<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Monoclonal Antibody Therapy</title>
	<atom:link href="http://www.suaradokter.com/2009/01/monoclonal-antibody-therapy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.suaradokter.com/2009/01/monoclonal-antibody-therapy/</link>
	<description>Griya Curhat Sang Dokter</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 06:43:40 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2009/01/monoclonal-antibody-therapy/comment-page-1/#comment-178</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 10:51:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=674#comment-178</guid>
		<description>Mbak, memang demikianlah adanya. Radiasi interna untuk tiroid sudah ada di Bandung tahun 1980an. Saya akan mencoba mnulis tentang informsi fasilitas itu. Makasih atas kunjungan dan masukannya Mbak Titah. Salam manis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak, memang demikianlah adanya. Radiasi interna untuk tiroid sudah ada di Bandung tahun 1980an. Saya akan mencoba mnulis tentang informsi fasilitas itu. Makasih atas kunjungan dan masukannya Mbak Titah. Salam manis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Titah</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2009/01/monoclonal-antibody-therapy/comment-page-1/#comment-177</link>
		<dc:creator>Titah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 06:10:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=674#comment-177</guid>
		<description>Betul Dok, 3 minggu lalu saya mengunjungi penderita ca thyroid yang rutin menjalani radiasi interna (radionuclide?) di RSU Dr. Soetomo. Tapi di luar kita tidak pernah mendengar bahwa di Indonesia ternyata ada juga terapi kanker semacam itu.

Kalau begitu saya tunggu tulisan Dokter Bahar tentang perkembangan  terkini teknik-teknik pengobatan kanker di Indonesia ya, termasuk di mana saja fasilitas tersebut tersedia. Nanti saya upload di rumahkanker.com. :-)
Terima kasih sebelumnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul Dok, 3 minggu lalu saya mengunjungi penderita ca thyroid yang rutin menjalani radiasi interna (radionuclide?) di RSU Dr. Soetomo. Tapi di luar kita tidak pernah mendengar bahwa di Indonesia ternyata ada juga terapi kanker semacam itu.</p>
<p>Kalau begitu saya tunggu tulisan Dokter Bahar tentang perkembangan  terkini teknik-teknik pengobatan kanker di Indonesia ya, termasuk di mana saja fasilitas tersebut tersedia. Nanti saya upload di rumahkanker.com. <img src='http://www.suaradokter.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Terima kasih sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2009/01/monoclonal-antibody-therapy/comment-page-1/#comment-175</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 10:56:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=674#comment-175</guid>
		<description>Mbak Titah, bukankah itu missi kita yaitu mengenalkan apa yang kita punya hanya sayang sebagian terlalu sibujk untuk menulis. Harganya cukup mahal yatu +/- 20 juta per kali pemberian setiap 3-4 minggu selama 1-2 tahun.. He he he kita jiga radiasi interna lho Mbak al untuk Ca thyroid  dan Ca cervix. Makasih Mbak Titah atas kunjungan dan masukannya/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Titah, bukankah itu missi kita yaitu mengenalkan apa yang kita punya hanya sayang sebagian terlalu sibujk untuk menulis. Harganya cukup mahal yatu +/- 20 juta per kali pemberian setiap 3-4 minggu selama 1-2 tahun.. He he he kita jiga radiasi interna lho Mbak al untuk Ca thyroid  dan Ca cervix. Makasih Mbak Titah atas kunjungan dan masukannya/</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Titah</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2009/01/monoclonal-antibody-therapy/comment-page-1/#comment-173</link>
		<dc:creator>Titah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:18:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=674#comment-173</guid>
		<description>Pertama kali membaca istilah antibodi monoklonal di koran, apalagi diembel-embeli kata &quot;pengobatan terkini&quot;, saya kira terapi ini cuma ada jauh di luar negeri sono. Kebetulan memang saya membacanya di iklan pengobatan kanker luar negeri. Tidak tahunya di sini sudah banyak dipakai, hanya tidak disebutkan istilahnya. Dokter yang merawat ibu saya dua tahun lalu hanya menyebutnya &quot;obat lain yang cukup mahal&quot;. 

Juga, saya baru tahu bahwa krioterapi bahkan sudah bisa dilakukan di puskesmas (tertentu), bersamaan dengan prosedur IVA untuk skrining kanker serviks. Padahal, lagi-lagi, sebelumnya saya hanya baca istilah itu di iklan pengobatan kanker di luar negeri. 

Coba dokter-dokter di Indonesia mau mengedukasi pasiennya dengan perkembangan-perkembangan baru ini, pasti pasien lebih percaya bahwa teknik pengobatan kita tidak kalah dengan luar negeri. Pasti tidak terlalu banyak pasien yang lari ke luar negeri untuk mencari &quot;pengobatan mutakhir&quot;. Pasien tahunya pengobatan kanker di Indonesia itu cuma bedah, kemo, dan radiasi (eksternal).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama kali membaca istilah antibodi monoklonal di koran, apalagi diembel-embeli kata &#8220;pengobatan terkini&#8221;, saya kira terapi ini cuma ada jauh di luar negeri sono. Kebetulan memang saya membacanya di iklan pengobatan kanker luar negeri. Tidak tahunya di sini sudah banyak dipakai, hanya tidak disebutkan istilahnya. Dokter yang merawat ibu saya dua tahun lalu hanya menyebutnya &#8220;obat lain yang cukup mahal&#8221;. </p>
<p>Juga, saya baru tahu bahwa krioterapi bahkan sudah bisa dilakukan di puskesmas (tertentu), bersamaan dengan prosedur IVA untuk skrining kanker serviks. Padahal, lagi-lagi, sebelumnya saya hanya baca istilah itu di iklan pengobatan kanker di luar negeri. </p>
<p>Coba dokter-dokter di Indonesia mau mengedukasi pasiennya dengan perkembangan-perkembangan baru ini, pasti pasien lebih percaya bahwa teknik pengobatan kita tidak kalah dengan luar negeri. Pasti tidak terlalu banyak pasien yang lari ke luar negeri untuk mencari &#8220;pengobatan mutakhir&#8221;. Pasien tahunya pengobatan kanker di Indonesia itu cuma bedah, kemo, dan radiasi (eksternal).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2009/01/monoclonal-antibody-therapy/comment-page-1/#comment-172</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 21:23:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=674#comment-172</guid>
		<description>Terimakasih Mas atas kunjungan dan masukannya. Ada beberapa kanker lainnya disamping NHL dan juga penyakit lainnya yang diobati dengan monoclonal antibody. Eh siapa nama babenya mungkin saya kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih Mas atas kunjungan dan masukannya. Ada beberapa kanker lainnya disamping NHL dan juga penyakit lainnya yang diobati dengan monoclonal antibody. Eh siapa nama babenya mungkin saya kenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Caesario</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2009/01/monoclonal-antibody-therapy/comment-page-1/#comment-171</link>
		<dc:creator>Caesario</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 16:08:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=674#comment-171</guid>
		<description>Assalamualaikum dokter Bahar,

Wah dok menarik sekali ya, karena selama ini setahu saya dok, pengobatan antibodi monoklonal hanya dilaksanakan pada pasien Limfoma. Dan memang papa saya seorang ahli di bidang hemato-onkologi. Dan untuk tambahan dokter, sekarang ini Roche sedang gempar mengembangkan kemoterapi dengan menggunakan Rituxin / Rituxab, karena papa saya juga seorang peneliti yang dibiayai oleh Roche untuk kemoterapi jenis ini. Insya Allah secepatnya saya nanti sampaikan ke dokter mengenai artikel tentang Rituxin. Sukses selalu buat dokter.

Wassalamualaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum dokter Bahar,</p>
<p>Wah dok menarik sekali ya, karena selama ini setahu saya dok, pengobatan antibodi monoklonal hanya dilaksanakan pada pasien Limfoma. Dan memang papa saya seorang ahli di bidang hemato-onkologi. Dan untuk tambahan dokter, sekarang ini Roche sedang gempar mengembangkan kemoterapi dengan menggunakan Rituxin / Rituxab, karena papa saya juga seorang peneliti yang dibiayai oleh Roche untuk kemoterapi jenis ini. Insya Allah secepatnya saya nanti sampaikan ke dokter mengenai artikel tentang Rituxin. Sukses selalu buat dokter.</p>
<p>Wassalamualaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

