Skip to content


GHI 2: Kekuatan Gaya Hidup Islami

GHI adalah aplikasi Al Quran yang difirmankanNya sebagai penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS Ibrahim 014: 052)

Kesederhanaannyapun telah dijanjikanNya yaitu tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. QS Al Baqarah 2:286

Dalam praktek, GHI mengenal mengenal lima hal yaitu: wajib (harus dilakukan: dikerjakan beruntung. tidak dikerjakan merugi), haram (jangan dilakukan: dikerjakan merugi, tidak dikerjakan beruntung); sunat (dianjurkan: dikerjakan beruntung, tidak dikerjakan tidak merugi); makruh (tidak disukai: dikerjakan tidak merugi, tidak dikerjakan beruntung) dan mubah (boleh-boleh saja: dikerjakan atau tidak, tidak beruntung dan tidak merugi).

Bagaimana hubungan GHI dengan penyakit dunia?

Menurut perkiraan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization- WHO), di tahun 2002 (terlampir), hampir seluruh kematian penduduk dunia disebabkan oleh penyakit Peringkat pertama diduduki penyakit jantung dengan taksiran 16,655,000 kematian atau 29.2% dari keseluruhan yang berjumlah  57,027,000. Kedua, penyakit infeksi, 14,967,000 kematian atau 26.2%. Ketiga, penyakit kanker, 7,106,000 atau 12.5%. Keempat, trauma, 5,188,000 atau 9.1%. Kelima, penyakit paru, 3,696,000 atau 6.5%. Menyusul: Penyakit ibu dan perinatal, 5.2%, Pencernaan, 3.4%; Syaraf dan Jiwa, 1.9%; Kencing manis 1.7%; Penyakit saluran kemih, 1.5%; Keturunan, 0.9%; Kurang gizi, 0.8%; Gizi dan hormon 0.4%; Tulang dan otot, 0.2%; dan Kulit, 0.1%.

Kecuali sudah ditentukanNya, mengerjakan yang wajib (shalat, puasa dll) sesuai dengan ketentuannya serta meninggalkan yang haram (zinah. alcohol dll) dapat mencegah penyakit jantung, infeksi, penyakit kanker, trauma, penyakit paru , acquired immunoideficiency syndrome (AIDS), trauma pada kecelakaan dlsb.

Posted in Onkologi, Payudara.

Tagged with .


Gaya hidup Islami vs Kanker payudara

Prolog
Ketika seorang muslimat diputus menderita kanker payudara hendaklah ia meneliti kembali apakah ia sudah menjalankan gaya hidup islami (GHI) secara menyeluruh.
Kenapa?
Karena GHI adalah manifestasi aplikasi Al Quran, manual kehidupan manusia yang sempurna dari Allah swt., dan diajarkan oleh utusanNya, Muhammad saw. Ajaran itu mencakup semua aspek pemeliharaan sistem kehidupan hingga terlihat sebagai suatu gaya hidup.
Dalam hal Kanker payudara (KPD), berbagai aturanNya digunakan kedokteran dalam penanganannya seperti pencegahan, deteksi dini dan berobat ke dokter.

 

Posted in Onkologi, Payudara.


Benang jadi daging?

jahitan dengan benang yang tidak bisa diserap di leher

jahitan dengan benang yang tidak bisa diserap di leher

Benang jadi daging adalah satu dari sekian banyak istilah yang menyesatkan seperti khitanan dengan laser.  Demikian dahsyatnya sampai banyak pasien meminta dijahit dengan benang yang jadi daging. Dalam hal jahitan ini sebagian mereka menghendaki lem dan kebanyakan sahabat web ini menanyakan kapan jahitan harus diangkat.

Jahitan yang dilakukan saat ini hanyalah penyempurnaan dari pengobatan oleh para dokter ribuan tahun yang lalu.

Bagi penutupan luka ada dua golongan besar benang yang dapat digunakan yaitu benang yang bisa diserap (absorbable) dan lainnya tidak bisa diserap (non-absorbable).

Benang yang pertama kali muncul dalam sejarah adalah benang yang tidak bisa diserap. Pada zaman itu dokter menjahit luka dengan berbagai materi yang ada seperti tulang untuk menjahit dan bulu binatang sebagai benangnya. Sekarang untuk benang yang tidak diserap digunakan sutra (silk), kawat (wire) dlsb. Benang ini biasanya digunakan untuk menjahit kulit dan dapat diangkat sesudah beberapa hari. Biasanya jahitan di muka sesudah 5 hari dan dianggota tubuh lain 7 hari.

Benang yang diserap muncul pertama kali berasal dari usus sapi dan disebut catgut. Ia tidak menjadi daging tapi dihancurkan oleh proses kimia tubuh. Sekarang digunakan bahan sintetik seperti Dexon dlsb.

Apa yang dipakai dokter tergantung atas kondisi lukanya.

Posted in Kedokteran, Tempat praktek.

Tagged with , , .


Peran RAI dalam ablasi kanker tiroid

RAI, singkatan dari radioactive iodine adalah Iodine-131 (131I). Merekalah alat yang digunakan dalam ablasi atau penghancuran tumor tiroid. Laksana pasukan sandi dalam operasi intelijen mereka melakukan infiltrasi langsung ke jantung kanker tiroid.

Sesungguhnya RAI131  adalah isotop Yodium (Iodine).  Isotop adalah zat kimia yang tidak stabil dan memuat energi yang dapat menghancurkan daerah sekitarnya. Bila bom atom dilepas di  di Hiroshima, RAI131 dilepas di tiroid.

RAI131 dapat masuk karena sel tiroid mendambakan Yodium untuk membuat hormon mereka. Dalam dosis kecil mereka tidak berbahaya hingga dilakukan untuk menyidik sel tiroid yang dikenal sebagai thyroid scan. Dalam dosis besar mereka akan menghancurkan sel tiroid dan disebut thyroid ablation.

Bagaimana kalau kanker tiroid sudah bermetastasis atau menyebar?

RAI131 dapat mengenalnya bila tidak ada lagi sel tiroid di tiroid. Artinya tiroid sudah diangkat semuanya atau pasien sudah menjalani tiroidektomi total. Barulah kemudian dengan dosis kecil, RAI131 dapat menyidik daerah yang sudah dirasukinya. Cara ini dikenal sebagai whole body scan.  Dalam dosis besar RAI131 dapat menghancurkan semua metastasis itu.

Posted in Kepala dan Leher, Onkologi.

Tagged with , , .


Suara dan tiroid

Posisi kedua saaraf suara dibalik tiroid

Posisi kedua saaraf suara dibalik tiroid

“Percayakanlah operasi tiroid Anda kepada dokter bedah onkologi”.

Itulah jawaban saya atas pertanyaan beberapa sahabat web ini perihal suaranya yang terganggu sesudah operasi tiroid ataupun ragu-ragu akan operasi karena takut akan kehilangan alat komunikasi utama ini.

Gangguan suara itu terjadi karena recurrent (inferior) laryngeal nerve atau  saraf laringikus rekuren (B pada gambar) cedera pada operasi.  Saraf yang berasal dari saraf Vagus ini menyarafi pita suara hingga dapat bergerak dan membunyikan suara normal. Cederanya menimbulkan suara yang parau. Cabang kedua dari syaraf Vagus adalah laryngeal superior nerve atau saraf laringikus superior (C pada gambar) mensarafi tulang rawan cricoid. Cederanya menghilangkan kemampuan membunyikan suara dengan keras dan lama.

Posisi saraf sesudah tiroid digeser

Posisi saraf sesudah tiroid digeser

Kedua saraf ini beserta trakea (lihat gambar) terletak di daerah operasi tiroid. Ditangan ahli bedah onkologi yang kompeten untuk operasi ini, gangguan suara pasca operasi tiroid hampir tidak pernah terjadi hingga dapat digolongkan dalam kejadian luar biasa.  Dan andaipun terpotong mereka mampu menyambungnya kembali pada saat itu juga. Mereka tidak akan memotong tiroid sebelum membebaskan syaraf itu terlebih dahulu. Seandainya terjadi gangguan suarapun mereka dapat memperkirakan waktu penyembuhan.

Namun jangan salah tafsir.

  1. Operasi tiroid tidak akan mengembalikan suara yang parau menjadi normal.
  2. Menyambung saraf sesudah 2-3 minggu pasca bedah jarang sekali dapat mengembalikan suara menjadi normal.

Posted in Kepala dan Leher, Onkologi.

Tagged with , , .


Wawancara, melihat dan meraba payudara. Cukupkah untuk operasi?

Wawancara, melihat dan meraba payudara cukup untuk memutuskan tindakan yang diperlukan, termasuk operasi bagi tumor payudara.

Apakah dasarnya?

Pertama dokter akan menanyakan apakah Anda mempunyai factor resiko kanker payudara yang lengkapnya dapat dilihat di http://www.suaradokter.com/wp-admin/post.php?post=4757&action=edit

Paling kurang ia akan menanyakan umur, usia mengalami haid pertama kali, riwayat perkawinan dan riwayat keluarga.

Kedua dokter akan melakukan pemeriksaan payudara dan ketiak.

Yang diperiksa adalah bagaimanakah kulitnya apakah kemerahan atau bengkak kemudian apakah teraba tumor baik di payudara atau ketiak. Bila teraba berapakah ukuran atau besarnya;  batasnya apakah tegas atau tidak; konsistensinya apakah keras atau lunak dan tentu saja apakah ada nyeri atau tidak.

Dengan ini sudah dapat diambil kesimpulan apakah curiga akan infeksi, tumor jinak atau ganas.

USG hanya dilakukan bila ragu-ragu apakah ada tumor biasanya karena kecil dan melihat apakah tumor itu padat atau berisi cairan selanjutnya lihat http://www.suaradokter.com/wp-admin/post.php?post=6209&action=edit

Bagaimana dengan mamografi. Silakan lihat di http://www.suaradokter.com/wp-admin/post.php?post=163&action=edit

Posted in Onkologi, Payudara.

Tagged with .


Kanker atau TBC payudara

TBC payudaraKanker atau TBC payudara?
Sama tapi berbeda.
Sama tampilan, berbeda sifat seperti juga pengobatannya.
Foto pertama adalah TBC payudara.
Lihat kulitnya. Seperti infeksi lainnya kulit itu,bengkak dan merah yang lama-lama menjadi  bisul dan tukak. Lihat pula ketiaknya. Tidak berbeda dengan infeksi lainnya, sering teraba bengkak di ketiak atau pembesaran kelenjar getah bening (kgb) ketiak.
Tidak ada batuk-batuk apalagi batuk darah seperti penderita TBC (tuberkulosa) paru.
Foto kedua adalah kanker payudara.
Lihat kulitnya yang membengkak dan merah. Lihat pula ketiaknya yang juga membengkak dan merah. .
Bedanya?
TBC payudara bisa sembuh dengan memakan obat paling kurang selama 6 bulan.
Kanker payudara dapat diatasi sesudah menjalani berbagai pengobatan dengan operasi, kemoterapi, hormon ataupun radiasi.
Jadi apakah TBC payudara tidak memerlukan operasi?
Nah inilah masalahnya. Kedua penyakit ini hanya bisa dibedakan dengan pasti melalui biopsi yang dilakukan dengan operasi.

 

 

 

 

 

Posted in Onkologi, Payudara, Tak Berkategori.

Tagged with , .


Resiko sebuah inkompetensi

Inkompetensi adalah ketidakmampuan.

Suatukala tiada dokter spesialis. Semua dokter umum yang mampu mengobati segala macam penyakit. Sekarang tersedia bukan hanya spesialis tetapi berbagai konsultan bagi penyakit tertentu. Di lingkungan spesialis bedah, untuk kanker ada Bedah Onkologi yang mengobatinya dengan operasi; penyakit dalam, hemato onkologi, ataupun radiologi, radioterapi.

Inilah resiko salah memilih.

Gambar pertama (1) adalah kanker kulit yang tumbuh kembali, setahun sesudah dioperasi. Inkompetensi membuat dokter bedah umum yang melakukan operasi itu mengangkatnya dengan memotong tumor. Bekas potongannya masih terlihat. Dengan melakukan itu ia membuka jalan bagi kanker untuk tumbuh kembali. Hukum pertama operasi kanker adalah, pisau pemotong tidak boleh bersentuhan dengan tumor.

Untuk mengobatinya dilakukan operasi dengan mengangkat seluruh tumor dengan mengikutkan 1 cm sekelilingnya (gambar 1). Di yakinkan pula setiap penjurunya bersih dari kanker dengan pemeriksaan patologis saat operasi.   Sesudah itu barulah ditutup dengan kulit yang diambil dari paha (gambar berikutnya).

Posted in Kepala dan Leher, Onkologi.

Tagged with , .


Musibah Kedokteran atau Malpraktek Kedokteran

Sangat menyedihkan melihat kedangkalan akal kebanyakan masyarakat ketika mereka menggeneralisasi atau menyamaratakan musibah kedokteran dengan malpraktek  kedokteran

Musibah kedokteran adalah kejadian menyedihkan yang diderita pasien dalam pengobatan dokter. Malpraktek kedokteran adalah tindakan dokter terhadap pasiennya yang tidak sesuai dengan kelaziman kalangan kedokteran. Malpraktek dapat diikuti musibah ataupun berlalu seperti angin malam.

Musibah kedokteran dapat dibagi atas: 1. Mutlak, tidak bisa dicegah oleh siapapun; 2.  Bisa dicegah tetapi berada diluar kemampuan pasien dan 3. Bisa dicegah oleh pasien.

Contoh musibah yang mutlak dan tidak bisa dicegah oleh siapapun adalah:

Feri yang menjalani transfusi dan meninggal enam hari sesudah meninggalkan rumah sakit[i]. Feri menderita Anemia aplastik, suatu penyakit kekurangan darah yang langka dan belum diketahui sebabnya dan sudah diderita sejak 10 tahun. Ia diobati dengan transfusi yang sesuai dengan standar.[ii]

Contoh musibah yang bisa dicegah tetapi berada diluar kemapuan pasien adalah:

Dua orang meninggal akibat tertukar gas waktu operasi[iii] [iv] Seorang pasien meninggal akibat hipoksia[v] karena aliran O2 tidak cukup dan mesin anestesi tidak bekerja dengan baik. Dan yang lainnya karena gas pembius tertukar.

Contoh musibah yang bisa dicegah oleh pasien adalah:

Owi yang muntah-muntah dan meninggal dalam perawatan.[vi] Tanpa melakukan pemeriksaan fisik, tiga orang dokter yang menanganinya berturut memberikan resep obat makan tanpa memeriksa. Ibu yang memperotes tidak digubris dan akhirnya, Owi  muntah darah dan meninggal sesudah dirawat selama 21 jam..



[i] Nova no 666/XIII 2000. Dikutip dari Bahar Azwar: Sang Dokter, KBI, Bekasi, 2002.

[ii] Bahar Azwar: Sang Dokter, KBI, Bekasi, 2002, hal 128-129

[iii] Kompas 7 Maret 2002

[iv] Pikiran Rakyat 19 Maret 2002

[v] Hipoxia artinya kekurangan O2.

[vi] Aksi vol 5 no 319, 020501. Dikutip dari Bahar Azwar: Sang Dokter, KBI, Bekasi, 2002

Posted in Renungan.

Tagged with , .


Haruskah USG?

Menelusuri riwayat penyakit

Menelusuri riwayat penyakit

Banyak sekali pengunjung web ini yang bertanya kenapa dokter langsung memutuskan operasi pada tumor payudara dengan hanya bertanya dan meraba. Terlalu sederhana, menurut mereka. Bukankah ada USG?

Haruskah dilakukan USG sebelumnya?

Umumnya tumor payudara tidak memerlukan pemeriksaan USG. Silakan klik http://www.suaradokter.com/wp-admin/post.php?post=5752&action=edit dan http://www.suaradokter.com/wp-admin/post.php?post=4345&action=edit

Kenapa demikian?

Untuk menentukan apakah tumor payudara perlu dioperasi atau tidak diperlukan riwayat penyakit seperti faktor resiko: adalah keluarga yang menderita kanker, umur, status perkawinan silakan klik http://www.suaradokter.com/wp-admin/post.php?post=4757&action=edit.  dan keadaan tumor itu seperti kulit diatasnya, normal atau kemerahan; ukurannya; batasnya, tegas seperti kelereng atau tidak tegas, karet; konsistensinya, keras seperti tulang hidung, kenyal – otot, lembek – lemak; nyeri atau tidak; dan mobilitas, apakah mudah digerakkan atau sukar. permukaannya. Semuanya dapat diketahui dengan melihat dan meraba.  Dengan mengetahui ini dokter sudah dapat menentukan apakah perlu operasi atau tidak.

USG?

USG diperlukan bila ukuran dan konsistensinya tidak jelas. USG dapat menentukan adanya tumor yang tidak jelas teraba. USG dapat menentukan apakah isinya (padat atau cair) bila konsistensinya tidak jelas.

Posted in Onkologi, Payudara.

Tagged with .