Beberapa hari ini televisi marak dengan hal obat racikan.
Yang perlu diketahui bahwa semua obat baik dari dokter ataupun pengobat alternatif adalah racikan.
Lihatlah beragam obat maag yang dijual di apotik dibawah ini.
Tabel ini memuat tujuh jenis obat kombinasi yang bisa dibeli di pasar bebas. Isi ketujuh obat ini beraneka ragam. Persamaannya adalah semuanya mempunyai kandungan antasid lokal, seperti Mg trisilicate, Al(OH)3, Mg(OH)3, Al glycinate, dimethicone, simethicone, dan dimethylpolysiloxane. Satu di antaranya memakai papaverin yang merupakan golongan opium tetapi berbeda sifatnya dengan morfin.
Lihat pula obat flu dibawah ini yang mengandung pelerai sakit, dekongestan, dan antihistamin.
Nah obat racikan yang dimaksudkan oleh mereka adalah puyer atau serbuk.
Sejujurnya saya tidak mengerti kenapa puyer seolah diharamkan.
Bagi pasien terutama anak-anak ia efektif dan efisien karena beragam obat yang dibutuhkan dapat diminum sekali gus.
Bahwa keberatan penggunaannya adalah tercampurnya berbagai obat sisa adalah masalah kebersihan dokter ataupun apotik yang membuatnya





… yang tentunya sudah ada standar bakunya kan, Dok?
Saya sih seneng aja dapat obat racikan, kalau yang diracik dijadikan puyer adalah obat generik. Kalau yang diracik obat paten yang sudah merupakan racikan pula, wow ngeri…. dari 3 macam obat saja kalau diracik sudah terkandung berapa macam kandungan obat? Mungkin 10-12-an. Apa iya sih obat yang dibutuhkan anak-anak sebanyak itu?
Masalah kebersihan itu merupakan alasan keberatan yang diberitakan oleh televisi Mbak.
Saya sendiri masih meracik obat generik bila ada anak dan keponakan yang sakit dan biasanya sembuh. Tapi memang kurang tepat meracik obat paten walaupun untuk anak-anak.Interaksi yang akan terjadi tak terbayangkan. Makasih Mbak atas kunjungan dan masukannya.
yang perlu diketahui bahwa semua obat baik dari dokter ataupun pengobat alternatif adalah racikan.
( maaf dok, apakah dibenarkan dokter memberi obat….????
Mas Agung, makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Tentu saja dokter kompeten memberikan obat karena apotik hanya perpanjangan tangan dokter memberikan obat yang diresepkan oleh dokter. Di pedesaan dimana tidak ada apotik, obat diberikan langsung oleh dokter.
Betul sekali dok! Justru memang masalah kebersihannya yg saya / masyarakat permasalahkan.. karena saya tidak tahu kehygienisan si apotekernya… dan gak ada jaminan atas itu..
Mas Ali makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Bila ada kecurigaan saya anjurkan untuk menebus resep di apotik lain
Menurut saya kalau bicara kebersihan, mungkin dapur restoran jauh ‘lebih tidak bersih’ dari apotik. Toch makanan yg dihidangkan tidak pernah dipermasalahkan, ya…..
Mas Timo makasih atas kunjungan dan komentarnya. Mungkin karena yang makan di restoran adalah orang sehat sedangkan yang membeli obat, orang sakit yang daya tahan tubuhnya menurun.
Masalahnya dok..apa sudah pernah kejadian talang yang digunakan untuk menumbuk racikan obat..yang tidak pernah dibersihkan menimbulkan efek yang berbahaya misalnya keracunan obat..sy kira belum pernah ada kasusnya karena rata-rata di semua PKM yang ada diwilayah kami khususnya tempat sy pernah bekerja belum pernah ada keluhan..jadi selama ini kebiasaan yg tergolong kategori buruk itu terus dilakukan….kalau di apotek kan pasien tidak tau apakah tallangnya dibersihkan atau tidak??….protap profesi farmasi yg harus diperketat…
Mas Ihm makasih ya atas komentarnya. memang masalah itu belum dibuktikan tetapi bukankah kebersihan itu sangat penting.
Dok sy mau tny bgaimana aturan pakai jika dlm 1 rsep racikan da obat anti mual dan ada obat nyeri seperti domperidon dan asam mefenamat. Setahu sy k dua obt tu aturn pakai brbeda, sy mau tny bgaimana aturan pakainya jka k2 obat tu d campur? Dan brapa lama puyer bsa di simpan? Terima kasih
Mbak Nia makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Halitu akan saya tanya dulu kepada ajlinya. sabar ya.