Sumber: dr Suraya SpBkBD
Sepasang kakek dan nenek tinggal berdua di pinggiran suatu hutan. Mereka hidup bahagia.
Suatu hari sang Kakek pergi ke hutan menebang kayu. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke dalam suatu jurang.
Ia terpana dengan sedih. Satu-satunya kapak untuk membuat dapur berasap. Apa kata Nenek nanti, pikirnya. Maka yang tinggal hanya berdoa dengan bersungguh-sungguh. Langitpun gempar dan malaikat terpaksa diturunkan untuk melihat penyebabnya.
Malaikat berdiri di depan sang Kakek sambil berpikir. “Ah,” pikirnya “Kakek yang doanya menggemparkan langit ini harus diuji dulu kejujurannya.” Kemudian ia merupakan dirinya sebagai seorang anak muda.
“Hai Kakek ada apa?” tanyanya
Kakek menjawab, “Wah anak, kapak Kakek terjatuh ke jurang. Apa kata Nenek nanti.”
“Ah itu soal kecil”
Malaikat segera menghilang dan sekejap ia sudah berdiri di depan sang kakek memegang sebuah kapak bertatahkan berlian. “Inikah kapaknya Kek?”
Kakek menggeleng.
Malaikat terperangah, Ia menghilang kembali dan di tangannya ada sebuah kapak dengan gagangnya dari gading dan bertatahkan intan berlian. Jauh lebih indah dari kapak yang pertama. “Inikah Kek?”
Kakek menggeleng. Malaikat tersenyum. Ia puas, Sekejap ia menghilang dan kembali dengan kapak jelek milik kakek. Belum sempat malaikat bertanya, kakek sudah berkata, “Nah ini yang betul.”
Malaikat tersenyum dan tiba-tiba kedua kapak yang indah sudah berada dihadapan kakek. “Kek, karena kejujuran Kakek terimalah kedua kapak ini.” Ia segera menghilang meninggalkan kakek yang terpana.
Sang Nenek kaget melihat Kakek membawa dua kapak yang sangat indah. Ketika kakek menceritakan kejadiannya ia berpikir, “saya juga kepingin kalung emas.” Tapi ia diam saja.
Suatu hari Kakek pergi ke pasar membeli daging.
Sang Nenek bergegas ke hutan. Pura-pura bekerja ia menjatuhkan kalungnya tapi karena lincir, ia terjatuh ke dalam jurang.
Bingung juga sang kakek yang membawa daging melihat nenek tak ada. Entah apa yang mendorongnya ia pergi ke hutan mencari. Sayup ia dengan suara nenek di dalam jurang.
Sama seperti ketika kehilangan kapak ia berdoa dengan sungguh-sungguh.
Malaikat kembali datang dan sekejap ia membawa seorang gadis yang sangat cantik. Ia bertanya.”Yang ini Kek?”
Kakek bingung. Dilema. Bila ia jujur anak muda ini akan memberikan anak gadis itu. Apa kata Nenek nanti , pikirnya. Bila ia tidak jujur tentu anak gadis itu tidak diberikan. “Ya.” jawabnya. Malaikat yang sudah mengetahui kredibilitas Kakek tersenyum dan segera kembali ke langit.



0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.