Skip to content


Kanker mulut rahim dan hidronefrosis

Pagi, sehari sebelum lebaran haji, saya ditelpon seorang keluarga pasien katakanlah namanya Asep.

Asep: Dok saya minta tolong

Saya: Apa Sep

Asep: Keponakan saya kanker rahim sekarang sudah parah

Saya: Wah kalau kanker rahim jangan ke saya dong. Ke Obgyn Onkologi saja

Asep: Nggak ada yang praktek sekarang Dok

Saya: Ke Hasan Sadikin saja

Asep: Dia tidak mau Dok

Saya: Parahnya gimana?

Asep:Perutnya bengkak Dok.

Saya: Begini Sep. Saya merawat untuk perbaikan umum saja ya

Asep: Makasih Dok.

Saya: Bawa ke UGD RS Muhammadiyah. Telpon saya dari situ dekat dokter jaga.

Asep: Siap Dok

Singkat kata. Sesudah memeriksa dan konsultasi kiri kanan antara lain dengan dr Dian OBGYN, Prof Rahmat Sulaiman, pasien ini menderita kanker mulut rahim lanjut dengan anemia berat dan anuri beserta gagal ginjal dan hidronefrosis. Ia sudah berobat di Jakarta dan akan dioperasi tetapi menghilang dan berobat alternatif antara lain dengan keladi tikus dan memakai kristal besar dari Jerman (katanya) berdiameter 10 cm di dadanya.

Saya: Wah Sep kayaknya ginjalnya gawat nih

Asep: Apa hubungannya Dok?

Saya: Mulut rahim itu kan satu dari tiga muara yang berdekatan!

Tiga muara yang berdekatan

Tiga muara yang berdekatan

2. kandung kencing; 6. uretra; 7. vagina dan 14 anus

Saya: Sep, kanker di mulut rahim yang membesar akan menutup keluarnya urine dari uretra (6)  atau lubang pipis serta keluarnya feses dari anus (14). Bila uretra terbendung akibatnya dirasakan oleh ginjal yang akan menggembung karena berisi urine. Inilah hidronefrosis atau ginjal penuh dengan air. Lama lama ginjal tidak sanggup lagi dan jebol hingga darah akan penuh dengan urine yang dikenal dari ureum dan kreatini.

Asep yang kebetulan seorang arsitek mengangguk, “Jadi gimana baiknya Dok.”.

Saya: ” Seperti janji saya ya. Kami hanya melakukan perbaikan keadaan umum dan kemudian harus RS Hasan Sadikin.”

Perbaikan keadaan umum kami lakukan. Saya berikan transfusi darah dan Prof melakukan hemodialisa.

Pasien membaik. Namun keluarganya minta izin untuk berobat ke Sukabumi.

Kata pamitan ialah, “Dok kami boleh datang lagi”

“Selalu boleh”

Memang kapan saja boleh datang untuk berobat, bukan?

Posted in Kanker lainnya, Onkologi.

Tagged with , , , , , , .


4 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. titah says

    so, bagaimana mengatasi hidronefrosis dok? pasien kanker serviks dg hidronefrosis sebaiknya banyak minum (seperti saran untuk umumnya pasien kanker) atau membatasi minum (supaya tidak semakin banyak air yang terbendung)?

  2. Dokter Bahar says

    Makasih Mbak Titah. Hidronefrosis pada pasien ini bukan suatu metastasis pada ginjal di hulu saluran kencing tetapi di uretra, hilirnya. Karena efek samping radiasi adalah merusak jaringan di daerah itu maka mengatasinya adalah mem by pass ke dua saluran yang berdekatan itu ke perut. Saluran kencing dari ureter dengan ureterostomi dan usus, kolodtomi. .

  3. bundnya achmad says

    dok, stahun yg lalu saya mlahirkan secara caesar. 6 bln kmdn hamil lg, namun 4 bln kmdn saya kguguran. janin saya meninggal sdh sbulan stlh dketahui (timbul flek). stlh kuret saya sering mrasa skt d bagian perut bwh saya. stlh kuret pun, saya blm sempat check up lg krn alasan financial dok. barusan saya baca d yahoo mengenai IVA. kira2 bs gag yha dok saya mlakukan IVA sndr d rmh, krn saya ada basic kedokteran. mohon infonya yha dok, thanks so much.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.