<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Protokol Diagnosa Kanker Payudara</title>
	<atom:link href="http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/</link>
	<description>Griya Curhat Sang Dokter</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 06:43:40 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-8362</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 12:22:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-8362</guid>
		<description>Mbak Evi makasih atas kunjunagn dan pertanyaannya. Bila pengobatan untuk KPD Mbak sudah lengkap dan tumbuh lagi, ia disebut residif atau kambuh jkembali. Bila pengobatan tidak lengkap maka itu adalah perjalanan penyakitnya. Maksud lengkap pengobatan itu tergantung atas stadium KPD. Bila stadium 1 maka operasi sudah cukup. Bila stad 2 tentu perlu kemoterapi dst.Pengobatannya tergantung pada stadium awal Mbak tapi biasanya diperlukan kemoterapi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Evi makasih atas kunjunagn dan pertanyaannya. Bila pengobatan untuk KPD Mbak sudah lengkap dan tumbuh lagi, ia disebut residif atau kambuh jkembali. Bila pengobatan tidak lengkap maka itu adalah perjalanan penyakitnya. Maksud lengkap pengobatan itu tergantung atas stadium KPD. Bila stadium 1 maka operasi sudah cukup. Bila stad 2 tentu perlu kemoterapi dst.Pengobatannya tergantung pada stadium awal Mbak tapi biasanya diperlukan kemoterapi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: EVI</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-8349</link>
		<dc:creator>EVI</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 14:36:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-8349</guid>
		<description>saya penderita kanker payudara 3thn yg lalu suda diopersi,skarg muncul lagi diketiak dan sudah luka,bagai mana cara mengobatinya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya penderita kanker payudara 3thn yg lalu suda diopersi,skarg muncul lagi diketiak dan sudah luka,bagai mana cara mengobatinya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-777</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 14:34:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-777</guid>
		<description>Mbak Riri, makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Menurut saya kemungkinan sekali ibu menderita abses atau bisul payudara. Saya sarankan mbak berobat ke dokter ahli bedah tumor/ onkologi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Riri, makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Menurut saya kemungkinan sekali ibu menderita abses atau bisul payudara. Saya sarankan mbak berobat ke dokter ahli bedah tumor/ onkologi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: riri</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-774</link>
		<dc:creator>riri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 08:26:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-774</guid>
		<description>Saya ibu yang sedang menyusui bayi 10 bulan.Beberapa hari ini saya rasakan rasa sakit di salah satu payudara saya,pd saya juga bengkak,ada benjolan dan demam. Saya belum memeriksakannya ke dr. Menurut saran Dokter saya harus memeriksakan ke dr mana agar pengobatannya lebih efektif..... Terima kasih dokter.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ibu yang sedang menyusui bayi 10 bulan.Beberapa hari ini saya rasakan rasa sakit di salah satu payudara saya,pd saya juga bengkak,ada benjolan dan demam. Saya belum memeriksakannya ke dr. Menurut saran Dokter saya harus memeriksakan ke dr mana agar pengobatannya lebih efektif&#8230;.. Terima kasih dokter&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-176</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 10:59:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-176</guid>
		<description>Mbak maaf kalau kurang jelas menulis. Maldud doubling time 3 bulan itu adalah dari 1 sel menjadi 2 sel. Makasih Mbak atas kunjungan dan masukannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak maaf kalau kurang jelas menulis. Maldud doubling time 3 bulan itu adalah dari 1 sel menjadi 2 sel. Makasih Mbak atas kunjungan dan masukannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: titah</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-174</link>
		<dc:creator>titah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:59:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-174</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Tumor sebesar 1 cm dari KPD terdiri dari 1 triliun sel. Maka dibutuhkan waktu tahunan untuk menjadi tumor sebesar 1 cm.&lt;/blockquote&gt;
Kalau membaca tulisan Dokter itu, kesannya pertumbuhan kanker payudara lambat sekali (santai aja...). Padahal kalau sudah sebesar 1 cm, hanya butuh 3 bulan untuk menjadi 2 cm, 6 bulan untuk menjadi 4 cm, dan 1 tahun untuk menjadi 16 cm. Bener nggak nih matematikanya,  Dok?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tumor sebesar 1 cm dari KPD terdiri dari 1 triliun sel. Maka dibutuhkan waktu tahunan untuk menjadi tumor sebesar 1 cm.</p></blockquote>
<p>Kalau membaca tulisan Dokter itu, kesannya pertumbuhan kanker payudara lambat sekali (santai aja&#8230;). Padahal kalau sudah sebesar 1 cm, hanya butuh 3 bulan untuk menjadi 2 cm, 6 bulan untuk menjadi 4 cm, dan 1 tahun untuk menjadi 16 cm. Bener nggak nih matematikanya,  Dok?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-170</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 14:54:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-170</guid>
		<description>Makasih atas kunjungan dan masukan Mimi. 
Pada saat terjadi hubungan pasien dan dokter terjadilah benturan atau konflik kepentingan. Kepentingan pasien hanya satu yaitu sembuh. Kepentingan dokter upaya pengobatan.
Tidak ada cara lain untuk menyamakan persepsi kecuali dengan komunikasi. Seperti pisau bernata dua, ia akan tajam bila pasien mempunyai pendidikan yang setara dan dokter ikhlas mendengar dan menanggapi keluhan pasien. 
Persoalan Indonesia adalah persoalan budaya dan pendidikan. Dalam hal ini penting sekali kelapangan hati dokter untuk menyampaikan informasinya secara awam, sehingga bisa dimengerti dan diterima oleh pasien dan keluarganya. Untuk mengawamkan itu bahasa atau masukan dari pasien tidak kalah pentingnya dalam meluaskan wawasan dokter.
.Internet merupakan fasilitas yang tidak ternilai saat ini karena anak SMP pun rajin membukanya walaupun sebatas situs gaul. Membuat mereka mau membuka situs seperti MBC, RumahKanker ataupun blog lainnya adalah tugas utama kita. Nah tambah PR lagi deh. Salam manis untuk Mimi dan Abang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasih atas kunjungan dan masukan Mimi.<br />
Pada saat terjadi hubungan pasien dan dokter terjadilah benturan atau konflik kepentingan. Kepentingan pasien hanya satu yaitu sembuh. Kepentingan dokter upaya pengobatan.<br />
Tidak ada cara lain untuk menyamakan persepsi kecuali dengan komunikasi. Seperti pisau bernata dua, ia akan tajam bila pasien mempunyai pendidikan yang setara dan dokter ikhlas mendengar dan menanggapi keluhan pasien.<br />
Persoalan Indonesia adalah persoalan budaya dan pendidikan. Dalam hal ini penting sekali kelapangan hati dokter untuk menyampaikan informasinya secara awam, sehingga bisa dimengerti dan diterima oleh pasien dan keluarganya. Untuk mengawamkan itu bahasa atau masukan dari pasien tidak kalah pentingnya dalam meluaskan wawasan dokter.<br />
.Internet merupakan fasilitas yang tidak ternilai saat ini karena anak SMP pun rajin membukanya walaupun sebatas situs gaul. Membuat mereka mau membuka situs seperti MBC, RumahKanker ataupun blog lainnya adalah tugas utama kita. Nah tambah PR lagi deh. Salam manis untuk Mimi dan Abang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mimi</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-169</link>
		<dc:creator>Mimi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 11:30:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-169</guid>
		<description>Sepanjang yang saya ketahui, kanker - dalam hal ini kanker payudara, adalah penyakit yang secara universal disepakati sebagai salahsatu &quot;penyakit  mematikan&quot;, terlepas di lingkungan budaya manapun sang kanker ini muncul.  

Jika seorang dokter mendapati pasiennya mengidap penyakit ini, terutama bila tindakan medis {sesuai acuan jaminan keselamatan pasien tahun 1996. (Harris,J.R. et al: Diseases of the Breast, Lippincott, NY, 1996 p 130) dipandang perlu untuk segera dilaksanakan},  saya kira mendahulukan &quot;basa-basi&quot; budaya semisal budaya bangsa kita untuk menyampaikan &quot;kenyataan&quot; itu kepada pasien dan keluarganya malah dapat berakibat kontra-produktif, bahkan fatal!

Menurut hemat saya yang terpenting adalah bagaimana membangun komunikasi yang efektif antara dokter dan sang pasien, termasuk keluarganya.  Saya percaya para dokter di area ini tentunya sangat menguasai semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk itu, namun bagaimana dengan pasien, atau keluarganya? Ini menjadi pertanyaan penting terutama di dalam lingkungan masyarakat dan &quot;budaya&quot; kita tadi. 

Karenanya para pasien (atau calon pasien) sangat dianjurkan untuk menjadi cerdas secara emosi maupun intelijensi mengenai penyakitnya sendiri sehingga pada gilirannya nanti mampu bekerjasama dengan dokter dan tim medis yang merawatnya secara optimal. (Baca juga komentar dokter Sri Ariantini &lt;a href=&quot;http://bundagaul.com/group_discussion_view.php?group_id=8&amp;grouptopic_id=38&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; tentang hal ini&lt;/a&gt; di situs BundaGaulDotCom).  

Situs Suara Dokter ini sendiri pada hakikatnya jelas-jelas mengajak publik, khususnya para pasien ke arah itu. Demikian juga situs-situs lain yang secara khusus fokus pada masalah-masalah kanker seperti di antaranya &lt;a href=&quot;http://mimi-breastfriend.blogspot.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Blog Mimi.&lt;/a&gt; yang coba saya asuh dengan bantuan dr. Bahar Azwar SpB. K. Onk.

Tujuan utama situs-situs tadi - termasuk tentunya Suara Dokter ini - justru lebih kepada penyebaran informasi untuk upaya-upaya prefentif daripada &quot;tindakan medis&quot; seperti tersebut di atas. Namun apabila di antara pembacanya ternyata ada yang harus menjalani prosedur medis yang diperlukan, paling tidak sang pasien sudah lebih siap untuk bekerjasama secara optimal dengan dokter dan tim medis yang akan merawatnya. ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepanjang yang saya ketahui, kanker &#8211; dalam hal ini kanker payudara, adalah penyakit yang secara universal disepakati sebagai salahsatu &#8220;penyakit  mematikan&#8221;, terlepas di lingkungan budaya manapun sang kanker ini muncul.  </p>
<p>Jika seorang dokter mendapati pasiennya mengidap penyakit ini, terutama bila tindakan medis {sesuai acuan jaminan keselamatan pasien tahun 1996. (Harris,J.R. et al: Diseases of the Breast, Lippincott, NY, 1996 p 130) dipandang perlu untuk segera dilaksanakan},  saya kira mendahulukan &#8220;basa-basi&#8221; budaya semisal budaya bangsa kita untuk menyampaikan &#8220;kenyataan&#8221; itu kepada pasien dan keluarganya malah dapat berakibat kontra-produktif, bahkan fatal!</p>
<p>Menurut hemat saya yang terpenting adalah bagaimana membangun komunikasi yang efektif antara dokter dan sang pasien, termasuk keluarganya.  Saya percaya para dokter di area ini tentunya sangat menguasai semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk itu, namun bagaimana dengan pasien, atau keluarganya? Ini menjadi pertanyaan penting terutama di dalam lingkungan masyarakat dan &#8220;budaya&#8221; kita tadi. </p>
<p>Karenanya para pasien (atau calon pasien) sangat dianjurkan untuk menjadi cerdas secara emosi maupun intelijensi mengenai penyakitnya sendiri sehingga pada gilirannya nanti mampu bekerjasama dengan dokter dan tim medis yang merawatnya secara optimal. (Baca juga komentar dokter Sri Ariantini <a href="http://bundagaul.com/group_discussion_view.php?group_id=8&amp;grouptopic_id=38" rel="nofollow"> tentang hal ini</a> di situs BundaGaulDotCom).  </p>
<p>Situs Suara Dokter ini sendiri pada hakikatnya jelas-jelas mengajak publik, khususnya para pasien ke arah itu. Demikian juga situs-situs lain yang secara khusus fokus pada masalah-masalah kanker seperti di antaranya <a href="http://mimi-breastfriend.blogspot.com" rel="nofollow">Blog Mimi.</a> yang coba saya asuh dengan bantuan dr. Bahar Azwar SpB. K. Onk.</p>
<p>Tujuan utama situs-situs tadi &#8211; termasuk tentunya Suara Dokter ini &#8211; justru lebih kepada penyebaran informasi untuk upaya-upaya prefentif daripada &#8220;tindakan medis&#8221; seperti tersebut di atas. Namun apabila di antara pembacanya ternyata ada yang harus menjalani prosedur medis yang diperlukan, paling tidak sang pasien sudah lebih siap untuk bekerjasama secara optimal dengan dokter dan tim medis yang akan merawatnya. &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-159</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 13:40:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-159</guid>
		<description>Makasih Mas atas kunjungan dan pertanyaannya yang tidak terlalu banyak tetapi mengena. Tocuhe. 
Memang  mengatakan bahwa payudara Anda terkena kanker dan saya harus mengangkatnya tidak semudah menuliskannya. Sebelum mengatakannya perlu dikenal dulu reaksi psikologi yang pasti terjadi dan berbeda bagi setiap golongan sociocultural. Menganlnya akan menumbuhkan kepercayaan di setiap konsultasi  pra diagnosa. Hal itu akan terbantu oleh pasien-pasien lain di kamar tunggu. Maka, singkat kata memberitahukannya secara bijak membutuhkan persiapan dan waktu yang tepat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasih Mas atas kunjungan dan pertanyaannya yang tidak terlalu banyak tetapi mengena. Tocuhe.<br />
Memang  mengatakan bahwa payudara Anda terkena kanker dan saya harus mengangkatnya tidak semudah menuliskannya. Sebelum mengatakannya perlu dikenal dulu reaksi psikologi yang pasti terjadi dan berbeda bagi setiap golongan sociocultural. Menganlnya akan menumbuhkan kepercayaan di setiap konsultasi  pra diagnosa. Hal itu akan terbantu oleh pasien-pasien lain di kamar tunggu. Maka, singkat kata memberitahukannya secara bijak membutuhkan persiapan dan waktu yang tepat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Caesario</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/12/protokol-diagnosa-kanker-payudara/comment-page-1/#comment-158</link>
		<dc:creator>Caesario</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 10:45:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=593#comment-158</guid>
		<description>Assalamualaikum Dokter Bahar,

Saya sendiri lebih senang membahas masalah kanker itu dari segi non medis, karena keadaan lingkungan, adat, dan budaya kita di Indonesia yang mempengaruhi berbagai faktor yang dapat mendukung segala tindakan yang akan dilakukan para dokter. 

Menurut dokter apakah mudah mengatakan misalnya &quot;Anda terdiagnosis kanker payudara stadium ..., dan kemungkinan hidup Anda akan ... lama lagi&quot; pada pasien di Indonesia? Jujur saya sendiri lama hidup di Amerika, dimana mereka menganggap bahwa kehidupan, kesakitan, dan kematian adalah hal yang biasa, sehingga rata-rata mereka tidak akan terkejut kalau seandainya dokter mengatakan seperti hal diatas.

Payudara adalah salah satu organ yang dimana dianggap sebagai kosmetik wanita, apabila dokter akan melakukan tindakan bedah pengangkatan  payudara atau mastektomi baik yang sifatnya sederhana ataupun radikal, menurut dokter bagaimanakah menjelaskan dengan baik kepada pasien maupun keluarganya untuk prosedur operasi, dan follow up sesudahnya?

Terima kasih atas jawaban dokter, dan mohon maaf bila pertanyaannya terlalu banyak

Wassalamualaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Dokter Bahar,</p>
<p>Saya sendiri lebih senang membahas masalah kanker itu dari segi non medis, karena keadaan lingkungan, adat, dan budaya kita di Indonesia yang mempengaruhi berbagai faktor yang dapat mendukung segala tindakan yang akan dilakukan para dokter. </p>
<p>Menurut dokter apakah mudah mengatakan misalnya &#8220;Anda terdiagnosis kanker payudara stadium &#8230;, dan kemungkinan hidup Anda akan &#8230; lama lagi&#8221; pada pasien di Indonesia? Jujur saya sendiri lama hidup di Amerika, dimana mereka menganggap bahwa kehidupan, kesakitan, dan kematian adalah hal yang biasa, sehingga rata-rata mereka tidak akan terkejut kalau seandainya dokter mengatakan seperti hal diatas.</p>
<p>Payudara adalah salah satu organ yang dimana dianggap sebagai kosmetik wanita, apabila dokter akan melakukan tindakan bedah pengangkatan  payudara atau mastektomi baik yang sifatnya sederhana ataupun radikal, menurut dokter bagaimanakah menjelaskan dengan baik kepada pasien maupun keluarganya untuk prosedur operasi, dan follow up sesudahnya?</p>
<p>Terima kasih atas jawaban dokter, dan mohon maaf bila pertanyaannya terlalu banyak</p>
<p>Wassalamualaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

