Di Indonesia, mastektomi masih merupakan andalan pengobatan kanker payudara (KPD). Breast conserving surgery atau operasi dengan menghemat payudara hanya dilakukan bila indikasi terpenuhi dan atas pemintaan pasien. Indikasi itu adalah: T1, tumor <2 cm + N0-1, kelenjar ketiak tidak teraba atau teraba tapi tidak melengket ke sekitarnya dan + M0, tidak ada metastasis jauh.
Langkah pertama adalah memberikan informasi lengkap dalam bahasa awam dan meminta pesetujuan operasi atau informed consent. Bahasa awam diperlukan untuk menyamakan persepsi pasien dan dokter hingga tercapai kesepakatan antara batasan sembuh dan usaha.
Informasi itu adalah sbb.
|
Bahasa pasien |
Bahasa dokter |
|
Mudah-mudahan operasi ini dapat menyembuhkan. |
Sifat operasi kuratif |
|
Mudah-mudahan operasi ini dapat menghilangkan bau yang tidak nyaman dlsb |
Sifat operasi paliatif |
|
Kita juga akan membersihkan ketiak yang mungkin sudah terkena penyebaran |
Jensi operasi adalah mastektomi radikal atau modifikasinya |
|
Kita hanya mengangkat payudara saja |
Jenis operasi mastektomi sederhana |
|
Ibu harus dapat obat dulu supaya kanker yang ganas itu terkendali |
Ibu memerlukan kemoterapi neoajuvan (KNA) |
|
Bila obat itu tidak berhasil yah ibu kita sinar saja ya |
Bila KNA gagal dilanjutkan dengan radiasi |
|
Bila ternyata sudah menjalar ke ketiak ibu perlu tanbahan obat |
Ibu memerlukan kemoterapi ajuvan |
|
Ibu harus datang bulan depan ya dst |
Kontrol pasca pengobatan |
|
Bila tumbuh lagi, ibu kita periksa ulang ya |
Residif, ibu reassessment |
|
Luka operasi perlu kita tambal dengan kulit dari paha ya. |
Ibu memerlukan skin graft |
|
Yah kalau ibu tidak setuju operasi dapat disinar |
opsi lainnya seperti radiasi pada KPD st III/IV |
Sesudah pesetujuan diperoleh pasien dipersiapkan untuk menghadapi operasi.
Persiapan itu dilakukan sebelum operasi.
Kecuali atas indikasi khusus: dari laboratorium diperiksa hemoglobin, hitung lekosit, hitung trombosit, waktu perdarahan, waktu pembekuan, faal ginjal: ureum dan kreatinin; faal hati : serum GOT (Glutamyl oxaloacetic transaminase), serum GPT (Glutamyl pyruvic transaminase) dan albumin); gula darah sewaktu; radiologi foto thorax; pemeriksaan elektrokardiografi. Rujukan dilakukan untuk menilai toleransi narkose kepada dokter ahli penyakit dalam.
Sesudah dokter ahli penyakit dalam menyatakan toleransi baik untuk narkose, saya selalu melakukan rawatan pra bedah 3 hari untuk memberikan obat-obatan anti perdarahan dan vitamin. Darah saya siapkan sebanyak 1 liter.
Operasi dilakukan sesudah pasien menjalani puasa selama 6 jam.
Kateter urine dipasang untuk memonitor cairan masuk dan keluar.
Sesudah pasien ditidurkan, dilakukan tindakan aseptik dengan mencuci tangan dan memakai baju steril. Kemudian tindakan antiseptik dengan mencuci daerah operasi. Batas samping nya adalah setengah dada disebelahnya dan setengah punggung sisi operasi termasuk setengah lengan atas dan seluruh ketiak. Batas atas setengah leher dan bawah kira-kira sejajar dengan pusat.
Selesai doa dipanjatkan dan bismillah, operasi dilakukan.
Terlebih dahulu dibuat pola sayatan lebih kurang 2 cm disekeliling tumor dengan mengikutkan puting susu dan batas pembebasan jaringan yaitu batas clavivula, m. latissimus dorsi, awal dari m. rectus dan ketiak (lihat gambar 1).
Kemudian dibuat flap kulit setipis mungkin sampai batas pembebasan.
Sesudah batas itu dicapai dimulai pembebasan
payudara dari otot dinding dada (m. pectoralis major) dengan menyertakan fascia (gambar 2) yang dimulai dari tengah (medial). yang berhenti pada batas bawah otot (gambar 3). Kemudian otot yang dibawahnya (m. pectoralis minor) disisihkan dari m. intercostales hingga vena axilaris dapat dikenal (gambar 4).
Sesudah cabang-cabangnya diikat, lemak berserta kelenjar di bawah vena di angkat (gambar 5) beserta payudara yang sudah bebas itu tanpa terputus (en bloc).
Sesudah perdarahan diatasi, flap kulit dijahit dengan meninggalkan dren untuk mengatasi hematoma atau penumpukan darah akibat rembesan. Biasanya perdarahan minimal dan transfusi darah tidak diperlukan.
Umumnya perdarahan dari dren akan berkurang pada hari ke 2 pasca bedah dan rata-rata pasien pulang pada hari ke 4. Hari ke 7, pasien kontrol dan hasil pemeriksaan jaringan sudah selesai.










Assm.Dokter Bahar,
Jadi seperti itu ya Dok, operasi mastektomi, terima kasih Dok, artikel ini sangat berguna bagi saya. Umur saya 35 thn. Saya menderita DCIS, dengan ukuran tumor <2cm. Belum ada metastase jauh. Maaf saya ingin bertanya lagi kepada Dokter, berapa lama umumnya masa pemulihan setelah menjalani operasi MRM, untuk bisa kembali beraktifitas (ke kantor)? Apakah dalam 2 minggu setelah operasi, luka sudah sembuh? Saya akan menjalani MRM di RS Kramat 128 oleh dr. Evert. Oh ya, Dokter Bahar praktek di RS mana? Terima kasih banyak Dokter.
Alaikum salam. Mbak Elisa makasih atas info ini. Dr Evert adalah guru saya. Saya sendiri pernah praktek di RS Kramat 128 beberapa tahun yl. Sekarang di Jakarta saya praktek di RS Siaga Raya Pejaten Pasar Minggu.setiap Jumat sefangkan hari lainnya on call. Umumnya pasien pasca MRM dapat aktif bekerja kantoran antara diantara hari 10 – 14 hari.