Skip to content


Penghentian perdarahan

sistem sirkulasi

gb 1 sistem sirkulasi

Sebelumnya mari kita lihat sekilas sistem sirkulasi darah. Darah dipompa oleh jantung keseluruh tubuh melalui pembuluh nadi atau arteri dan kembali ke jantung melalui pembuluh balik atau vena. Lihat gambar 1, pembuluh itu bercabang seperti pohon. Bila pada arteri darah mengalir dari cabang besar ke kecil (p) maka vena terbalik, dari kecil ke yang besar (q).

Apa yang menggerakkan aliran itu?

katup pada vena

gb 2 katup pada vena

Aliran balik digerakkan oleh otot tubuh dan ditahan oleh katup vena (gambar 2) hingga tidak turun kebawah. Karena itu perdarahan vena akan terlihat sebagai rembesan. Faktor utama penggerak aliran arteri adalah jantung. Maka bila arteri robek darah akan memancur keluar, dan pada arteri yang besar sesuai dengan irama jantung

Ada dua lokasi luka yang perdarahannya yang

arteri brakhialis

gb 3 arteri brakhialis

mungkin dapat dihentikan dirumah yaitu di anggota tubuh, lengan dan tungkai; muka dan kepala. Hal ini mungkin karena daerah itu didarahi oleh satu arteri.

.Gambar 3 memperlihatkan bahwa seluruh lengan dari ketiak sampai ujung jari didarahi oleh arteri brakhialis (brachial artery). Gambar 4, memperlihatkan bahwa seluruh tungkai sejak lipat paha sampai ujung kaki didarahi oleh arteri

arteri femoralis

gb 4 arteri femoralis

femoralis (femoral artery). Gambar 5 memperlihatkan bahwa seluruh leher, muka dan kepala di satu sisi didarahi oleh arteri karotis (carotid artery) sisi yang sama. Tentu saja bila arteri ini ditekan perdarahan di daerah yang didarahinya akan berhenti.

Perdarahan selain kedua lokasi itu tidak mungkin dapat dihentikan dan harus dibawa ke rumah sakit sesudah mendapat pertolongan

arteri karotis

gb 5 arteri karotis

pertama.

Langkah pertama penghentian perdarahan adalah menekan luka.

Semua luka harus ditekan kuat dengan kasa steril dan kalau tidak ada kain bersih juga memadai. Selain tidak mungkin dapat dihentikan, luka di perut dapat mengenai usus; dada, paru-paru; dan pinggang, ginjal hingga harus segera dibawa ke rumah sakit

Kita kembali ke luka di lengan, tungkai, muka, kepala, dan leher.

Bila dengan tekanan yang kuat, perdarahan berhenti maka mungkin ia berasal dari vena. Tekanan dipertahankan dengan memasang plester yang ketat pada kasa atau ikatan yang tidak terlalu ketat pada kain bersih. Korban segera dibawa ke rumah sakit dengan meninggikan bagian badan yang luka dari dada (jantung).

Bila perdarahan terus berlanjut dilakukan penekanan pada arteri yang mendarahi daerah itu dengan jari atau bebat.

Muka, kelapa dan leher dilakukan pada A, gambar 1 yang merupakan titik penekanan arteri karotis. Ia teraba berdenyut di segitiga depan leher persis dibelakang otot sternokleidomastoideus lihat gambar 1 pada tumor leher. Garis dari A, memperlihatkan arah tekanan ke jakun. Namun jangan ditekan terus menerus karena kepala dan leher tidak akan mendapat perdarahan. Karena itu secara berkala, beberapa menit, harus dilepas sekejap. Dalam keadaan ini korban dibawa ke rumah sakit.

Tungkai dilakukan pada B, gambar 1, yang merupakan titik penekanan arteri femoralis. Ia teraba berdenyut di pertengahan lipatan paha. Tekan kearah tulang namun jangan terus menerus. Dalam keadaan ini korban dibawa ke rumah sakit. Bila tidak berhenti maka dilakukan bebat (butir 2 gambar 1), pengikatan didaerah proksimal (lebih dekat ke jantung). Bebat juga harus dilonggarkan secara berkala. Dalam keadaan berbebat ini korban dibawa ke rumah sakit.

Lengan hanya dilakukan dengan bebat (butir 1 gambar 1) disebelah proksimal luka. Berbeda dengan tungkai, penekanan arteri brakhialis tidak mungkin karena letaknya tidak mepet ke tulang. Dalam keadaan berbebat ini korban dibawa ke rumah sakit

Posted in Kedokteran.

Tagged with , , , .


12 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Eka K. says

    Jika terjadi perdarahan hebat tak terduga durante operasi, bisa membuat dokter Bedah deg-degan… Pengamatan dan pengalaman saya, jika operator panik, crew OK jadi ketakutan juga dan suasana tambah kacau dan sumber bleeding pun menjadi susah ditemukan…

  2. Dokter Bahar says

    Jarang sekali kejadian tetapi kalau lagi sial ya bisa aja. Namanya kapten tentu saja auranya ditularkan ke yang lain he he he

  3. cecep sya'ban mubarok says

    ass…..
    terimakasih para ilmuwan indonesia…
    maju terus…
    ciptakan indonesia sehat…
    wass…

  4. Dokter Bahar says

    Mas Cecep, mudahmudah demikian Amin.

  5. Ellysa says

    Assm.dr.Bahar. 2 minggu lalu saya menjalani MRM. Mengapa pd pangkal lengan serta sekitar daerah ketiak tdk terasa apa2 / baal dok? Mengapa spt ada yg mengganjal di ketiak, spt ada tongkat/sesuatu yg menyangga/mengganjal di ketiak saya, apakah ini berbahaya dok, dan apakah bisa hilang? Awalnya sy kira ini karena perban yg direkat kencang. Mohon jawabannya dok, dan tks banyak.

  6. edi s says

    askum Dr.bahar…. mengapa lengan kiri saya lemah, kalau mengangkat beban yang agak berat dikit rasanya mau jatuh beban itu… apakah ada penyumbatan pembuluh nadi atau mungkin yang lain……………

  7. Dokter Bahar says

    Alaikum salam Mbak Ellysa. Makasih ya telah memberikan informasi yang penting ini. Operasi MRM atau modified radckal mastectomy atau pengangkatan payudara beserta kgb ketiak ( tolong koreksi kalau bukan ya) sering dipasang dren untuk drenase perdarahan. Mungkin dren itu masih dipertahankan. Karena itu Mbak sebaiknya segera ke dokter yang melakukan operasi untuk memastikannya..

  8. Dokter Bahar says

    Mas Edi makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Banyak sekali penyakit ataupun kondisi yang dapat menyebabkan kelemahan tangan. Untuk itu sebaiknya Mas ke dokter syaraf untuk melihat apakah ada kelemahan otot atau kerusakan syaraf yang menggerakkan tangan.

  9. Nurry says

    kl terjadi perdarahan di hemangioma, apakah yg harus di lakukan untuk pertolongan pertama..
    terima kasih

    • Dokter Bahar says

      Bila terjadi p0erdarahan, tutup dengan kasa steril yang dibasahi dengan NaCl 0,,9%. Tekan dan plester

  10. Sussy says

    Wah..seneng curhat di blog juga ya dok? ternyata bukan mahasiswa aja, yang udah jadi dokter juga suka nge blog :)
    Salam kenal dok, boleh tukar link..?
    http://blog.umy.ac.id/arsasih



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.