Obat lebih tua dari sejarah kemanusiaan.
Waktu manusia pertama melangkah di planet bumi, bahan baku obat sudah tersedia. Tumbuh-tumbuhan diciptakan pada hari ke tiga penciptaan bumi. Binatang laut dan burung pada hari ke lima. Binatang darat dan manusia diciptakan pada hari ke enam.
Obat tidak terpisahkan dari sejarah kemanusiaan.
Ia adalah hasil penalaran berbagai bumbu ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Didambakan semua umat, ia berevolusi dari tetumbuhan menjadi kapsul dan bermetamorfosis dari tertutup bagi lingkungan tertentu menjadi terbuka bagi masyarakat.
Apa kata tiga orang bijak mengenai obat?
Muhammad saw., adalah tokoh nomor satu dunia, ahli filsafat, orator, rasul, pembuat undang-undang, panglima perang, penemu ide-ide, orang yang mengembalikan dogma nasional, seorang kultus tanpa bayang-bayang, dan pendiri 20 kerajaan dunia. (Hart,M.H., Soetrisno,E.: 50 Tokoh yang Paling Berpengaruh, Intimedia Ladang, Jakarta, hal 1 dan Lamartine: Histoire de la Turqui, dikutip dari Jamil Ahmad: Seratus Muslim Terkemuka, Firdaus, Jakarta, cetakan ke 6, 1996, hal 7
Ia mengatakan, “Sesungguhnya bagi setiap penyakit itu ada obatnya. Maka, jika ditemukan obat penyakit, sembuhlah ia dengan izin Allah.” (Majelis Tertinggi Urusan Keislaman Mesir: Sunnah-sunnah pilihan. Seluk beluk Penyakit Ketabiban dan Pakaian, Angkasa, Bandung, hal 45)
Ambroise Pare adalah satu dari beberapa bapak ahli bedah modern. Dunia mengakui ahli bedah istana kerajaan Perancis ini sebagai penemu berbagai teknik bedah dalam merawat luka korban peperangan.
Ia berkata, “Je le pansay, et Dieu le guarist” -Saya membalut luka dan Tuhanlah yang menyembuhkan. (Dagi,T.F.: Cause and Culpability. The Journal of Medicine and Philosophy, vol 1, Dec 1976, no 4)
Sir William Osler diakui sebagai Bapak Kedokteran Moderm.
Ia mengatakan,
“Man has an inborn craving for medicine” – Manusia terlahir haus akan obat. (Goth,A.: Medical Pharmacology, Moby, Saint Louis, 1974, p 2)
“It is astonishing with how little reading a doctor can practice medicine, but it is not astonishing how badly he may do it.” -Sungguh mencengangkan bagaimana seorang dokter dapat berpraktek dengan sedikit bacaan, tapi tidaklah mengherankan betapa rendah mutu pengobatannya. (Microsoft Encarta References Library 2003).
“We doctors have always been a simple trusting folk. Did we not believe Galen implicitly for 1,500 years and Hippocrates for more than 2,000?” -Kita, dokter-dokter adalah orang yang lugu Bukankah kita percaya saja kepada Galen selama 1.500 tahun dan Hippocrates selama lebih dari 2.000 tahun? (Microsoft Encarta References Library 2003).
” …One of the first duties of the physician is to educate the masses not to take medicine.” – Tugas pertama dokter adalah mendidik masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat. (Microsoft Encarta References Library 2003).
Pesan moral ketiga orang ini adalah:
1.Tidak ada penyakit tanpa obat di dunia ini
2. Hendaknya dokter bersifat kritis
3. Kita hanya berusaha dan Allah swt yang menyembuhkan
3. Memang semua manusia mendambakan obat
4. Hendaknya dokter memperingatkan pasiennya tentang resiko obat.
5. Hendaknya dokter memberikan obat yang kuasai manfaat dan mudaratnya.



Terkait kesimpulan no 1: “Semua penyakit ada obatnya kecuali maut.”
Terkait kesimpulan no 5: Secara tidak langsung saya merasa kena sentil nih! Eh saya kan bukan dokter… berarti tidak berlaku untuk saya kan?
Makasih Titah. Sebenarnya sentilan itu untuk saya.
dok..saya mau nanya
apa benjolan di leher sebelah kanan selalu penyakit kelenjar getah bening
awalnya benjolan kecil lama lama seperti ada 3 benjolan di leher
terus bagaimana cara mengobatinya
maksih
Mbak Agi makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Pertama Mbak harus ke dokter bedah onkologi untuk menentukan jenis penyakitnya dan sesudah itu baru bisa diketahui obatnya.