<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Surat Persetujuan Tindakan Medik</title>
	<atom:link href="http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/</link>
	<description>Griya Curhat Sang Dokter</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 14:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11805</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 15:42:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11805</guid>
		<description>OK</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>OK</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Franz Xaveria</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11767</link>
		<dc:creator>Franz Xaveria</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 07:58:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11767</guid>
		<description>Ok dokter, saya paham sekarang. Terima kasih banyak sudah berkenan &amp; meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan saya. Kapan2 saya boleh konsul lagi ya dok...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ok dokter, saya paham sekarang. Terima kasih banyak sudah berkenan &amp; meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan saya. Kapan2 saya boleh konsul lagi ya dok&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11759</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 20:37:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11759</guid>
		<description>wah kalau sdh diiyakan mau bagaimana Mbak. Itu artinya sudah setuju.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah kalau sdh diiyakan mau bagaimana Mbak. Itu artinya sudah setuju.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Franz Xaveria</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11740</link>
		<dc:creator>Franz Xaveria</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 02:51:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11740</guid>
		<description>Dok, secara pribadi saya TIDAK pernah menyetujui dan hal itu sudah diiyakan oleh suami saya karena saya pernah melahirkan normal. Namun entah bagaimana, dokter kandungan saya mengatakan apa pada suami saya, akhirnya suami saya mengiyakan saya untuk dioperasi. Dan jujur saja dokter, saya tidak pernah IKHLAS dengan tindakan operasi tersebut, karena saya yakin saya bisa melahirkan normal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dok, secara pribadi saya TIDAK pernah menyetujui dan hal itu sudah diiyakan oleh suami saya karena saya pernah melahirkan normal. Namun entah bagaimana, dokter kandungan saya mengatakan apa pada suami saya, akhirnya suami saya mengiyakan saya untuk dioperasi. Dan jujur saja dokter, saya tidak pernah IKHLAS dengan tindakan operasi tersebut, karena saya yakin saya bisa melahirkan normal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11724</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 23:24:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11724</guid>
		<description>Mbak Franz, ini serius. Apakah secara lisan Mbak menyetujuinya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Franz, ini serius. Apakah secara lisan Mbak menyetujuinya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Franz Xaveria</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11711</link>
		<dc:creator>Franz Xaveria</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 02:52:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11711</guid>
		<description>Thanks dok sudah berkenan menjawab pertanyaan saya. Untuk pertanyaan yang kedua yang mengenai pemaksaan sectio, justru suami saya sama sekali tidak menandatangani Informed Consent untuk sectio dok. Dia hanya tanda tangan informed consent yang steril saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks dok sudah berkenan menjawab pertanyaan saya. Untuk pertanyaan yang kedua yang mengenai pemaksaan sectio, justru suami saya sama sekali tidak menandatangani Informed Consent untuk sectio dok. Dia hanya tanda tangan informed consent yang steril saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11702</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 06:47:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11702</guid>
		<description>Mbak Franz. Satu2 ya. T 1. informed consent untuk sectio dan untuk steril itu sama atau berbeda? Berbeda Mbak itu dua tindakan. T 2. dengan adanya pemaksaan sectio tersebut, apakah itu wajar? karena opini SPOG saya dengan SPOG lain, sama sekali tidak sama. J Bila Mbak menandatanganinya sebekum operasi, tidak ada yg bisa disalahkan kecuali kalau sesudahnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Franz. Satu2 ya. T 1. informed consent untuk sectio dan untuk steril itu sama atau berbeda? Berbeda Mbak itu dua tindakan. T 2. dengan adanya pemaksaan sectio tersebut, apakah itu wajar? karena opini SPOG saya dengan SPOG lain, sama sekali tidak sama. J Bila Mbak menandatanganinya sebekum operasi, tidak ada yg bisa disalahkan kecuali kalau sesudahnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Franz Xaveria</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11690</link>
		<dc:creator>Franz Xaveria</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 06:43:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11690</guid>
		<description>Selamat siang, Dok. 6 bulan yang lalu, saya menjalani caesar untuk anak ke-2 (anak pertama lahir normal) di sebuah RB di Citeureup. Sebetulnya bukan kemauan saya untuk caesar, tapi entah bagaimana, SPOG menyarankan suami saya untuk caesar jadi terpaksalah saya disectio. Alasannya buat saya sangatlah konyol: &quot;berat anak Ibu adalah 4.2 kg!&quot;. Sedangkan beberapa jam sebelumnya, saya sudah bertemu dengan SPOG 2nd opinion saya &amp; pada saat di USG 3-4 dimensi, beliau mengatakan estimasi berat anak saya adalah 3.7 kg, hanya saja posisi kepala tengadah tapi saya dinyatakan bisa melahirkan normal &amp; tidak ada lilitan. Pada saat sebelum masuk KO, suami saya tidak menandatangani apapun berkaitan dengan tindakan medis tersebut. Ditengah-tengah sectio, saya minta SPOG untuk sekalian mensterilkan rahim saya &amp; dia minta tandatangan suami saya. Saya memang masih ada hutang dengan pihak RB sebesar 1 juta dan saya dikejar2 oleh pemilik RB. Yang membuat saya bingung adalah adanya catatan bahwa ternyata ada lilitan pada bayi saya. Dan yang terjadi setelah operasi adalah kaki kanan anak saya yang pengkor. Yang ingin saya tanyakan: 1. informed consent untuk sectio dan untuk steril itu sama atau berbeda? 2. dengan adanya pemaksaan sectio tersebut, apakah itu wajar? karena opini SPOG saya dengan SPOG lain, sama sekali tidak sama. Terima kasih atas pencerahannya, Dokter.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat siang, Dok. 6 bulan yang lalu, saya menjalani caesar untuk anak ke-2 (anak pertama lahir normal) di sebuah RB di Citeureup. Sebetulnya bukan kemauan saya untuk caesar, tapi entah bagaimana, SPOG menyarankan suami saya untuk caesar jadi terpaksalah saya disectio. Alasannya buat saya sangatlah konyol: &#8220;berat anak Ibu adalah 4.2 kg!&#8221;. Sedangkan beberapa jam sebelumnya, saya sudah bertemu dengan SPOG 2nd opinion saya &amp; pada saat di USG 3-4 dimensi, beliau mengatakan estimasi berat anak saya adalah 3.7 kg, hanya saja posisi kepala tengadah tapi saya dinyatakan bisa melahirkan normal &amp; tidak ada lilitan. Pada saat sebelum masuk KO, suami saya tidak menandatangani apapun berkaitan dengan tindakan medis tersebut. Ditengah-tengah sectio, saya minta SPOG untuk sekalian mensterilkan rahim saya &amp; dia minta tandatangan suami saya. Saya memang masih ada hutang dengan pihak RB sebesar 1 juta dan saya dikejar2 oleh pemilik RB. Yang membuat saya bingung adalah adanya catatan bahwa ternyata ada lilitan pada bayi saya. Dan yang terjadi setelah operasi adalah kaki kanan anak saya yang pengkor. Yang ingin saya tanyakan: 1. informed consent untuk sectio dan untuk steril itu sama atau berbeda? 2. dengan adanya pemaksaan sectio tersebut, apakah itu wajar? karena opini SPOG saya dengan SPOG lain, sama sekali tidak sama. Terima kasih atas pencerahannya, Dokter.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11205</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 06:06:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11205</guid>
		<description>Makasih kembali</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasih kembali</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: erreli K. Khusumawerdanie</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/surat-persetujuan-tindakan-medik/comment-page-1/#comment-11202</link>
		<dc:creator>erreli K. Khusumawerdanie</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 02:02:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=492#comment-11202</guid>
		<description>terima kasih atas penjelasan dokter,sudah cukup jelas.
sya harap sya dapt mengambil bnyk pembelajaran yyg sngt brmafaat dri dokter.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas penjelasan dokter,sudah cukup jelas.<br />
sya harap sya dapt mengambil bnyk pembelajaran yyg sngt brmafaat dri dokter.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

