Skip to content


PUSENKAM 9 (2): DNA ORISINIL

Bahwa seantero jasmani hidup atau mati, fosil sekalipun memiliki DNA sudah dikenal rakyat Indonesia. Bukankah identifikasi korban bom Bali 2002 atau mumi raja-raja Mesir kuno dilakukan dengan uji DNA? Subhanallah.

Kalau demikian adanya dimanakah DNA berikut telomerase yang orisinil?

Ilmu Kedokteran hanya bisa mengatakan bahwa embrio, tumbuh dan berkembang menjadi satu sosok tubuh karena memiliki DNA dan gen (gene) yang memuat informasi genetis untuk menentukan bentuk (phenotype) dan sifat (genotype) setiap sel dalam tubuh lengkap dengan umur dan penggantiannya. Pembentukan jasmani itu dilakukan DNA setelah membuat kopiannya yang dikirimkan keseluruh tubuh lengkap dengan instruksinya. Diketahui juga bahwa DNA baru berfungsi sesudah membuat RNA.

Diketahui juga bahwa semuanya dilakukan berdasarkan protein yang diekspresikan. Mudah dimengerti bahwa semua ekspresi kehidupan ditentukan oleh DNA yang orisinil karena ialah yang membuat RNA berikut kopian serta mengirimkannya keseluruh tubuh

Sebagai muslim kita wajib mempercayai bahwa semuanya sudah tertulis dalam suatu kitab yang nyata seperti firman-Nya dalam surat Al An’aam:059 yang berbunyi, “… dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). Hanya saja ilmu kedokteran belum mengetahui keberadaannya.

DNA orisinil ini sesuai dengan kalbu yang ditulis oleh Imam Ghazali. Ia pula yang membagi ekspresi kalbu menjadi tiga yaitu :Nafs Ammarah, nafsu yang selalu menyuruh pada kejahatan (Yusuf: 053); Nafs Lawammah,yang selalu menyesali diri (Al Qiyamah: 002); dan Nafs Mutmainnah yang tenang (Al Fajr: 027). Bukankah semua perilaku kita terbagi atas tiga nafs ini?

Bahwa salah ekspresi adalah penyebab berbagai penyakit termasuk kanker sudah pula diketahui. Malah FDA (badan POM Amerika Serikat) sudah menyetujui penggunaan antibodi monoclonal (sudah dibicarakan sebelumnya) untuk menetralisir ekspresi yang berkelebihan pada beragam penyakit termasuk Kanker payudara.

Apakah ekspresi yang berkelebihan, penyebab beragam penyakit ini berasal dari DNA orisinil yang disebut sebagai kalbu?

Mungkinkah ia berasal dari DNA orisinil bila angka kematian dan penyakit di dunia ini amat sedikit? Perlu diketahu bahwa angka kematian dunia adalah 9,6 setiap 1000 penduduk dunia setiap tahun. Dari jumlah itu hanya 9,1% yang disebabkan oleh takdir yang tidak dapat ditolak seperti kekerasan (trauma) (Perkiraan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization- WHO tahun 2002 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. Peringkat pertama diduduki penyakit jantung dengan 29.2% dari keseluruhan; dan seterusnya penyakit infeksi, 26.2%; penyakit kanker, 12.5%; trauma, 9.1%; penyakit paru, 6.5%; penyakit ibu dan perinatal, 5.2%; pencernaan, 3.4%; syaraf dan Jiwa, 1.9%; kencing manis 1.7%; penyakit saluran kemih, 1.5%; keturunan, 0.9%; kurang gizi, 0.8%; gizi dan hormon 0.4%; tulang dan otot, 0.2%; dan kulit, 0.1%.

Bahwa ia bukan berasal dari DNA orisinil dibantah Rasulullah saw., dalam hadis dari Ibnu Surai yang menyebutkan, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, hingga lisannya dapat mengungkapkan kehendak dirinya, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, Nasrani atau orang Majusi. (Ibnu Surai, Al Hasyimi: Syarah Mukhtaarul AHaadiits hal 670).

Selain itu semua penyakit yang disebutkan itu mempunyai penyebab ada yang sudah diketahui atau masih dalam dugaan. Hal itupun difirmankan-Nya dalam surat sy Syuraa :030. “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dam Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Yang lebih meyakinkan adalah bahwa bila kesalahan itu terletak pada DNA orisinil, penduduk dunia akan punah. Hal itu mudah bagi-Nya dan dicontohkan-Nya ketika merubah orang menjadi monyet. Firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman, “Jadilah kamu kera yang hina.” (Al Baqarah: 065) Walaupun sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa ini adalah suatu perumpamaan, artinya hati mereka menyerupai hati kera (butir 60 hal 492 tafsir Al Quran) hal itu dapat diterangkan dengan gen otak. Penutupan kode genetis (lihat over ekspresi genetis) akan menutup ekspresi kemanusiaan gen otak baik bentuk (phenotype) ataupun sifat (genotype).

Namun bagi penulis dan mudah-mudahan juga pembaca, DNA orisinil berisikan tiupan Allah swt. ketika menghidupkannya. Firman-Nya, “Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan)- Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur (as-Sajdah: 009). Keterkaitan itu di firmankan-Nya pula dalam firman-Nya:” Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya… (Az Zumar: 042)

Maka mungkinkah kita merubah ekspresi yang berkelebihan di kopian DNA dari bentuk orisinilnya? Firman-Nya, ”… Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka…” (Ar Ra’d: 011)

Bila kita dapat menerima hal yang tidak duniawi ini maka persoalannya adalah bagaimana merubah ekspresi DNA orisinil.

Ia bisa dirubah dengan bantuan-Nya melalui usaha yang dilakukan dengan niat yang kukuh, ilmu yang memadai, informasi terkini dan amal yang sunguh-sungguh dan konsisten. Wallahu alam.

bersambung

Posted in Panutan.

Tagged with , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.