Skip to content


Muntah saat kemoterapi

Muntah, bukan hanya momok setiap pasien dengan kemoterapi tetapi juga bagi dokternya. Mengharukan melihat pasien terbungkuk dan mengeluarkan isi perutnya dari mulut dan kadang-kadang hidung dengan suara yang khas. Ibn Butlan melukiskannya dalam sebuah lukisan di buku Taqwim al-Sihhah bi al-Asbab al-Sittah atau Memelihara Kesehatan.

Muntah

Muntah

Untuk mengatasinya diperlukan kerjasama yang baik dengan pasien. Dokter melakukan dengan caranya yaitu premedikasi atau pemberian obat-obatan sebelum kemoterapi. Pasien juga dengan caranya yaitu mengatur pola hidup, paling kurang selama menjalani kemoterapi.

kemoterapi (pasien pribadi)

kemoterapi (pasien pribadi)

Sebab musabab muntah akibat pada kemoterapi belum diketahui dengan pasti. Bagaimanapun pasti ada hubungannya dengan pusat muntah dan asam lambung. Karena itu saya selalu memberikan empat golongan obat sebagai premedikasi yaitu: dexamethason, antihistamin, ondansetron dan ranitidine.

Dexamethason digunakan untuk dua hal. Pertama, ia dapat mengatasi alergi. Kedua ia akan bersinergi dengan ondansetron.

Ondansetron adalah anti muntah yang bekerja di pusat muntah dan syaraf perifer. Efek samping obat (ESO) nya sedikit paling-paling susah berak dan sakit kepala.

Antihistamin juga dimaksudkan untuk mengatasi alergi.

Ranitidine, berguna untuk mengurangi asam lambung.

Tidak kalah pentingnya adalah peran pasien. Nasihat saya pada pasien meliputi pola hidup di rumah seperti istirahat, obat, makanan dan minuman; serta sewaktu menjalani kemoterapi.

Istirahat: pasien harus cukup istirahat. Bila susah tidur, istirahat dilakukan dengan mengalihkan perhatian dengan melakukan kesukaan masing-masing apakah membaca, mendengar musik atau menjahit dlsb. Obat: jangan lupa memakan obat anti muntah sesuai dengan petunjuk dokter.

Makanan: tidak perlu puasa sebelum kemoterapi seperti yang dianjurkan selama ini. Minum banyak jus jambu (dari dr Heri Fajari SpPD k HEMONK) dan banyak sayur. Jangan makan yang merangsang seperti sambel, banyak lemak. Susu boleh. Daging ayam boleh tetapi lainnya dibatasi. Minum banyak. Jangan minum alkohol dan hentikan rokok.

Sewaktu kemoterapi, bagi yang menyenangi musik bawalah alat musik dan makanan kecil. Saat kemoterapi Anda boleh mengemil dengan buah-buahan atau cracker (roti kering). Jangan tegang karena akan mempersulit pemasangan infus. Bagi yang tidak tahan diinfus sekarang ada alat yang dapat ditanam di bawah kulit untuk memudahkan pemasangan kemoterapi.

Posted in Onkologi, Umum.

Tagged with , , , , .


16 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Ayni Sumiaty says

    Saya mau sharing, mengenai obat muntah untuk penderita kemoterapi.
    Ibu saya kena kanker payudara (Harus dikemo 6x), diobati oleh Dr.Walta Gautama (di RS.Mitra Kelapa Gading& RS.Dharmais).
    Beliau memberikan obat Paloxi untuk anti muntah.
    Dan tambahan lagi untuk mencegah terjadi sariawan, Dr. pesan, pada saat obat kemo sedang dimasukkan melalui infus, ibu saya harus mengunyah buah, sehingga kelenjar liurnya aktif untuk mengurangi terjadinya sariawan.
    Ternyata benar ibu saya tidak pernah muntah sekalipun dan tidak ada sariawan satupun sampai saat ini telah menjalani kemo ke 5.
    Untuk menaikkan HB yg drop, minum jus Bit merah setiap hari 1gelas.
    Saya harap dengan sharing di milis suara Dokter ini, ini merupakan input buat Dokter Onkologi yang lain, supaya pasien kanker yg sedang menjalani kemo bisa diberitahukan tip2 diatas. Terima kasih banyak untuk Dr.Walta Gautama, Sang Penyelamat.

  2. Dokter Bahar says

    Mbak Ayni makasih atas kunjangan dan informasinya. Memang betul muntah dan sariawan adalah langganan pada kemoterapi. Ia bisa dicegah dengan obat dan buah-buahan.

  3. Nita Saptarini says

    Sama seperti ibu mbak Ayni, saya juga disarankan hal yang sama oleh Dr Walta Gautama (menggunakan Paloxi 1 vial). Dan alhamdulillah, smp saat ini (kemo sistemik 5 kali – kurang 2 kali lagi), saya tidak (jangan sampai) mengalami sariawan ataupun mual muntah. Satu lagi pesan dokter baik hati yang sangat terbuka dengan bermacam pertanyaan ini adalah : “dibawa santai saja”. Seperti permainan pikiran bahwa kalau dipikir sakit akan sakit dan dipikrkan sehat ya akan sehat, begitu. Alhasil setiap kemo, saya seperti piknik, bawa camilan, minuman (termasuk yoghurt atau yakult), buku bacaan ataupun mendengarkan lagu2. Kakak saya selalu bilang : yuk, kita piknik :D

  4. Dokter Bahar says

    Mbak Nita makasih atas kunjungan dan masukannya.

  5. Triyono says

    Yth. Dr. Bahar Azwar,
    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya pernah menjalani chemotherapy dari Agustus 2007 hingga Januari 2008, karena adenocarsinoma stadium IV pada paru kiri saya. Metastasis sudah sampai di Costae VIII dan IX. Menurut Dokter yang merawat, saya harus mengulang chemotherapy ini setelah dua tahun dari chemotherapy terakhir. Mohon pencerahan kira-kira apa tujuannya? Apakah setelah dua tahun ada indikasi kanker akan mulai menyebar lagi?. Sebelumnya terima kasih atas perhatian dokter.

  6. Dokter Bahar says

    Mas Triyono makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Terlebih dahulu saya akan mencoba menulis tentang kanker paru mudahmudahan dapat segera diterbitkan.
    Kemoterapi mempunyai jangka waktu yang tertentu baik interval, apakah setiap minggu, 2 minggu atau 3 minggu dan lamanya, apakah enam kali atau 12 kali dst. Interval dan lama ini berbeda untuk setiap obat kemoterapi. Bila dokter menyuruh ulang setelah 2 tahun, bukan berbarti kanker mulai menyebar tetapi untuk melengkapkan pengobatan.

  7. Nina says

    Apakah derajat keganasan kanker payudara pada pasien usia muda lebih agresif? Sy usia 28thn stadium 3b hasil imunhistokimia positif smua kecuali ER & PR. Jd apa penyebab tumor markernya? Sy kemo 4x operasì kemo lg 4x dan radiasi 30x.

  8. Dokter Bahar says

    Mbak Nina, makasih atas kunjungan dan masukannya. Memang betul kanker payudara usia muda lebih ganas dibandingkan dengan sebaliknya. ER dan PR yang negarif tidak ada hubungannya dengan tumor marker tetapi menunjukkan bahwa pengobatan hormonal tidak sesuai untuk penyakit mbak Nina. Karena itu dokter memakai tiga modalitas pengobatan yaitu operasi, kemoterapi dan radiasi.

  9. Arica Andara says

    kalau boleh saya tahu, bagaimana ya tahapan pengobatan kanker secara kemo terapi?

  10. Dokter Bahar says

    Mbak Arica makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Kemoterapi adalah pengobatan sistemik yaitu bila sel kanker sudah berada di darah. Bisa lanjut seperti kanker payudara yang sudah menjalar sampai ke paru atau limfoma yang memang mengalir di dalam darah. Biasanya dokter selalu memulai dengan kemoterapi yang standard dan bila tidak ada kemajuan baru beralih ke obat yang lebih canggih

  11. Juna says

    Saya terkena tumor payudara ganas stdium 3,untuk laki2 terkesan aneh,dan saya sudah 3x operasi slama 8th penyakit ini..Trkhir operasi,radiasi 25x,kemo 4x blum slse,.Pertanyaan’y -apakah tahap trsebut kira2 sudah cukup menurut dokter bahar,trima kasih

  12. Dokter Bahar says

    Mas Juna makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Walaupun jarang sekali memang kanker payudara dapat menyerang lelaki. Paket pengobatan itu sudah lengkap untuk saat ini, namun walaupun demikian kanker itu dapat menyerang lembali. Untuk itu Mas Juna harus tetap kontrol secara teratur.

  13. lutfiah mulloh says

    adik saya terkena carsinoma papiller tyroid…telah dioperasi yang kanan,tiba2 hasil PA yg kiri kelenjarnya cenderung ganas dan akan dioperasi lagi..akankah ada pengobatan lanjutan setalah itu..misalkan kemo atau sinar.makasih

  14. Dokter Bahar says

    Mbak Lutfiah makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Memang satu-satunya pengobatan untuk ca papiler tiroid adalah operasi. Bila sesudah operasi timbul rekuren atau penyakit itu datang lagi baru disinar.

  15. Arica Andara says

    Dokter, saya baca di salah satu WEB, disana dikatakan bahwa paseian yang menderita Kanker Payudara setelah mengkonsumsi pengobatan kemoterapi, herceptin, tykerd, xeloda, dan radiasi meninggal bukan dikarenakan Kanker Payudara, tetapi obat-obatan yang menyebabkan metastase ke otak, radang paru-paru, dan kerusakan hati.
    Bagaimana dengan hal itu dok?

    Ibu saya pada tahun 2008 mengangkat payudara sebelah kanan dan didiagnosa akan meninggal 3-6 tahun kemudian.
    Tahun 2010 setelah melahirkan adik saya yang paling kecil, payudara kanan ibu saya tiba-tiba terasa sakit dan diperiksa ke dokter ternyata kanker.
    Nopember 2010 ibu saya menjalani kemoterapi sebanyak 7 kali dan pada maret 2011 payudara kanan diangkat.
    Setelah payudara kanan diangkat ternyata kelenjar getah bening di lengan kiri membengkak sehingga ibu saya harus melanjutkan Herceptin, padahal seharusnya setelah diangkat payudara akan disinar/radiasi.
    Akhir desember 2011, ibu saya ikut dalam kegiatan outbound dan pingsan setelah mengkonsumsi kopi & durian pada rentan waktu yang tidak terlalu jauh.
    setelah itu dibawa ke RS dan ditangani oleh dokter yang memegang kemoterapi ibu saya.
    Dokter mengatakan bahwa kanker sudah metastase ke otak, dan ibu saya mengkonsumsi Tykerb&Xeloda dan ibu saya bilang terasa sekali efekknya.
    Ibu saya telah melalui 10X sinar baru-baru ini.

    Bagaimana dengan ini dok?
    Apakah ibu saya akan tetap melanjutkan konsumsi obat-obatan tersebut?
    Atau beralih ke obat-obatan tradisional?

    • Dokter Bahar says

      Mas makasih atas catatan ini. Pertama saya sangat tidak setuju dengan kalimat akan meninggal itu. Hal itu hanya Allah swt yang mengetahui. Sering pasien yg sdh demikian gawatnya dapat bertahan dan hidup seperti biasa. Kedua memang kemo obat resiko tinggi. Karena itu selain ilmu diperlukan juga empati. Ketuga yang pasti metastasis otak bukan disebabkan oleh obat karena itu memang perjalanan kanker. Saya usul Mas mencari second opinion dengan ahli bedah onkologi.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.