TBC Payudara, adalah suatu penyakit non-neoplasma. Jarang ditemukan tetapi kadang-kadang sukar dibedakan dengan kanker payudara terutama pada pemeriksaan frozen section, potong beku yang dilakukan pada saat operasi. Bila hasilnya keganasan akan dilanjutkan dengan mastektomi radikal dan bila tidak luka operasi ditutup.
Keraguan dalam mamogram saya temukan ketika dua orang wanita separuh baya masuk ke poli onkologi rumah sakit tempat saya berpraktek. Dua-duanya berjilbab dan sepertinya mereka kakak beradik.
Dokter (D): Silakan duduk Ibu-ibu.
Pada status di atas meja tertulis nama pasien: Ny. Pulan (bukan nama yang sebenarnya – kemudian disebut “P”), umur 30 tahun.
D : Siapa yang sakit Bu?
P : Saya Dok.
D : Nyonya Pulan?
P : Betul Dok.
Saya melihat seorang lagi matanya sembab. Saya mengangguk dan tersenyum. Ia membalas. Saya melihat bertanya kepada Ibu yang di sebelah Ny. Pulan (PP).
PP : Oh.. saya kakaknya Dok.
D : Oh, baik benar Ibu mau mengantarkan adiknya. Jarang begini zaman sekarang ini.
PP : (senyum) Adik saya dari luar Bandung Dok.
Saya tersenyum dan melihat ke Ny. Pulan.
D : Ada yang bisa saya bantu Bu?
P : Saya kanker payudara Dok!
D : Tahu dari mana Bu?
P : Mamografi Dok.
Sang kakak memberikan amplop yang bertuliskan Mammography
D
melihat Ny. Pulan) Oh, ada benjolan di payudara Bu?
P : Ada Dok.
Ny. Pulan membuka amplopnya …
D : Tunggu ya Bu, saya periksa dulu. Tumornya sakit Bu?
P : Ya Dok.
D : Oh ya. ada keluarga yang sakit kanker payudara Bu?
P : Nggak ada Dok.
D : Kapan haid pertama kali Bu?
P : SMP kelas 3 Dok.
D : Kawin umur berapa Bu?
P : 21 tahun Dok
D : Anak?
P : Tiga Dok.
D : Bu, silakan masuk ke dalam!
Ny. Pulan masuk dan suster membantu membuka bajunya.
Saya membaca hasil mamografi dan tertulis antara lain ditemukan kalsifikasi serta curiga ganas
S : Udah Dok.
Saya masuk ke balik skrem dan memeriksa. Ada tumor sebesar bola pingpong, di dekat puting susu, keras seperti batu dan batas tidak begitu tegas. Kelenjar getah bening di ketiak tidak teraba.
D : Ya udah pakai baju kembali ya, Bu. Eh, Dokternya bilang apa Bu?
P : Yang mana Dok?
D : Yang memfoto Ibu.
P : Oh, katanya sih mau dikirim ke ahli bedah tapi yah harus USG dulu.
D : Kenapa Ibu tidak mau?
P : (meringis) Sakit Dok!
Kembali kami duduk bertiga. Suster keluar mengambil sesuatu.
PP : Stadium berapa Dok?
D : Kalau kanker stadium I, T2, tumornya kurang dari 4 sentimeter; N0, kelenjar ketiak tidak teraba dan Mx, metastasis belum diperiksa.
P : (Ny. Pulan harap cemas) Kenapa “kalau” Dok?
D : Menurut saya bukan…
P : Tapi kan sudah mamografi?
D : Mamografi kan bisa salah Bu.
Saya kembali memperhatikan mamogram. Macrocalcification, bayangan putih perkapuran itu sangat jelas dan pasti bukan microcalcification pertanda keganasan. Mungkin karena masih muda, baru 30 tahun, mamografi menjadi sulit.
P : Kenapa bisa salah Dok?
D : Itu kan tergantung alatnya Bu.
P : (menggeleng) Mubazir. Kalau bukan kanker, apa kira-kira Dok?
D : Mungkin TBC Bu.
P : Dok (melihat tajam) itu kan batuk darah?
D : TBC bisa dimana saja Bu sejak kulit sampai usus apalagi payudara.
P : Menular Dok?
D : Hanya bila dia nyangkut di paru-paru.
PP : Apa perlu USG Dok?
D : Lho pan sakit.. (senyum)
PP : Kalau perlu ya harus kan!? (melihat Ny. Pulan)
D : Nggak usah Bu.
P : Kenapa Dok?
D : Ini sudah jelas Bu. Padat. USG itu untuk melihat apakah ada cairan.
P : Jadi apa baiknya Dok?
D : Kalau Ibu setuju, saya akan mengangkat tumor ini. Namanya eksisi.
P : Biopsi Dok?
D : Ya Bu, untuk memastikan penyakitnya.
PP : Nggak pakai jarum saja Dok?
D : Itu namanya FNAB Bu, fine needle aspiration biopsy atau biopsi dengan jarum. Apapun hasilnya, usul saya tetap Bu. Eksisi.
P : Mubazir dong Dok?
D : (senyum) Kurang lebih Bu.
P : Kenapa?
D : Begini Bu. Katakanlah kita ambil dengan jarum. Tumornya ditusuk-tusuk dan cairannya diambil lalu dikirim ke laboratorium. Hasilnya tiga hari kemudian. Hasil itu bisa jinak atau ganas ataupun TBC seperti dugaan saya. Bila jinak memang tidak perlu diangkat tetapi Ibu harus kontrol teratur karena umur ibu sudah memasuki usia kanker…
P : Maksudnya Dok?
D : Faktor resiko kanker diatas umur 40 tahun itu 10 kali lipat dibandingkan dengan pasien berumur 20 tahun. Artinya bertambah tua bertambah mungkin pula ia menderita kanker.
P : Hasilnya kan jinak Dok?
D : Ya, tetap saja harus waspada kan?
P : Kalau ganas Dok?
D : Ya payudara ibu harus diangkat semuanya. Masih dini dan dapat sembuh.
P : Kalau TBC?
D : Tumor harus diangkat kalau tidak…
P : Kalau tidak Dok?
D : Wah di payudara ibu akan tumbuh bisul.
Dua Ibu berpandang-pandangan
P : Jadi gimana baiknya Dok?
D : Eksisi aja Bu. Hanya tumornya saja. Bila memang TBC, Ibu harus makan obat selama 6 bulan.
Pasien menjalani operasi dan hasilnya memang TBC. Sampai sekarang ia teratur makan obat.



Wahh.. saya belum pernah lihat kasusnya dok..
Tentang TB, paling mengesankan buat saya ketika mengeksplorasi laparotomi pasien total obstruksi yang ternyata mengalami perlengketan hebat karena infeksi spesifik ini…
Salam kenal dan salam hormat dok..
Senang sekali ada senior yg juga ikut meramaikan media maya spt ini guna dapat memberi sesuatu yang berharga bagi banyak orang…
Mohon kesediaan dan tanggapan kalo sewaktu-waktu saya berkonsultasi akan kasus ataupun tatalaksana di bid. onkologi….
Pertemuan PARABOI di Bali, apa dokter ikut hadir..?
Eka, adikku saya pernah beberapa kali menemukannya. Suatu kali VC, potong beku, ganas dan saya melakukan mastektomi sederhana karena ada yang tidak enak.Tumornya sudah mengisi semua kuadran tetapi kelenjar tidak teraba. kuadran . PA TBC. Memang operasi untuk TBC payudara demikian adalah mastektomi sederhana.
PERABOI tahun ini saya tidak hadir, mungkin Juni tahun depan. Nah kita bisa kopi darat. Ya nggak?
Dokter Bahar yg terhormat,
Bln Feb 09 lalu saya habis dioperasi FAM, diameter +/-20x13mm dlm jaringan fibrogranduler payudara kanan kuadran bawah lateral jam 8. hasil PA stlh operasi jinak (hasil PA resmi ada di RS) kira2 satu bln setelah operasi di bekas jahitan ada semacam jerawat kecil, krn tdk sakit saya biarkan, lama2 seperti bisul dan pecah, lalu kira2 2cm disebelah atas ada bisul lagi dan pecah, waktu saya konsul dokter bilang itu gejala mastitis tb dan hrs diangkat, krn saya merasa blm siap saya minta tindakan pengobatan, diberi garamicyn tapi malah melebar, jadi tadi saya ke dokter ulang dan dilkerok, dijahit lagi bius lokal (untuk luka bekas 2 bisul tsb) dokter menyatakan dilihat dlm 2 minggu ini kalau sembuh total ok, tapi kalau timbul bisul baru maka harus diangkat semuanya? krn katanya kalau betul mastitis tb, maka di payudara tsb ada terowongan yg bisa menimbulkan bisul baru, yang jadi pertanyaan saya krn kasus saya kalau benar spt kasus pasien dokter diatas:
1. Adakah tindakan lain selain diangkat semua payudara? maksud saya kalo benar TB bisakah langsung diterapi TBnya?
2. Apakah dokter praktik di Jakarta? karena saya ingin konsultasi langsung dgn dokter terkait penyakit saya.
Saya tunggu jawaban dari dokter, terima kasih atas perhatiannya.
Mbak Ella maksih atas kunjungan dan masukannya. Dalam hal ini perlu pemeriksaan ulang patologi apakah terdapat gambaran TBC. Seandainya TBC pengangkatan semua payudara hanya dianjurkan bila tumor atau benjoan akibat TBC itu sudah memenuhi semua payudara. Bila tidak obat makan saja akan cukup bermanfaat. Saya praktek di RS Siaga Raya Pejaten telp 0217972750 setiap Jumat Mbak. Informasi lengkapnya di http://www.griyacurhat.com.
Dokter Bahar yg terhormat,
terima kasih atas jawaban dokter yg mencerahkan, hari jumat tgl 22 ini Insya Allah akan dilepas jahitan, dan diobservasi ulang. untuk second opinion Insya Allah saya akan konsultasi dgn Dokter Bahar, mohon informasi apa saja berkas yg harus saya bawa sebagai referensi dokter? dokter praktik hari apa saja dan jam brp? oh ya dok yg saya dengar dari suster sih katanya hasil PA saya pasca operasi kemarin itu cuma periksa jinak/tidak saja, jadi tidak diperiksa mastitis tbnya, jadi bagaimana dok? mohon jawaban dari dokter, terima kasih banyak atas perhatiannya.
Mbak Ella makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Untuk referensi saya memerlukan surat rujukan dari dokter yang memeriksa. Biasanya disitu sudah lengkap semuanya baik temuan saat operasi atauopun data patologi. Tolong juga dibawa foto USG kalau ada dan expertisi pemerisaan patologi.
Saya praktek di RS Siaga Raya, Pejaten, Pasar Minggu, Jumat pagi jam 0900 – 1100. Tolong Mbak Ella menelpon untuk mendaftar Kamis.
Wah lupa Mbak Ella. Mastitis TBC itu mudah dikenali oleh dokter patologi.
Dokter Bahar yg terhormat,
Alhamdulillah saya tadi telas lepas jahitan, tapi kenapa sakit ya? apa krn itu dijahit di bekas bisul, waktu operasi pertama krn FAM ga sakit tuh waktu jahitan dicabut, terus kenapa kata susternya masih ada cairan sedikit, Insya Allah senin saya balik lagi kesana. Rencana selanjutnya, Insya Allah 29 Mei nanti saya akan berkunjung ke tempat dokter prakter di RS. Siaga, intinya saya ingin minta second opinion, besar harapan saya masih bisa diterapi dengan obat. Terima kasih atas perhatian dokter.
Mbak Ella makasih atas kunjungan dan masukannya. Sakit pasca operasi itu lama hilangnya. Saya tunggu Mbak Ella di RS Siaga mohon datang jam 9 – 10 pagi ya.
Insya Allah Dokter Bahar.
Dokter Bahar yg terhormat,
Saya berusia 36 th baru melahirkan anak ke -4 pd tgl 16 Mar ’09 melalui opr. caesar di RS Harapan Kita. Pd saat kehamilan berusia 8 bln, payudara sebelah kanan mengalami pembengkakkan dan setelah melahirkan, kondisi ASI keluar normal tetapi pd payudara sebelah kanan malah terjadi peradangan dan terasa nyeri. dari area payudara ke puting berwarna kemerahan dan mengeluarkan sedikit cairan seperti nanah bercampur darah. pd tgl 17 Apr ’09, saya menjalani opr. di RS Kanker Darmais, ditangani oleh dr. Walta Gautama, ahli bedah konsultan onkologi dgn diagnosa medis positif Mastitis TB Payudara sebelah kanan dlm kondisi pasien sdg menyusui. Pd awal pengobatan, dokter memberikan obat Rimstar 4 FDC dan Asthin Force u/ jk. waktu 2 minggu. Menjelang hari ke-13 keluar bercak merah disertai gatal, perih dan panas di sekujur tubuh. Disimpulkan oleh dokter hal tsb adalah alergi thd obat yg diberikan. Untuk menghentikan alergi, dokter menghentikan pemakaian obat tsb. Satu minggu kemudian diberikan obat pengganti: Parlodel 2.5 Mg Tab (untuk mengeringkan ASI), Rifampicin 600 Mg (Bern), INH CIBA 400 Mg, Santibi 500 Mg; dgn jk. waktu minum setiap jenis obat diselingi waktunya selama 1 jam u/ reaksi yg timbul dari masing2 obat. PD saat mengkonsumsi obat Rifampicin 600 Mg (Bern) u/ pertama kalinya, ternyata alergi timbul kembali. Dokter menyarankan u/ menyembuhkan alerginya lebih dahulu sampai hilang.
1. Apakah ada obat jenis lain yg fungsinya sama dgn Rifampicin 600 Mg (Bern) tanpa menimbulkan alergi.
2. Bila tdk mengkonsumsi obat yg berfungsi u/ menghancurkan virus TB spt Rifampicin 600 Mg (Bern), apakah berbahaya bagi kondisi payudara.
3. Apa yg akan terjadi jika saya tidak mengkonsumsi obat tsb dikarenakan sedang memulihkan alergi yg disebabkan oleh obat tsb.
4. Apakah alternatif lain u/ mengobati penyakit saya.
5. Apakah penyakit saya tsb menular?
Saya tunggu jawaban dari dokter, terima kasih atas perhatiannya.
Dokter Bahar yang terhormat,
Dok, treatment saya tinggal 70%, jahitan bekas bisul terbuka tapi sudah 1/2 kering lalu dikasih antibiotik powder, oh ya dokter sekalian konfirmasi karena saya harus datang lagi jumat pagi tgl 29/5 maka jadwal saya ke dokter bahar direschedule awal bulan juni sekiranya dokter bersedia saya sangat senang sekali.
Untuk referensi dokter bahar hasil pa sudah saya copy kesimpulan hasil diagnosa VC, yaitu Mastitis Kronik Granulamatosa yg juga meliputi lobulus2, disertai mikroabses tidak tampak tanda ganas.
Apakah itu sudah cukup mewakili gejala mastitis TB? soalnya kalau positif saya mau ikut treatment pengobatan pada dokter bahar.
Terima kasih atas jawaban dan perhatian dokter bahar.
Dokter Bahar yang baik, belum lama ini saya pernah operasi tumor payudara. Pada payudara samping kanan puting yang dioperasi, sekarang keluar cairan seperti nanah dan darah(mirip bisul). Kata seorang dokter, kemungkinan itu infeksi TB dan bukan kanker. Apakah yang dimaksud infeksi TB Dok? Berbahayakah? Sebelumnya,terimakasih atas kesediaan Dokter menjawab pertanyaan saya
Mbak Maya makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Obat anti tuberkulosa itu bukan hanya Rifampicin. Mengenai alergi maka setiap obat dapat menimbulkannya tergantung atas bakat bawaan orang tsb.
Bila tdk mengkonsumsi obat tentu saja berbahaya karena akan terjadi bisul dan fistel atau lubang yang mengeluarkan caoran.
Bila alergi maka dokter akan emmastikan dulu obat apakah yang menjadi penyebabnya dan menggati obat tersebut.
Penyakit Mbak Maya tidak menular.
Mbak Umi makasih atas kunjungan san pertanyaannya. Infeksi TB adalah infeksi penyakit tuberkulosa. Ia dapat menyerang semua bagian tubuh seperti payudara namun yang dikenal masyarakat adalah TBC paru . Nah penyakit ini bukan kanker.
Berbahayakah Dok? Darimana penyakit itu berasal dan bagaimana cara menyembuhkannya Dok?
Terimakasih
Mbak Umi, terima kasih atas kunjungan dan pertanyaannya.
Berbahaya itu relatif Mbak. TBC tidak seberbahaya kanker karena bisa disembuhkan dengan obat-obatan. TBC payudara berasal dari infeksi kuman yang menjalar baik dari udara ataupun makanan.
Makasih atas jawaban Dokter. Saya mau nanya lagi ya Dok…
Apakah untuk mengobatinya perlu minum antibiotik selama jangka waktu tertentu? Sebelum ini saya belum pernah terkena TB. Terimakasih
Mbak Maya yang terhormat,
Mudah-mudahan jawaban saya dapat memberi pencerahan untuk mbak maya
Mbak Umi makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Saya mau menambahkan bahwa bila ada petunjuk akan infeksi selain TBC maka antibiotika diperlukan, sebaliknya bila murni TBC ia tidak di[erlukan
Makasih Dokter atas jawabannya
Mlm Dr,sy chika umur 28thn sy mau. Stop asi utk ank sy yg berumur 2thn bln dpn nanti.sdh 2 hari ank sy tdk sy beri asi,tp payudara sy kencang bngt,dan klo tersenggol skt skali.yg mau sy tnykan,bgm spy payudara sy. Bs kmbl normal.trm ksh
Mbak Chika makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Di satu sisi Mbak sangat beruntung karena ASI masih mengalir ssd 2 tahun. Di zaman dulu Mbak bisa menjadi ibu susu untuk anak yang lain. Namun sekarang tentu tidak lazim lagi, Bagaimanapun ASI itu harus keluar jadi di pompa saja dan segera ke dokter kebidanan untuk menghentikannya.
Sore dok, 1 bulan setelah saya sapih anak saya PD kanan bengkak dan saya sudah konsul ke dr bedah umum dan kandungan diagnosa awal cuma infeksi karena ASI yang banyak dan diberi obat tapi 1 bulan kemudian tetap bengkak dan besar dan saya dibiopsi dgn jarum hasilnya adalah kanker. awalnya saya tidak terima. Tapi sekarang dok, PD kanan saya semakin besar sekali dan 2 hari lalu mulai pecah dan luka sebesar kuku. sakitnya sekarang hanya pada yg luka. Dok, saya mau tanya kalau secara medis tahap pengobatan apa yang harus saya lalui? apakah bisa langsung diangkat karena saya sudah pasrah seandainya diambil semua, karena saya takut di kemo dan therapy, selain efek sampingnya juga biayanya mahal karena saya tidak mau ngeroptin keluarga, Saya sudah ikhlas untuk meninggalkan sikecil yang baru 2,5 th karena dari referensi yang saya baca kanker ujungnya juga menghadap Tuhan. mohon dibalas dok, luka yang sudah ada apakah masih bisa diobati. Terima kasih
Mbak Vie makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Jangan putus asa dengan kenyataan menderita kanker. Apalagi jangan mengambil hak Allah SWT yang menentukan nasib setiap umatNya.
Secara medis maka perlu di lakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan apakah ada penyebarannya dan sesudah itu barulah bisa dipilihkan pengobatan yang terbaik.
Dokter, terimakasih atas artikel2nya yang sangat bermanfaat bagi saya.
Saat ini saya sedang kebingungan dok, dileher saya ada 1 benjolan sebesar kelereng dan 2 benjolan yang lebih kecil. Setelah ke dokter internist, saya diminta cek darah dan biopsi serta dokter memberikan saya antibiotik amoxicillin untuk diminum selama seminggu.
Setelah minum antibiotik tersebut, benjolan nya menjadi mengecil bahkan agak sulit untuk diraba (sebelumnya mudah sekali).
2 minggu kemudian saya kembali cek ke dokter sambil membawa hasil lab, dan ternyata hasil labnya menunjukkan saya terkena TB. Lalu dokter memberikan saya obat rimstar 4 FDC. Permasalahannya saat ini saya sedang hamil 2 bulan dok. Saat ini saya belum berani minum obat tersebut, karena obat tb tidak boleh terputus selama 6 bulan.
Pertanyaan saya adalah :
1. Apakah obat tersebut tidak berbahaya bagi kehamilan saya. karena setelah saya browsing ternyata obat tersebut termasuk kelas C.
2. Yang saya baca, obat tb dapat menyebabkan ganguan penglihatan dan pendengaran. Apakah benar?
3. Apabila saya tidak meminum obat itu minimal sampai usia kehamilan saya 4 bulan, apakah akan berbahaya?
4. Apakah bayi saya akan tertular tb?
Terimakasih banyak atas perhatiannya dokter.
Mbak Anthie makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Jawabannya saya minta kepada dr Octo yang lebih kompeten untuk itu
Dokter saya 3bln yg lalu operasi tumor payudara kiri, hasil PA nya mastitis campuran [spesifik/tuberculosa dan non spesifik. Sudah 2,5 bln ini saya mengkonsumsi obat TB, 2 bln pertama setiap hari, sekarang seminggu 3 X. Ktnya saya hrs minum obat sampai 6 bln, tp saya pernah membaca ktnya 1 th mana yg benar dok? Apakah bisa sembuh total dok ?
dokter bahar…
saya 24 tahun baru kurang lebih 1 bulan yang lalu saya menjalani operasi eksisi-biopsi MASTITIS TUBERKULOSE…dan sekarang saya sedang menkonsumsi RIMSTAR 4 FDC..yang ingin saya tanyakan dok…
@brp bulan pengobatan mastitis tbc ini? ada yg bilang pada saya mesti berobat 1 tahun?
@ apakah saat saya hamil nanti, anak saya akan membawa kuman tbc di tubuhnya saat dia lahir ??
@ apakah kuman ini dapat menular melalui hubungan sexual??
saya mohon dan sangat tunggu jawaban dari dokter.
terimakasih dok, wassalam.
Mbak Diah makasih aras kunjungan dan pertanyaannya. Biasanya pengobatan selama 6 bulan tetapi tergabtung atas pertimbangan dokter dan berbeda yntuk setiap kasus. TBC tidak diturunkan dan tidak ditularkan lewat hubungan seksual.
selamat pagi pak dokter

dok, saya skrg sedang menderita penyakit infeksi paru2, jd untuk skrg saya mengkonsumsi obat rimstar..yg mau saya tanyakan apakah saya boleh hamil dok? sampai saat ini sdh masuk bln ke 5 saya minum obat itu. saya dan suami sdh sangat pingin punya anak dok, karena sdh hampir 2 tahun kita menikah
mohon penjelasan nya ya dok.. makasih
Malem dok….
Oktober 2009 saya didiagnosa kena TBC payudara melalui test biopsi dengan jarum dan skrang saya sudah pengobatan selama hampir 6 bln akan tetapi sebulan ini puting saya mengeluarkan cairan spt nanah (spt bisul tp kecil spt jerawat). apa saya perlu tes laborat lgi ato perlu dioperasi? terimakasih…
Mbak Reni makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Yang pasti tentu Mbak menderita TBC payudara yang sudah mendapat pengobatan yang cukup. Kelainan ini disebut nipple discharge atau puting susu basah. Hal ini dapat biasa tanpa kelainan atau tumor yang berada didalam saluran air susu. Jarang sekali TBC dapat memasuki saluran itu. Nah Mbak harus diperiksa ulang oleh dokter baik secara fisik ataupun dengan USG, apakah ada tumor. Selain itu cairan itu juga diperiksa di laboratorium untuk mencari kuman yang menjadi peyebabnya. Bila tidak ada tumor tentu dapat diberikan obat sesuai dengan penemuan laboratorium. Bila ada tumor maka perlu dilakukan biopsi kembali.
Maaf Dokter saya mau bertanya lagi…
Tapi bisul kecil seperti jerawat itu makin mengecil dan skrg akhirnya menutup sudah tidak mengeluarkan cairan lagi. Sebelumnya wkt masih keluar cairan saya sudah konsul ke dokter bedah…tp dokter tsb selalu bilang bhw itu wajar…kalau infeksi katanya memang spt itu dan tidak perlu dilakukan pemeriksaan ulang sampai pengobatan berakhir setelah 6 bln. memang sih Dok…setelah memasuki bln ke 6 ini puting payudara saya sudah tidak memar kemerahan lg dan sudah melunak…juga sudah tidak terasa nyeri & panas tp saya khawatir dengan hal ini. Memang dulu th 2004 di payudara saya tsb pernah ada tumor jinak ukurannya kecil n sudah dioperasi, tp katanya tbc payudara yang saya derita tersebut tidak ada hubungannya dengan tumor yg pernah saya derita dulu krn dulu wkt operasi sudah dibersihkan akar2nya sampe bersih. Pada intinya setiap saya kontrol saran dokter selalu meminta saya supaya terus melanjutkan aja minum obatnya sampe 6 bln. Begitu Dok…terimakasih sebelumnya atas penjelasannya..
Mbak Reni syukurlah sudah membaik
dokter..salam kenal..
ada tumor di leher kanan saya, hasil biopsi dengan jarum menunjukan bahwa itu limfadenitis tuberkuloasa kaseosa.baru mau mulai makan obatnya dok.tapi saya sedang menyusui bayi saya berumur 2 bulan. apakah kandungan di dalam obat yang akan saya makan (Rimstar) berbahaya untuk bayi saya jika tetap disusui?kalau masalahnya di rasa asi yang berbeda, bisa di kombinasi dengan madu atau rasa manis lain ga dok?menurut dokter apa saya tetap menyusui atau lebih baik dihentikan dulu?karena saya InsyaAllah ingin sekali asi eksklusif. apa jadinya bila saya menunda memakan obat sampai 6 bulan (asi eks sudah selesai). beribu terimakasih dok sebelumnya atas penjelasannya..
Mbak Icha sabar ya saya akan menyakan ini ke dr Octo
Salam Hormat utk Dokter Bahar
baru 1 bulan lebih Anakku umur 15 tahun.
Baru melakukan operasi Benjolan di bawah dagu sebesar biji Lengkeng, dan hasil operasian tsb , berupa seperti kelenjar lebih, dan langsung di Test Lab < hasil nya ada kuman TBC. (TBC kelenjar)
dan Harus Minum obat selama 6 bulan
Obat2 yg di berikan sbb;
1.Rifampicin 450mg
1×1 sebelum makan
2.Ethambutol 2×1 sesudah makan
3.INH Ciba 400mg
2×1 sesudah makan
Tetapi 5 hari setelah minum obat2 tsb, Anak saya mengalami Mencret2…, tapi sy blm kepikiran dgn tdk cocok nya obat…,
karena sy pikir Diare sy ajak ke dr.umum dkt rumah…, dan sblm nya minum immodium, tapi tdk sembuh jg…,
lalu sy stop dah obat anti TBC tsb…, sy baru terpikir mungkin tdk cocok…,
salah nya saya, sy tdk berkonsultasi dgn Dr bedah yg memberikan resep obat anti tbc tsb….,
malah sy ke dr lain Dr.internist. sampai2 di suruh Tes Lab yg memakan biaya besar.
akhir nya mencret2 nya sembuh…., tapi Leher anak saya seperti nya ada benjolan lagi.
lalu sy ke Dr Bedah yg menangani operasi.
Dr.Bedah tsb sempat menggumam, siapa suruh stop obat nya….???
kata nya begitu.kalau mmg mencret2 berarti tdk cocok , konsultasi lagi dong ke Saya…, bukan ke Dr.Lain yg gak tau akar masalah nya.
Saya pun diam n mengakui kesalahan sy tsb.
Akhir nya setelah benjolan itu di periksa, Dokter bilang itu hanya Nanah , benjolan tdk secepat itu utk Timbul lagi. dan akhir nya Nanah itu di sedot keluar dan langsung kempis.
Lalu Obat yg di berikan di kurangi item nya
jadi hanya 2 Macam yg di berikan yaitu:
1.Rifampicin 450mg
1×1 sebelum makan
2.INH Ciba 400mg
2×1 sesudah makan
#######Ethambutol di Hilangkan#######
Minum obatpun di lanjutkan…alhasil tdk mencret2 lagi….,
tetapi hari ke 3 Cairan nanah di leher itu merembes dan menetes keluar melalui Lubang suntik yg kemaren di gunakan menyedot cairan tsb.
dan masih meleleh sampai saat ini.
yg sy bingung sbnr nya dari mana Nanah tsb, walau sdh di ketahui penyebab nya dari Kuman TBC.
dan apakah mmg keluar terus menerus pada saat pengobatan ?
sebenar nya Berbahayakah Kuman TBC kelenjar?
apakah dapat menular dan menyebar ke Organ lain ?
walau sy sdh sering bertanya kepada Dokter yg menangani,
dan di katakan tdk berbahaya, tapi harus di obati dgn konsisten dan Telaten selama 6 Bulan.
tapi msh saja, saya ada rasa khawatir.
kenapa bisa keluar Nanah terus ?
apakah mmg begitu selama dalam Pengobatan ?
dan akan kering dgn sendiri nya bila TBC nya sdh sembuh ?
Saya Tunggu Jawaban Dari Dokter
Terima Kasih
Mas Har makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Obat tidak selalu sesuai Mas, nah untuk anak Mas ternyata etambutol tidak cocok hingga distop, namun itu tidak merupakan suatu masalah besar karena dua obat itu cukup untuk TBC. Nanah adalah pertanda infeksi dan pada TBC kelenjar itu adalah kelaziman. Kelak bila TBC sembuh maka nanah itu akan hilang.
Maaf ,ini Tambahan utk Postingan di atas…
Anak Saya Kondisi Fisik dan Tubuh nya Sehat dan Normal2 saja…
Tidak ada Demam , Batuk ,susah tidur atau keluhan lain.
semua berjalan seperti biasa , sehat dan Normal, nafsu makan pun biasa saja.
skrg Keluhan nya cuma 1 , masih ada sedikit Nanah yg meleleh
Kami Tunggu Jawaban nya.
Terima Kasih Dokter.
Mas Har sabar ya. nanah itu akan kering ketika TBC berhasil disembuhkan.
oh…, begitu ya Dok…
apakah secara Umum TBC kelenjar yg sdh di buang Benjolan nya ,Tidak berbahaya lagi walau masih keluar Nanah pada saat menjalani Pengobatan dgn Minum Obat Rifampicin dan INH Ciba selama 6 Bulan ?
dan apakah hanya dgn 2 jenis obat tsb diatas, Dosisnya sdh cukup utk penyembuhan total ?
Terima Kasih Banyak ya Dok, sudah mau Menjawab pertanyaan saya.
Mas Har tentu lebih baik bila tiga obat tetapi dua cukup hanya mungkin lebih lama
oh ,Maaf Dokter…., saya jadi nanya lagi postingan sy yg terakhir ..,
soal nya sy gak melihat dan membaca jawaban Dokter yg di atas nya…
ok, Saya sdh Mengerti Dokter.
Terima kasih banyak atas Perhatian nya.
Salam Hormat’
Har n Keluarga.
dr. Bahar Yth.
Saya Ibu rumah tangga umur 35 tahun. bulan Februari yang lalu di PD kanan saya ada benjolan dan saya sdh periksa ke dr. onkologi. Setelah diobati kurang lebih 1.5 bulan tidak ada kemajuan akhirnya dokter memutuskan untuk eksisi. Dari hasil PA diketahui bahwa saya menderita mastitis TB. Akhirnya dokter onkologi saya memberikan resep Rifampicin, INH, Ethambutol, Pyrazinamide. Hari pertama saya minum obat, saya alergi Rifampicin dan kemudian dirujuk ke dr. paru dan diganti obat lefofloxacin. apa obat pengganti ini juga efektif untuk TB dok? Setelah minum obat saya jadi berkeringat dan kadang mual dan kepala agak berat, apa ini reaksi yang normal setelah minum obat ini? Apa obat-obat yang harus saya minum sebelum makan semua dok? Soalnya dari apotik tidak ada kejelasan aturan minum obatnya? Sampai 2 minggu setelah operasi payudara saya masih keras, apa hal ini normal karena pembedahan? Atas jawaban dan bantuannya saya mengucakan terima kasih.
Mbak Dwi makasih atas knjungan dan pertanyaannya. Mastitis TBC memang lama sembuhnya. Makan obat beberapa minggu pasti belum kelihatan baiknya. Susahnya alergi obat seruing juga hingga obat harus diganti. Untuk itu Mbak Dwi perlu berobat ke Dokter Penyakit Dalam disammping dokter bedah untuk urusan lukanya.
Terima Kasih atas sarannya dok. Bagi pasien seperti kami saran dr. Bahar sangat kami butuhkan dalam proses penyembuhan. Kalau boleh bertanya lagi ya dok, kira-kira untuk penyembuhan luka operasi sampai berapa lama? Dari luar luka bekas operasi saya sudah sembuh, tapi kadang masih timbul rasa nyeri di payudara, apa penyebabnya ya dok, apa karena kuman TBC-nya? Terima kasih
Mbak Dwi makasih ya atas kunjungan kembalinya. Kesembuhan luka operasi tergantung atas jenis operasinya dalam hal sterilitas. Bila operasi bersih, misalnya operasi FAM maka sembuhnya cepat sekitar 3-4 hari. Bila luka kotor seperti mastitis TBC bisa lebih lama tergantung apa yang dikerjakan oleh dokter. Bila ia membersihkan semua tumor beerta infeksinya kira-kira 2 minggu. Tpi bila hanya mengeluarkan nanah akan lebih lama lagi. Luka kadang-kadang sembuh kulitnya tapi tidak didalamnya. Nah aseandainya sakit itu disertai rasa cekung di bekas luka mungkin prosesnya masih berjalan. dan bila Mbak dwi tidak melengkapi memakan nobat sampai watu yang ditentukan mungkin sekali penyakitnya masih ada.
dr.bahar yth
saya punya masalah, dl waktu saya hamil 2bln pernah terkena mastitis tb. usia kandungan 4bln saya mulai minum obat tbc hingga kira2 selama 9bln saya mengkonsumsi obat tbc.krn sdh merasa membaik sy hentikan konsumsi obat tanpa konsul ke dokter. skrg usia anak saya sudah 13bln dan di payudara kanan mulai memerah tampaknya abses. yg ingin sy tanyakan,apakah penyakit ini bisa timbul kembali? sampai saat ini saya belum knsul ke dokter yg biasa sy kunjungi. trim atas jawabannya.
Mbak Any makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Bila Mbak tidak selesai tunats meminum obat hampair buisa dipastikan TBC masih ada dan akan berkembang. Segerakah Mbak kembali ke dokter yang bisas.
dok, ketika saya ronsen sebgai tahapan untuk biopsi tumor payudara, ternyata menurut dokter paru-paru saya ada masalah, apakah keadaan seprti itu masih bisa dilakukan biopsi dok?
Mbak Samiah makasih atas kunjungan kembalinya. Apa sih masalahnya Mbak? Tolong diinformasikan.
yth. dr. Bahar
menyambung pertanyaan saya yang dulu . Benjolan di payudara saya masih ada walau sudah dioperasi, padahal saya sudah rutin minum obat TBC-nya. Dan sekarang ada kemerahan di atas benjolannya. Apa yang terjadi ya dok? terima kasih atas jawaban dan sarannya. Setelah operasi (4 Mei 2010)saya sudah kontrol 2 x ke dr onkologi dan diminta kontrol 2 bulan pasca operasi.
Mbak Dwi makasih atas kunjungan dan pertanyaannya ya. Nah kemungkinan adalah penyakitnya kambuh kembali. Hal itu sering terjadi walaupun sudah mendapat obat TB yang lengkap.
dr. Bahar yth.
Terima kasih atas jawabannya. Terus apa yang harus saya lakukan sekarang ini dok? Apa saya harus secepatnya kontrol? Dulu sebelum dioperasi benjolan di Payudara saya malah tidak kemerahan, apa ini tanda penyakit saya bertambah parah dok? Terima kasih atas jawabannya.
Ya Dwi, Anda harus segera datang berobat.
dokter Bahar yg trhormat,
saya umur 21 taun,dan skarang lg ketakutan karena di puting kiri saya ada luka sperti luka lecet dan dibawah ketiak kiri saya trasa agak sakit..saya ingin memeriksakan ke dokter tapi takut dan gak tau harus meriksain ke dokter bgian apa..saya sudah mngompres luka dngan alkohol tp masih belum jg..apa yg harus saya lakukan ya,dok ?apa ini salah satu tanda kanker payudara ?trima kasih banyak atas jawabannya..
Mbak Hana makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Yang pasti luka lecet di puting dan sakit dibawah ketiak bukan tanda-tanda kanker. Mengompres dengan alkohol juga tidak akan menolong. Yang terbaik adalah Mbak Hana segera memeriksakan diri ke dokter bedah onkologi.
dokter saya mau tanya,,..
saya lagi hamil 2 bulan, saya terkena TBC usus.saya konsultasi ke dokter bedah.dokter saya juga bingung saya di kasih obat apa.hingga saya di suruh konsultasi ke dokter TBC paru.krn saya dlu prnah terkena batuk bronchitis.saya bingung dok,apa yg harus saya lakukan,saya minum obat apa?apa pengaruh pada perkembangan janin?apa saya salah alamat jika konsultasi ke dokter bedah?mohon petunjuknya dok… makasih dokter,,
Mbak Nisya makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Sebenarnya tidak salah tetapi karena ada TBC usus sebaiknya selain ahli bedah usus, mbak juga berobat ke ahli paru, Nanti mereka bisa bekerja sama memberikan obat yang terbaik untuk Mbak.
dok, mei 2007 saya operasi payudara, abcess mamae, skarang ini kok timbul kemerahan dan nyeri di bekas operasi, knapa dok? Saya takut skali
Mbak Indrawati makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Tolong diinformasikan Mbak apakah hasil pemeriksaan jaringan pada operasi itu?
salam kenal dok. saya ratni , 3 bln yg lalu menjelang akan haid payudara saya terasa kencang dan sakit, sy fikir akan hilang setelah haid datang, namun setelah haid datang yang berangsur sembuh hanya payudara sebelah kanan, sementara yg kiri tetap sakit dan ada benjolan..sebelunmya tidak ada. setelah di mammo dan usg dinyatakan ada keganansan….namun setelah dibiopsi ternya hasilnya radang, sambil menunggu hsl biaopsi saya diberi antibiotik dan obat anti radang untuk waktu 10 hari ………selanjutnya saya diberi antibiotik utk selama satu bulan dan obat anti radang selama 1 minggu.sebelum biopsi sudah ada lecet dibawah payudara saya yg kata dokter itu akibat radang yg pecah diluar . setelah satu bulan bisul terus bertambah sampai empat bh dan sekitar payudara berwarna hitam (memar),…apakah ini ciri-ciri TB payudara dok / tks
Mbakk Ratni makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Dari kisah ini saya juga menduga Mbka menderita mastitis TBC atau radang payaudara karena TBC. Alasannya adalah hasi biopsi yang menunjukkan radang yang diobati selama 10 hari dan akhirnya diganti dengan Rifampicin suatu obat anti TBC,
Seandainya ada nanah harus dikeluarkan dengan operasi.
oya… dok..antibiotik yg diberikan adalah rifampicin 450 mg. karena dokter pertama ini dikarta, sementara saya didaerah…. saya mencoba konsultasi ke dok yg ada di daerah saya . setelah dia melihat kondisi payudara saya dimenyatakn 80 % sata terkena TB dan disarankan untuk dioperasi. apakah jalan satu-satunya adalah operasi dok ? apakah terapi obat tidak cukup /
tidak ada nanah dok, bisul yng pertama hanya mengeluarkan darah hitam tp tidak banyak dan hanya sesekali saja sekarang 3 dari 4 bisul yg pecah sudah menutup kembali. bisul-bisul itu tumbuh didaerah yang mengeras dok dan daerah sekitar nya terasa gatal-gatal dan saya kompres dengan air hangat. dg dr didaerah saya diberi rimstar 4 fdc dan picula untuk 12 hari sebelum dioperasi (rencananya dok). tapi baru empat hari badan saya termasuk kepala kok gatal-gatal ya dok/? apakah sy alergi dg rimstar ini dok .tks
Seandainya tiodak ada nanah maka tidak perlu operasi Mbak.
selamat siang dok, jgn bosen yak dok sama pertanyaan saya…. nanah yg dimasud itu apakah yg ada di bisul yg pecah atau keluardr putingnya? trus mengapa di sekitar kulit tersebut hitam kebiruan.. kayak memar dan rasa gatal dan apakah ada obat salep untuk menghilangkan memar tersebut ?. Picula itu untuk obat apa ya dok? berapa lama saya harus minum rimstar 4 fdc. tks
Santai saja Rat. Bertanya itu baik kok. Betul nanah itu ada dibisul dan kulit kehitaman itu tanda-tanda kekurangan Oksigen yang bila tidak diobati akan menjadi borok. Obat salep untuk tidak ada. Rimstar paling kurang 6 bulan dan Picula akan saya cari dulu informasinya ya.
terimakasih ya pak dokter atas jawabannya…. saya inginnya kalau bisa tdk dioperasi dok, soalnya sy udah 3 kali di operasi caesar… jadinya trouma…o ya dok tanya lagi ya…..bagaimana caranya memenuhi kekurangan oksigen tersebut ?tks
Rat kalau ada nanah harus dikeluarkan tapi belum tentu harus operasi.
Dok saya bln juli 2010 sdh operasi TB payudara kanan dan skr msh minum obat bacbutinh 1×1 pagi dan rifampicin 1×1 malam,sblm divonis tb thn 2009 saya msh menyusui,stlh brenti menyusui kia-kira 5 bln kemudian baru payudara kanan terasa sakit dan diberi antibiotik,rasa sakit hilang baru kemudian bln juli 2010 dokter menyuruh sy operasi dan minum obat sampe skr,yang ingin saya tanyakan :
1.anak saya tertular tdk dok? sy takut asi saya ada kuman TB nya,kmrn anak saya sdh di mantouk hasilnya negatif tapi foto rontgen mencurigakan spesifik aktif???
2.Berlebihan tidak dok kalau saya kasih anak saya pencegahan obat sirup TB vit 6 (anak saya umur 3thn 8 bln )
3.kalau yang sakit payudara kanan,terus payudara kiri saya kasih asi bahaya ga dok??
4dokter saya pernah bilang tidak menular asalkan tidak disusui,tapi dokter anak saya bilang bisa menular karena sebelum si kuman ke payudara biasanya kuman itu ke paru-paru terlebih dahulu,nah pas saat saya batuk bisa menular ke anak.SAYA BINGUNG DOOOOK, saya pingin yang terbaik buat semuanya mohon saran dan nasihatnya.Trima kasih sekali
Mbak Nova makasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Saya belum pernah mendengar bahwa anak dapat tertular TBC lewat ASI. tapi memang ia dapat menuilar lewat dahak kalau Mbak menderita TBC paru. Untuk amannya dipastikan dengan pemeriksaan bta atau basuil tahan asam.. Bila positif maka Mbak menjadi penular dan sebaliknya. Tapi untuk amanya lebih baik anaknya diperiksa saja dengan terst mantoux. Bila positif diberikan obat anti TBC dan sebaliknya,