<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kompetensi</title>
	<atom:link href="http://www.suaradokter.com/2008/11/kompetensi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/kompetensi/</link>
	<description>Griya Curhat Sang Dokter</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 14:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/kompetensi/comment-page-1/#comment-188</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 21:47:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=296#comment-188</guid>
		<description>Wah Mas, kalaulah semua profesional muda seperti Mas ini mau berjuang untuk negeri ini, terbayang harapan untuk negeri ini. Film itu akan saya cari nanti. Makasih Mas atas kunjugan dan masukannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah Mas, kalaulah semua profesional muda seperti Mas ini mau berjuang untuk negeri ini, terbayang harapan untuk negeri ini. Film itu akan saya cari nanti. Makasih Mas atas kunjugan dan masukannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hendra ceka</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/kompetensi/comment-page-1/#comment-187</link>
		<dc:creator>hendra ceka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 15:36:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=296#comment-187</guid>
		<description>sip dok... sebisanya kita semua berjuang untuk negri ini. Kalo referensi ringan mengenai sistem asuransi dan sistem kesehatan di luar negri,bahkan morat maritnya sistem kesehatan di U.S, coba dokter  liat di film dokumenternya michael moore( sutradara fahrenheit 911) yg judulnya sicko.... (udah banyak dok, bajakannya di negri kita..hehe).. bagus kok dok.
salam hangat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sip dok&#8230; sebisanya kita semua berjuang untuk negri ini. Kalo referensi ringan mengenai sistem asuransi dan sistem kesehatan di luar negri,bahkan morat maritnya sistem kesehatan di U.S, coba dokter  liat di film dokumenternya michael moore( sutradara fahrenheit 911) yg judulnya sicko&#8230;. (udah banyak dok, bajakannya di negri kita..hehe).. bagus kok dok.<br />
salam hangat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/kompetensi/comment-page-1/#comment-183</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 12:57:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=296#comment-183</guid>
		<description>Mas Hendra, semuanya bermula dari belum terbinanya sistem informasi terpadu akan negara yang luas ini, khususnya mengenai jumlah dokter dan spesialis yang dibutuhkan serta berapa besaran pendapatan yang sepatutnya untuk dokter. Maka berbagai efek negatif yang Mas sebutkan itu bermunculan. Misalnya, 1. dokter keluarga yang kurikulumnya sudah diperoleh semasa dokter umum dalam public health dijadikan sebagai suatu spesialisasi; 2. semua universitas dari Sabang sampai Merauke membuka lebar kran pendidikan spesialisasi; 3. lahan spesialisasi meluas untuk memberikan masa depan yang cerah bagi anak didihnya; 4. spesialis menumpuk di daerah kaya untuk mengembalikan uang puluhan - ratusan juta yang dibayar mereka ketika diterima dalam pendidikan spesialis; dlsb. Informasi ini juga menyebabkan asuransi bagi semua rakyat masih mimpi karena BLT yang demikian mudahnya masih salah hak.  Yah Mas mau apa lagi. Inilah negriku. Akhirnya makasih atas kunjungannya dan masukannya. Salam hangat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Hendra, semuanya bermula dari belum terbinanya sistem informasi terpadu akan negara yang luas ini, khususnya mengenai jumlah dokter dan spesialis yang dibutuhkan serta berapa besaran pendapatan yang sepatutnya untuk dokter. Maka berbagai efek negatif yang Mas sebutkan itu bermunculan. Misalnya, 1. dokter keluarga yang kurikulumnya sudah diperoleh semasa dokter umum dalam public health dijadikan sebagai suatu spesialisasi; 2. semua universitas dari Sabang sampai Merauke membuka lebar kran pendidikan spesialisasi; 3. lahan spesialisasi meluas untuk memberikan masa depan yang cerah bagi anak didihnya; 4. spesialis menumpuk di daerah kaya untuk mengembalikan uang puluhan &#8211; ratusan juta yang dibayar mereka ketika diterima dalam pendidikan spesialis; dlsb. Informasi ini juga menyebabkan asuransi bagi semua rakyat masih mimpi karena BLT yang demikian mudahnya masih salah hak.  Yah Mas mau apa lagi. Inilah negriku. Akhirnya makasih atas kunjungannya dan masukannya. Salam hangat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hendra ceka</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/kompetensi/comment-page-1/#comment-179</link>
		<dc:creator>hendra ceka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 08:22:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=296#comment-179</guid>
		<description>Dok., bagaimana pendapat Anda, sistem kedokteran yang sekarang sangat spesialistik ini, apakah baik untuk masa depan kedokteran indonesia? bahkan sekarang ini.. saya dengar-dengar ada spesialis kedokteran keluarga, yg notabene adalah salah satu peran dari seorang dokter umum. Saya sendiri mengharapkan adanya sistem asuransi keseluruh masyarakat negeri ini.. sehingga dokter tidak lagi harus berpikir mengenai sebuah profesi spesialistik semata2 dalam rangka pendapatan yg lebih terjamin..ato dalam kata lain dogma mahasiswa kedokteran saat ini &quot; belom dapat duit kalo belum jadi spesialis&quot;... bisa berubah di tahun2 mendatang. dan sehingga menjadi seorang spesialis menjadi sebuah pilihan idealisme yang baik..Dan tidak semata2 karena tuntutan pendapatan saja.
terimakasih dok sudah berkunjung. Salut sekali dengan dokter yang sangat hebat dan sangat rajin bersedekah informasi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dok., bagaimana pendapat Anda, sistem kedokteran yang sekarang sangat spesialistik ini, apakah baik untuk masa depan kedokteran indonesia? bahkan sekarang ini.. saya dengar-dengar ada spesialis kedokteran keluarga, yg notabene adalah salah satu peran dari seorang dokter umum. Saya sendiri mengharapkan adanya sistem asuransi keseluruh masyarakat negeri ini.. sehingga dokter tidak lagi harus berpikir mengenai sebuah profesi spesialistik semata2 dalam rangka pendapatan yg lebih terjamin..ato dalam kata lain dogma mahasiswa kedokteran saat ini &#8221; belom dapat duit kalo belum jadi spesialis&#8221;&#8230; bisa berubah di tahun2 mendatang. dan sehingga menjadi seorang spesialis menjadi sebuah pilihan idealisme yang baik..Dan tidak semata2 karena tuntutan pendapatan saja.<br />
terimakasih dok sudah berkunjung. Salut sekali dengan dokter yang sangat hebat dan sangat rajin bersedekah informasi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dokter Bahar</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/kompetensi/comment-page-1/#comment-70</link>
		<dc:creator>Dokter Bahar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 01:09:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=296#comment-70</guid>
		<description>Tentu saja pasien berhak memilih dokter yang paling dia percayai Titah. Dalam buku saya yang berjudul SANG DOKTER, rumah sakit diibaratkan sebagai rimba raya. Maka menempuhnya dengan selamat membutuhkan guide yang tepat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu saja pasien berhak memilih dokter yang paling dia percayai Titah. Dalam buku saya yang berjudul SANG DOKTER, rumah sakit diibaratkan sebagai rimba raya. Maka menempuhnya dengan selamat membutuhkan guide yang tepat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: titah</title>
		<link>http://www.suaradokter.com/2008/11/kompetensi/comment-page-1/#comment-68</link>
		<dc:creator>titah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 12:01:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.suaradokter.com/?p=296#comment-68</guid>
		<description>setuju, langkah pertama ke dokter umum dulu... 
tapi pasien jaman sekarang kalau nggak langsung ke spesialis nggak puas dok. baru pusing aja maunya langsung mri atau ct scan, habis gitu teriak-teriak mengatakan pengobatan di indonesia mahal...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju, langkah pertama ke dokter umum dulu&#8230;<br />
tapi pasien jaman sekarang kalau nggak langsung ke spesialis nggak puas dok. baru pusing aja maunya langsung mri atau ct scan, habis gitu teriak-teriak mengatakan pengobatan di indonesia mahal&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

