<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Magi &#8211; Percaya atau Tidak</title>
	<atom:link href="http://www.suaradokter.com/2008/11/magi-percaya-atau-tidak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/magi-percaya-atau-tidak/</link>
	<description>Griya Curhat Sang Dokter</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 14:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/magi-percaya-atau-tidak/comment-page-1/#comment-48</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 00:20:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=187#comment-48</guid>
		<description>Subhannallah. Memang betul Titah. Kita harus meyakini bahwa yang diberikanNya hanyalah ibarat setetes air dari tujuh lautan. .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhannallah. Memang betul Titah. Kita harus meyakini bahwa yang diberikanNya hanyalah ibarat setetes air dari tujuh lautan. .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: titah</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/magi-percaya-atau-tidak/comment-page-1/#comment-47</link>
		<dc:creator>titah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 14:20:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=187#comment-47</guid>
		<description>Dulu, saya termasuk orang yang paling tidak percaya pada segala sesuatu yang tidak masuk akal. Selalu merasa paling benar dan paling pintar. Tapi suatu ketika saya mendengar pengajian di radio, yang membandingkan ilmu/rahasia Allah dengan ilmu/akal manusia. &quot;Bayangkanlah engkau berdiri di tepi lautan yang dalam dan luas tak bertepi, dan celupkan ujung jarimu ke dalamnya. Laut itu seumpama ilmu Allah, dan air yang menempel di ujung jarimu itulah batas ilmu manusia.&quot; Sejak itu saya tidak lagi terlalu mendewakan akal, dan lebih membuka diri terhadap kemungkinan-kemungkinan lain, termasuk magi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, saya termasuk orang yang paling tidak percaya pada segala sesuatu yang tidak masuk akal. Selalu merasa paling benar dan paling pintar. Tapi suatu ketika saya mendengar pengajian di radio, yang membandingkan ilmu/rahasia Allah dengan ilmu/akal manusia. &#8220;Bayangkanlah engkau berdiri di tepi lautan yang dalam dan luas tak bertepi, dan celupkan ujung jarimu ke dalamnya. Laut itu seumpama ilmu Allah, dan air yang menempel di ujung jarimu itulah batas ilmu manusia.&#8221; Sejak itu saya tidak lagi terlalu mendewakan akal, dan lebih membuka diri terhadap kemungkinan-kemungkinan lain, termasuk magi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

