Skip to content


PUSENKAM 10: Niat, Ilmu, Informasi, Amal, dan Bantuan-Nya

Monumen Perang Yarmuk

Monumen Perang Yarmuk

Petunjuk yang sudah teruji kebenarannya tentang hubungan antara niat, ilmu, informasi, amal dan bantuan-Nya datang dari Khalid bin Walid ra dalam Perang Yarmuk, Agustus 634. Faktor Muhammad saw., pribadi dapat disingkirkan karena perang itu terjadi sepeninggalnya.

Khalid bin Walid ra adalah contoh nyata perubahan ekspresi genetis. Ia adalah Jenderal Kavaleri Quraish yang mengalahkan pasukan Muslim di Uhud (625) Tiga tahun kemudian (628) ia memeluk Islam. Setahun kemudian (629) ia digelari langsung oleh Rasulullah Muhammad saw, sebagai Syaifullah, Pedang Allah. Mematahkan sembilan pedang ia menyelamatkan Islam dari kekalahan yang memalukan dalam perang Mu’tah. Tidak terkalahkan dalam lebih dari seratus perang, ia diakui Encyclopædia Britannica Online. 17 Oct. 2006 sebagai seorang panglima yang terbesar dalam sejarah dunia.

Perang Yarmuk adalah puncak karir Khalid bin Walid ra. sebagai Jenderal Kavaleri.

Awal 634, gerakan 30.000 pasukan muslim yang dipimpin oleh tiga Jenderal Islam yaitu Abu Ubaidah, Yazid bin Abu Sufyan dan Amr bin Ash, tertahan selama 2 bulan di tepi sungai Yarmuk oleh 240.000 pasukan Romawi Timur. Dalam suasana yang tidak menentu itu Khalifah Abu Bakr ra, , Pimpinan Tertinggi Imperium Islam, mengatakan, “Dengan Khalid akan kubuat Rumawi melepaskan bisikan setan.” [i]

Pada saat itu Khalid bin Walid ra baru saja. Dengan perintah itu Khalid “Pedang Allah” bin Walid ra, beserta pasukannya, sehari sesudah mengalahkan imperium Persia, melintasi gurun Sahara, dari medan perang ke Syam (sekarang Syria), wilayah Kekaisaran Romawi Timur. Dalam taklimatnya, ia mengatakan, “…Ketahuilah bantuan itu datang sesuai dengan niat kita dan pahalanya sesuai dengan amal perbuatan kita. Tidak pada tempatnya seorang muslim akan memperhatikan yang lain disamping pertolongan Allah.” [ii]

Niat yang kukuh terkumandang dari taklimat. Amal yang lebih menyukai syahid terlihat dari kenekatan 40.000 mujahidin Islam melawan 240.000 tentara legiun Romawi, pasukan elite masa itu. [iii]

Informasi adalah berita tentang sesuatu dan itu dimiliki Khalid dari pengalamannya melawan pasukan Romawi di berbagai benteng yang ditaklukkannya, sepanjang perjalanannya ke Yarmuk. Sedangkan informasi dari Al Quran adalah firman-Nya, “Kalau dari kamu ada dua puluh orang yang sabar dan tabah mereka akan mengalahkan dua ratus; kalau dari kamu ada seratus mereka akan mengalahkan seribu orang kafir (Al Anfal: 065).

Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang tersusun dalam sistem untuk menerangkan gejala tertentu. Ilmu perang, strategi ataupun akalnya tidak tertandingi di masa itu.

Dan hanya dalam seminggu dengan bantuan-Nya, Khalid bin Walid ra dapat mengalahkan pasikan Byzantium itu. Dalam perang Yarmuk terbunuh 70,000 – 120,000 pasukan Byzantium dan 4,000 pasukan Islam.

Dimanakah bantuan-Nya dalam perubahan ekspresi genetis itu? Sulit dicerna seorang Jenderal Quraish dalam seketika menjadi Syaifullah.  Sulit dicerna bahwa Panglima Tertinggi Islam itu dengan ikhlas mundur dari jabatannya Jenderal Islam di puncak karirnya oleh Umar ra. Sulit dicerna bahwa dibalik pakaian sutranya yang gemerlapan ia memakai pedang. Tidak ada kata lain selain dibalik keperkasaannya terletak kesederhanaan.


[i] Muhammad Husain Haekal (terjemahan Ali Audah) : Abu Balar As-Siddiq, cetakan kedua, Litera AntarNusa, Jakara tahun 2001, hal 279

[ii] Taklimat Khalid bin Walid ra pada pasukannya. Muhammad Husain Haekal (terjemahan Ali Audah) : Abu Balar As-Siddiq, hal 279

[iii] Muhammad Husain Haekal (terjemahan Ali Audah) : Abu Balar As-Siddiq, hal 288

Posted in Panutan.

Tagged with , , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.