<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: NGOMONG YUK!</title>
	<atom:link href="http://www.suaradokter.com/2008/11/ngomong-yuk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/ngomong-yuk/</link>
	<description>Griya Curhat Sang Dokter</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 14:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/ngomong-yuk/comment-page-1/#comment-71</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 01:41:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=290#comment-71</guid>
		<description>Second opinion sebenarnya dilakukan oleh dokter untuk meminta pendapat banding bagi kesimpulannya mengenai penyakit pasien. Karena itu ia akan meminta kepada dokter yang ia percayai dan mungkin tidak praktek di rumah sakit tersebut. Maka bila dilakukan tanpa sepengatahuan dokter yang mengobatinya dan hal itu boleh-boleh saja, ia akan diperlakukan sebagai pasien baru dengan resiko pengobatan menjadi tertunda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Second opinion sebenarnya dilakukan oleh dokter untuk meminta pendapat banding bagi kesimpulannya mengenai penyakit pasien. Karena itu ia akan meminta kepada dokter yang ia percayai dan mungkin tidak praktek di rumah sakit tersebut. Maka bila dilakukan tanpa sepengatahuan dokter yang mengobatinya dan hal itu boleh-boleh saja, ia akan diperlakukan sebagai pasien baru dengan resiko pengobatan menjadi tertunda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: titah</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/ngomong-yuk/comment-page-1/#comment-69</link>
		<dc:creator>titah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 13:09:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=290#comment-69</guid>
		<description>tentang second opinion... apakah hanya boleh dimintakan ke dokter yang bekerja di rumah sakit yang sama dan harus sepengetahuan dokter yang merawat? kalau kita minta pendapat dokter lain di luar rumah sakit itu, diam-diam tanpa sepengetahuan dokter yang merawat (maksudnya biar pendapatnya lebih netral aja), bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tentang second opinion&#8230; apakah hanya boleh dimintakan ke dokter yang bekerja di rumah sakit yang sama dan harus sepengetahuan dokter yang merawat? kalau kita minta pendapat dokter lain di luar rumah sakit itu, diam-diam tanpa sepengetahuan dokter yang merawat (maksudnya biar pendapatnya lebih netral aja), bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: titah</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/ngomong-yuk/comment-page-1/#comment-67</link>
		<dc:creator>titah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 11:55:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=290#comment-67</guid>
		<description>kok ide kita sama ya dok? teman saya ani sudah menulis hal yang sama untuk rumahkanker, tapi rupanya uploadnya kalah gesit dengan dokter bahar, hehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok ide kita sama ya dok? teman saya ani sudah menulis hal yang sama untuk rumahkanker, tapi rupanya uploadnya kalah gesit dengan dokter bahar, hehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

