Setiap hal yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi perilaku. Misalnya mengucapkan assalamualakum setiap memasuki rumah. Ia menjadi perilaku bila dimulai membiasakannya sebelum anak-anak mengerti apa yang diucapkannya. Kemudian ia menjadi perilaku ketika anak-anak sudah mengerti akan maksudnya. Perilaku ini tertanam di gen otak.
Hal ini tidak berbeda dengan kebiasaan meninggalkan zur dan amalan di bulan Ramadhan. Iapun menjadi budaya dengan puasa yang reguler dan berkesinambungan bila kebiasaan itu tertanam di gen otak. Perubahan ini disebut evolusi.
Bila puasa di bulan Ramadhan adalah ujian untuk menjadi muttaqin maka puasa sunat adalah latihannya. Kecuali yang merasa dirinya serba cukup (Al Alaq: 007), yang berniat lulus tentu akan melakukannya. Bagaimanapun, banyaknya buku yang ditulis menunjukkan bahwa puasa sunat sudah mempunyai tempat tersendiri dalam hati umat muslim.
Bila puasa Ramadhan hukumnya wajib, yaitu mengerjakan berpahala dan meninggalkan berdosa, maka puasa sunat berpahala bila dikerjakan namun tidak berdosa bila ditinggalkan.
Bahwa puasa sunat adalah latihan terlihat dalam beberapa petunjuk antara lain: (1) Sifatnya adalah suatu perlombaan; (2) melaksanakannya lebih sulit dari puasa wajib hingga pahalanya lebih besar; (3) dilakukan dengan sukarela, (4) harus tetap sehat atau tidak mencelakakan; dan (5) toleransi.
Pertama, perlombaan menuju kebaikan diwajibkan-Nya seperti firman-Nya, “… Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan…” (Al Baqarah: 148)
Kedua, sifatnya lebih sulit dibandingkan dengan suasana bulan Ramadhan. Mampu menghindar dari rumah makan dan tempat hiburan yang terbuka lebar tidak ada artnya ketimbang melihat makanan terhidang di rumah. Maka karena lebih sulit, lebih besar pula pahalanya.
Ketiga, ia dilakukan dengan sukarela karena bukankah tidak ada ancaman dosa bila meninggalkannya. Maka tidaklah mengherankan bila makanan tetap terhidang di meja makan rumah sendiri.
”Aku akan beribadah di waktu malam dan berpuasa pada siang hari sepanjang hidupku.”
”Engkaukah yang telah berkata demikian?”
”Akulah yang telah berkata demikian wahai Rasulullah.”
”Engkau tidak akan kuasa melakukannya. Berpuasa dan berbukalah. Tidur dan beribadahlah diwaktu malam. Berpuasalah tiga hari dalam sebulan karena satu kebajikan akan dibalas dengan sepuluh kebajikan. Yang demikian itu adalah menyamai berpuasa satu tahun.”
”Aku mampu melakukan lebih dari itu.”
”Berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari.”
”Aku mampu berbuat lebih dari itu.”
”Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Itulah cara puasa nabi Daud as dan puasa yang sederhana.”
”Aku masih mampu berbuat lebih dari itu.”
”Tidak ada yang lebih baik dari itu.”
Percakapan dengan Rasulullah dan diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru bin al-Ash ra.[i]
Keempat, walaupun beragam bentuk yang diajarkan oleh Nabi saw., ia tidak boleh mencelakakan. Info hadits itu menerangkan bahwa puasa terus menerus tidak mungkin dilakukan orang. Secara khusus Nabi saw., bersabda, ‘…Engkau tidak akan kuasa melakukannya…”
Kelima, sebagaimana layaknya latihan, ia mempunyai toleransi atas hari besar agama yaitu Jumat, Islam; Sabtu, Yahudi; dan Minggu, Nasrani..
Hari Jumat adalah hari raya. Maka janganlah kamu menjadikan harirayamu sebagai hari puasa kamu kecuali kamu puasa satu hari sebelum atau sesudahnya. Riwayat Ahmad.[ii]
Dari Abdullah bin Busr, dari saudara perempuannya bernama as-Shama’, bahwasanya Rasulullah saw., telah bersabda, “Janganlah kamu puasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang telah diwajibkan atas kamu. Jika kamu tidak mendapatkan selain kulit anggur atau kulit pohon, maka kunyahlah itu.” al-Khamsah kecuali an-Nasai.[iii]
Pernah Rasulullah saw., puasa pada hari Sabtu dan Ahad dan beliau bersabda, “Sesungguhnya keduanya merupakan hari raya kaum musyrikin, maka aku ingin memperlain mereka.”[iv]



ini maksudnya exercise atau training ya???hehehe..trims artikelnya dah bikin hati tergerak untuk melaksanakan pelatihan diri,,mumpung umur saya yang masih muda..biar nantinya jadi habitas sehari-hari
Mas Wisnu makasih atas kunjungan dan masukannya. Yah maksudnya dua dalam satu Mas ya excercuse da ya juga training.