Sesungguhnya malu – thayib dan adab terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya malu makan yang berkelebihan, memilih makanan yang thayib dan memelihara adab dikala makan. Dan semuanya sesungguhnya adalah karunia-Nya untuk segala umat-Nya.
Malu makan berkelebihan
… makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al A’raf: 031) Riwayat dari Ibnu Abbas ra dalam hadits yang berbunyi: ”Orang paling disukai Allah swt diantara kalian adalah yang paling sedikit makannya dan paling ringan badannya. Syarah Mukhtaarul Ahaadiits. Kelebihan energi yang disimpan membawa kegemukan sedangkan kekurangan, busug lapar. Pada anak-anak keduanya mengancam. Kegemukan mengancam kaum yang punya karena saat ini 15% bayi dan 25% anak sekolah mengalami kelebihan berat badan. (Media Indonesia 30 Agustus 2004). Sebaliknya di NTT tercatat 66.686 anak balita mengalami kekurangan gizi dengan rincian kurang gizi 55.543 orang, gizi buruk 11.015 orang, marasmus 122 orang, kwarsiorkor dan busung lapar 6 orang. (Hr. Kompas 8/6/05).
Malu mengkonsumsi makanan dan minuman yang diharamkan
Untuk keselamatan umat-Nya berbagai larangan ditetapkan. Bangkai dan darah dilarang (Al Maidah: 003) karena penuh dengan kuman penyakit. Daging babi (Al Maidah: 003) mungkin karena babi sendiri bermanfaat untuk berbagai penelitian penyakit. Makanan dan minuman yang memabukkan dilarang (Al Baqarah: 219) sedemikian kerasnya hingga tidak dibolehkan shalat (An Nisa: 043). Mabuk akan menutup akal dan menjadi penyebab dari berbagai kejahatan serta penyakit AID akibat HIV. Memilih makanan yabng tayib Makan diwajibkan-Nya (Al A’raf:031) dan disediakan-Nya seperti daging binatang ternak (An Nahl :005); susu (An Nahl:: 066), ikan laut (An Nahl::014). Namun semuanya tidak boleh berkelebihan (Al A’raf: 031) Makanan yang tayib akan meningkatkan aktivitas segala unsur sistem kekebalan seperti makrofag, limfosit, immunoglobulin, monosit dan sel pembunuh lainnya.. Selain itu serat, makanan yang tayib mencegah kanker usus karena menyerap air hingga makanan tidak berlama-lama di usus. Dengan demikian sisa makanan lebih lancar menuju pembuangannya.
Makan yang beradab
Lumatkanlah makanan kalian dengan dzikrulaah dan shalat, dan janganlah kalian tidur setelah makan karena akan menyebabkan hati kalian menjadi kesat (keras). (Aisyah ra). Syarah Mukhtaarul Ahaadiits. Bila makanan tidak dikunyah dengan hitungan zikir yaitu 33 kali, ia akan menyusahkan karena terlalu besar untuk dicerna terutama lemak yang tidak larut dalam air. Posisi bersandar, tidak tegak, ataupun berbaring akan menyulitkan pekerjaannya dan membuat tersedak. Makanan yang menggenang di dasar lidah karena tersisa sewaktu menelan, akan tergelincir ke jalan napas yang membuka sesudahnya.



0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.