1976, Jayapura
Jenuh dengan urusan dinas, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Irian Jaya kami ingin pula berpraktek.
Semua nasehat diterimanya dengan baik kecuali memakai obat paten.
”Generik dong,” katanya.
”Suntik gimana Boss?” tanya seorang teman.
”Ya sudahlah beri vitamin saja.”
Kami ketawa. Pasien di situ kalau tidak disuntik tidak mau membayar.
Hari ke tiga ia datang ke tumah sakit membawa bermacam kaleng obat untuk disumbangkan.
Tidak ada yang berani bertanya.
Akhirnya beberapa hari kemudian, tidak tahan, ia bercerita.
”Pasiennya do re mi.”
”Ya pastilah Boss. Kan baru.” seorang nyletuk.
Boss menggeleng. ”Bukan itu soalnya.”
Ia diam sebentar. Katanya kemudian, ”Ada pasien datang sakit kepala.”
”Jadi?” seorang bertanya. Mudah kan, pikir kami semua.
”Saya resepin Antalgin.”
”Jadi?”
”Pasiennya ngamuk.”Berhenti sejenak,ia berdiri bertolak pinggang. Senyum ia berkata menirukan, ”Ini kan obat warung Pak Dok. Untuk apa pi kesini.”
Semua senyum ketahan.



He…he… ada-ada aja. Ini kisah nyata ya Dok…?
Mbak Nurwati makasih atas kunjungannya dan pertanyaannya.
Betul Mbak ini kisah nyata.