Pada umumnya pertanyaan tentang pengobatan alternatif selalu ditanyakan oleh pasien. Menjawabnya tidak semudah mempertanggungjawabkan karena akan berbahaya bila dipakai dalam kondisi yang berbeda. Katakanlah bila ibu Anu, keluarga ibu Fulan seorang pasien kanker payudara mendengar bahwa saya tidak berkeberatan bila ibu Fulan mengkonsumsi sejenis herbal. Kemudian hal itu disampaikan Ibu Anu kepada tetangganya Ibu Pulan dengan penyakit yang sama tetapi sudah menjalar ke hati. Izin itu akan memperberat penyakitnya.
Menurut NCCAM – National Center for Complementary and Alternative Medicine –Lembaga Nasional Pengobatan Alternatif dan Komplemen yang merupakan bagian dari NIH National Institutes of Health, Pusat Kesehatan Nasional Amerika Serikat: pengobatan alternatif terdiri dari terapi energi;. mind-body intervention atau intervensi alam pikiran; manipulasi baik memijit ataupun menggerakkan anggota tubuh; praktik yang didasarkan atas biologi, seperti herbal ataupun bahan kimia dan hayati yang belum lazim digunakan oleh kalangan kedokteran; dan sistem alternatif praktik kedokteran yang melihat dan mengajarkan penyakit dari kacamata yang berbeda.
Tulisan ini akan membahas mengenai terapi tanpa sentuhan yaitu yang dilakukan tanpa menyentuh pasien. Terapi lainnya adalah kontak fisik, yang dilakukan secara tidak langsung terhadap sistem tubuh dengan melakukan pijatan atau menggerakkan anggota tubuh, di daerah yang sakit, baik alat pembantu atau tidak.; biologis, pengobatan dengan makanan atau minuman yang dilakukan langsung terhadap sistem pencernaan baik melalui puasa ataupun memakan/meminum obat baik berupa herbal ataupun berbagai bahan kimia dan hayati lainnya. pengobatan alternatif yang bersifat intervensi langsung terhadap sistem tubuh tanpa merusak jaringan ; dan intervensi jaringan, yang dilakukan langsung dengan merusak kontinuitas jaringan tubuh.
Pengobatan alternatif tanpa sentuhan selalu dapat diterima di setiap stadium KPD, asal tidak menganggu jadwal pengobatan.
Menurut penganjurnya, prinsip pengobatan ini adalah: 1. penyaluran energi atau tenaga dalam; dan 2. intervensi alam pikiran.
Penyaluran tenaga dalam dapat dilakukan dengan: 1. telapak tangan kepada payudara seperti reiki, qigong dan prana; 2. merubah posisi ruangan dan atau tempat tidur untuk memperoleh manfaat seperti fengshui; 3. menggunakan alat bantu seperti magnit yang dapat berupa kalung, ikat pinggang sampai kursi lengkap dengan petunjuk pemasangannya.
Intervensi alam pikiran adalah suatu cara pengobatan yang mengandalkan kekuatan alam pikiran atau rohani pasien untuk penyembuhan. Ia dilakukan dengan hipnotisme, relaksasi dan meditasi.
Hipnotisme adalah suatu cara untuk merubah kesadaran melalui penglihatan, pendengaran dan gerakan. Mata dipaksa berkonsentrasi memperhatikan suatu benda seperti jam yang digerakkan dengan konsisten, beraturan dalam irama tertentu. Telinga dipaksa dengan perintah verbal yang monoton dan berulang. Anggota badan dengan perintah melakukan gerakan tertentu seperti mengangkat lengan. Hipnoterapi yang dilakukan dokter dapat digunakan untuk menghilangkan kecemasan ataupun nyeri yang sering menyerang pasien.
Terapi relaksasi adalah suatu cara untuk memperoleh relaksasi atau istirahat yang dalam, baik jiwa atau jasmani. Manfaatnya dibuktikan secara terbalik. Bukankah kecemasan jarang terjadi sewaktu relaksasi. Ia dapat dilakukan dengan berbagai cara sejak dari mengatur pernapasan sampai oleh raga, mendengar musik atau visualisasi dlsb.
Meditasi merupakan ritual berbagai agama dunia. Ia adalah suatu renungan yang mendalam mengenai hakikat kenyataan alam (intense contemplation of the true nature of reality)
Hipnotisme diri sendiri, relaksasi dan meditasi penting untuk mengatasi penyakit psikososial yang lazim ditemukan pada pasien KPD. Ia dapat berupa cemas baik menghadapi kemoterapi ataupun operasi; depresi, rendah diri pasca mastektomi dlsb. Ketiga cara ini terpadu dalam shalat yang didirikan kaum muslimin.
Hipnotisme diri sendiri terjadi ketika ingatan berkonsentrasi kepada Allah swt., lidah membawakan bacaan yang berulang di setiap rakaat seperti halnya gerakan tubuh. Gerak tubuh yang berulang itu juga memberikan relaksasi pernapasan dan otot. Lafas yang diperkeras adalah ibarat relaksasi musik. Komunikasi langsung dengan Allah swt memberikan visualisasi surga dalam meditasi.
Zikir pasca shalat juga memberikan manfaar hipnotisme diri sendri, relaksasi dan meditasi.
Doa juga dapat dikirmkan (intercessory prayer).
1990 – 1996, Leibovici pada suatu penelitian dari 3393 kasus menemukan bahwa doa yang dikirimkan dapat memperpendek masa rawat dan demam. 2006, American Heart Journal, melaporkan bahwa angka penyulit pasca operasi jantung, lebih sedikit diderita oleh pasien yang sadar bahwa mereka didoakan oleh keluarganya.
Karena itu doa bagi pasien yang dilakukan baik oleh rumah sakit Islam ataupun rmah sakit bergama lainnya perlu disebut dalam tulisan ini.
Bagi pasien yang berkesanggupan, haji ataupun umrah akan membawa manfaat.
Thawaf dan Syai adalah hipnotis diri sendiri yang secara langsung terjadi sewaktu mata berkonsentrasi memperhatikan suatu yang tidak terlihat. Telinga sesak dengan alunan tasbih dan zikir yang menderu. Kaki melangkah dengan gerakan tertentu mengikuti manusia berseragam ihram bertelanjang kaki lainnya, menurut suatu alur tertentu. Kecuali pada sya’i, dalam irama tertentu lengan terangkat setiap melewati Hajar Aswad.
Wukuf adalah meditasi statis massal yang dilakukan di Arafah, daerah terbuka dan luas di sebelah timur Mekkah.




di mana kita bisa mendapatkan layanan hipnoterapi, dok?
Sahabat setiaku, terlebih dahulu dalam hari suci ini , maaf lahir bathin. Hipnoterapi di rumah sakit dilakukan oleh bagian psikiaktri atau kesehatan jiwa. Makasih ya