur 26 – 40 tahun normal terjadi pertumbuhan lobulus
Bila berlebihan timbul kelainan yang disebut Fibroadenoma dan dikenal sebagai FAM. Bila berkelebihan sesuai dengan menstruasi terjadi mastalgia atau nyeri pada payudara; dan nodularitas payudara atau benjol-benjol di payudara. Keadaan ini lazim pula disebut mammary displasia.
Di umur tua terjadi penyusutan yang mengakibatkan berbagai kelainan seperti kiste, kelainan sclerosis dan duct ectasia.



One Response
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
Continuing the Discussion