Skip to content


PUSENKAM 6: Bantuan-Nya beroleh takwa

evolusi dan mutasi

evolusi dan mutasi (Eckhardt)

Apakah Anda merasakan langit akan runtuh ketika puasa Ramadhan batal pada hari ke duapuluhsatu?

Bila demikian halnya maka Anda sudah memperoleh satu dari berbagai ekspresi ketakwaan.

Namun bagaimanakah memperolehnya?

Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh sains dengan duplikasi, evolusi dan mutasi.

Malu, buah dari takwa dapat dijadikan sebagai contoh teori duplikasi.

Pernahkah Anda memperhatikan seorang anak umur 10 tahun yang menangis karena pipis ditempat tidur. Ia malu kepada orang tuanya. Ia malu karena tidak pipis di kamar mandi.

Ini menunjukkan peran gen otak dalam pembelajaran anak dengan akal yang diilhamkan-Nya. Gen otak membelah dua untuk menyerap satu kepandaian. Gen asal akan tetap dengan kebiasaannya sedangkan yang baru akan bermutasi untuk membiasakan diri dengan kepintaran baru. Pipis di tempat tidur adalah kebiasaan atau amal yang lama sedangkan di kamar-mandi merupakan amal baru. Keduanya akan bersama dalam suatu waktu. Amal yang baru akan menetap bila amalan lama menghilang

Evolusi adalah perubahan phenotype yang terjadi berangsur-angsur dalam waktu yang sangat lama.

Menurut dugaan Agustin Fuentes, perubahan itu berhubungan langsung dengan budaya. Hal itu terlihat dari hilangnya kemampuan otak untuk membuat vitamin C karena manusia mulai mengenal sayur. Demikian juga dengan tidur dialam terbuka bagi ras Negro dan igloo bagi ras Eskimo sesudah biologi tubuhnya berubah. Ataupun walaupun sama luas permukaan tubuhnya, ras Negro, yang hidup didaerah panas, bertubuh tinggi dan kurus untuk secepatnya melepas panas sedangkan Eskimo, didaerah dingin, pendek dan gemuk untuk menahan panas namun berbeda bentuknya. (Eckhardt,B.R .: The Study of Human Evolution., Mc Graw, NY, 1979)

Perubahan gen yang permanen atau menetap disebut mutasi.

Pembuktiannya baru dapat dilakukan pada binatang. Bahwa suatu lingkungan tertentu dapat merubah genotype dilaporkan oleh John Cairns pada bakteri.

Evolusi dan mutasi yang terjadi karena budaya ataupun perilaku terjadi dengan ketetapanNya, tanpa usaha sendiri dari manusia yang bersangkutan. Benarlah firmanNya: “Bagi tiap-tiap umat telah kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan ” (QS Al Hajj: 67)

Namun evolusi dan mutasi menuju ketakwaan adalah dengan usaha sendiri sebagaimana firman-Nya, “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran di mula dan di belakanganya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka sekain Dia. (Ar Ra’d: 011)

Bagi orang-orang beriman waktu yang sangat lama itu dipermudah-Nya dengan sangat bermakna. Diriwayatkan dari Abi Sa’id Al-Khudri ra, dia telah berkata: Rasulullah saw teah bersabda, “Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.” (Mahalli: Hadis-hadis Muttafaq ‘Alaih hal. 552). Selanjutnya lima kali shalat sama dengan lima puluh kali shalat (riwayat Ibnu Syihab dari Ibnu Abbas dan Abu Habbah al-Anshari dalam Albani: Ringkasan Shahih Bukkari hal 150).

Kemudahan itu mencerminkan kasih-Nya dan pahala atas usaha bila diingat bahwa puasa Senin Kamis selama 1 tahun sama artinya dengan menancapkan ekspresi ketakwaan selama 67.900 tahun, sedangkan 5 tahun, 339.500 tahun.

Kepustakaan menyebutkan bahwa waktu itu jauh lebih lama dari seleksi alamiah gen otak yang berlangsung dalam 10.000 tahun silam.

Posted in Panutan.

Tagged with , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.