Skip to content


Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker nomor dua terbanyak di Indonesia

Faktor resiko

Faktor resiko adalah istilah statistik bagi peluang suatu keadaan untuk menyebabkan suatu keadaan. Bila bagi Kanker Payudara (KPD), faktor resiko umur lanjut lebih dari 10 maka kemungkinan menderita KPD bagi pasien berumur 50 tahun lebih dari 10 kali lipat pasien berumur 20 tahun.

Tabel ini adalah faktor resiko pada KPD, menurut Sonar S Panigoro dalam makalahnya yang berjudul: Kanker Payudara Epidemiologi dan Gejala Klinis yang dibacakan dalam Pertemuan Ilmiah Peraboi, Bandung, 2003.

Faktor Resiko

Resiko Relatif

Resiko Tinggi

1.       Umur

Lebih dari 10

Usia lanjut

2.       Riwayat Keluarga (KPD)

Lebih dari 2

Saudara usia muda

3.       Riwayat Neoplasma Jinak

4 – 5

Atipikal Hipoplasia

4.       KPD Kontra

Lebih dari 4

5.       Letak Geografis

5

Negara maju

6.       Usia Menarche

3

Usia kurang dari 11 tahun

7.       Usia Menopause

2

Usia lebih dari 54 tahun

8.       Usia Kehamilan Pertama

3

Anak pertama awal 40 tahun

9.       Status Sosial Ekonomi

2

Tinggi / Menengah

10.   Diet

1,5

Gemuk

11.   Berat Badan

0,7 – 2

BMI lebih dari 35

12.   Hormon Eksogen

1,2 – 2

10 tahun

Kontrasepsi Oral

1,2

Terapi Hormon

1,35

Lebih dari 10 tahun

13.   Riwayat Radiasi

3

Abnormal Exp. Lebih dari 10 tahun

Perjalanan penyakit

KPD dapat tumbuh, menembus jaringan sekitarnya, menyebar melalui saluran getah bening ke ketiak dan atau pembuluh darah ke seluruh tubuh seperti hati, tulang, paru dan lain sebagainya.

Munculan

Keluhan pasien beragam sejak dari tumor di payudara, pembesaran Kelenjar Getah Bening (KGB) di ketiak ataupun di leher serta tanda-tanda metastasis seperti batuk-batuk atau nyeri tulang.

Semuanya dihitung dengan TNM seperti tabel di bawah ini.

T0 Tumor tidak teraba
T1 Tumor kurang dari 2 cm
T2 Tumor lebih dari 2 cm tapi kurang dari 5 cm
T3 Tumor lebih dari 5 cm
T4 Setiap ukuran yang sudah menembus kulit, misalnya borok.
N0 KGB Ketiak sisi yang sama tidak teraba
N1 KGB Ketiak sisi yang sama teraba tapi tidak lengket ke jaringan sekitar.
N2 KGB Ketiak sisi yang sama teraba dan lengket ke jaringan sekitar.
N3 Teraba KGB di leher
M0 Tidak ada metastasi
M1 Metastasi ditemukan

Dari Spilessi et al.: UICC, TNM Atlas, Springer, Berlin, 1982

Berdasarkan TNM diperoleh stadium klinis seperti tabel di bawah ini.

Stadium I

T0 – T1

N0 – N1

M0

Stadium II

T2

N1

M0

Stadium IIIA

T3

N2

M0

Stadium IIIB

T4

N3

M0

Stadium IV

M1

Dari Spilessi et al.: UICC, TNM Atlas, Springer, Berlin, 1982

Pemeriksaan

Pemeriksaan lanjutan pada KPD adalah konfirmasi metastasis seperti: 1. pemeriksaan faal hati dan ginjal, 2. foto dada, 3. pemindaian tulang. Hasilnya dapat merubah stadium klinis.

Pra Pengobatan

Setiap pengobatan KPD harus didahului dengan konfirmasi patologi, apakah ada keganasan. Untuk itu sampel tumor harus diambil. Pengambilan dapat dilakukan dengan: 1. terbuka (operasi) atau tertutup dengan (sedotan jarum suntik) dan 2. langsung disaat operasi (potong beku) atau tidak.

Penafsiran patologi meliputi: 1. adanya keganasan, 2. derajat keganasan, 3. profil hormon dan 4. ekspresi gen .

Pengobatan

Pengobatan dapat dilakukan secara lokal atau sistemik. Lokal dengan operasi atau sinar. Sistemik dengan kemoterapi atau hormon.

Stadium I dan II

Mastektomi radikal atau modifikasi. Yaitu pengangkatan seluruh payudara bersama dengan seluruh rangkaian KGB di ketiak. Bila KGB ketiak mengandung keganasan diberikan kemoterapi.

Stadium IIIA

Mastektomi sederhana yaitu pengangkatan seluruh payudara sesudah sebelumnya diberikan kemoterapi.

Stadium IIIB

Diberikan dulu kemoterapi dan bila mengecil dilakukan mastektomi sederhana atau terapi hormonal.

Stadium IV

Terapi hormon.

Posted in Onkologi, Payudara.

Tagged with , , , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.