Memang perlu menanyakan apakah resiko operasi atau gejala samping kemoterapi ataupun bahaya radiasi pada kanker payudara (KPD). Perlu pula menanyakan apakah sesudah operasi diberikan kemoterapi atau radiasi ataupun pengobatan hormon. Semua ragam pengobatan itu diberikan satu persatu ataupun bersamaan melalui suatu rencana pengobatan yang menyeluruh beserta langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam monitoring penyakit. Untuk itu wajib ditanyakan apakah tujuan pengobatan yang akan dijalankan.
Tujuan pengobatan KPD adalah: 1. kuratif komplit; 2. kuratif tidak komplit; 3. paliatif.
Kuratif komplit adalah pengobatan yang bertujuan untuk menyembuhkan dan dapat dituntaskan. Misalnya mastektomi radikal pada KPD stadium lokal.
Kuratif tidak komplit adalah pengobatan yang bertujuan menyembuhkan tetapi tidak dapat dituntaskan hingga memerlukan terapi tambahan. Misalnya mastektomi radikal pada KPD stadium regional yang dituntaskan dengan kemoterapi.
Paliatif adalah pengobatan yang bertujuan tidak untuk menyembuhkan tetapi meningkatkan kualitas hidup. Misalnya radiasi pada ulkus KPD.
Posted in Onkologi, Payudara.
By Dokter Bahar
– 7 Februari 2010

Rencana pengobatan KPD perlu diketahui karena hasilnya tergantung atas istiqamah pasien dan dokter. Ia perlu dipahami karena berlangsung lama, menguras tenaga, melelahkan batin dan mahal biaya. Secara keseluruhan ia melibatkan berbagai cara pengobatan dan diagnostik. Cara pengobatan itu antara lain: operasi, kemoterapi, radiasi, terapi hormon, terapi monoclonal antibody dan rehabilitasi.
Sedangkan cara diagnostik untuk memantau hasil pengobatan antara lain: laboratorium untuk pertanda tumor; radiologi, foto ronsen biasa, bone scan, bone survey, CT scan. Perlu dipahami pula bahwa rencana ini akan sederhana bila pengobatan dilakukan dalam stadium lokal dan sebaliknya rumit bila jauh.
Stadium lokal (Kanker Payudara belum menyentuh Kelenjar Getah Bening ketiak)
Pengobatan utama stadium lokal adalah operasi yaitu: mastektomi radikal atau pengangkatan seluruh payudara dengan rantai KBG axilla dengan batas vena axilla en bloc. Kemoterapi diberikan sebagai pengobatan tambahan (ajuvan) bila KPD tidak dipengaruhi oleh hormon estrogen ataupun progesteron. Hal ini dibahas dalam terapi hormon.
Stadium Regional..
Posted in Onkologi, Payudara.
Tagged with Kanker Payudara, Kelenjar Getah Bening, Rencana Pengobatan, Stadium Lokal, Stadium Regional.
By Dokter Bahar
– 27 Januari 2010

“Ilmu merupakan perbendaharaan, kuncinya adalah bertanya, karena itu bertanyalah kalian, semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kalian.”
(riwayat Abu Na’im Al Sayid Ahmad Al-Hasyimi: Syarah Mukhtaarul Ahaadiits. Cetakan ke 4, Sinar Baru, Bandung, 2001, hal 602)

Formulir PTM RS. Bina Sehat Bandung
Bertanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Persetujuan Tindakan Medis (PTM) atau Informed Consent. Bertanya harus dilakukan sebelum biopsi karena pengobatan harus dilakukan sesaat sesudah diagnosa KPD dipastikan. Dengan kata lain biopsi tidak diperlukan malah menambah penjalaran kanker, bila rencana pengobatan belum ataupun tidak disetujui.
Yang perlu ditanyakan oleh pasien KPD adalah:
- Sejauh manakah ekstensi KPD yang di derita saat ini? Pertanyaan ini sudah dijawab dalam bab Diagnosa dan Skrining.
- Apakah rencana pengobatan untuk penyakit ini?
- Apakah tujuan dari rencana itu?
- Bagaimanakah keberhasilan rencana ini?
- Apakah sifat dan penyulit setiap modalitas pengobatan itu?
- Sanggupkah tubuh saya menjalani pengobatan ini?
- Bagaimana bila rencana pengobatan ini tidak dilakukan?
Posted in Onkologi, Payudara.
Tagged with Diagnosa, Persetujuan Tindakan Medis, RS Bina Sehat Bandung.
By Dokter Bahar
– 10 Januari 2010


“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah dosa dan janganlah mencari-cari kesalahan orang lain…”
( QS 049:12 )
Jihad kanker payudara adalah menjauhi prasangka dengan memastikannya melalui biopsi yaitu pengambilan contoh jaringan.
Dari teknik operasi, biopsi terbagi atas biopsi insisi adalah pengambilan sebagian jaringan dengan menembus tumor; eksisi, keseluruhan jaringan dengan batas bebas tumor; jarum, sebagian kecil jaringan menembus tumor melalui jarum.
Tempat Pemeriksaan Biopsi
Posted in Onkologi, Payudara.
Tagged with biopsi eksisi, biopsi insisi, biopsi jarum, bius lokal, bius umum, potong beku.
By Dokter Bahar
– 7 Januari 2010

Skrining

Skrining lampu kuning
Jihad pada tiga lampu kuning dimulai dengan skrining, screening atau penyaringan. Mereka adalah: 1. Setiap tumor di payudara pada wanita usia kurang dari 39 tahun, cairan keluar dari puting susu dan wanita dengan faktor resiko.Dengan skrining, keadaan pada saat pemeriksaan dapat berubah menjadi lampu merah atau lampu hijau ataupun tetap lampu kuning. Lampu merah menjalani assessment; kuning, screening secara berkala; dan lampu hijau sarari.
Lampu merah menyala bila ditemukan tumor; lampu kuning, bila tidak terlihat tumor di usia 39 tahun keatas; dan lampu hijau, tidak ada tumor di usia kurang dari 39 tahun.
Dua Alat Bantu..
Posted in Onkologi, Payudara.
Tagged with Mamografi, USG.
By Dokter Bahar
– 3 Januari 2010

Assessment pada Lampu Merah
Bagian Tiga
Bagaimana stadium di ketujuh lampu merah?
Stadium jauh adalah milik dua lampu merah pertama yaitu kulit kemerahan dan kelainan kulit seperti sinus, borok, gambaran kulit jeruk dan lesung pipit (dimple). Di sini telah terjadi metastasis lokal dimana kanker sudah menembus kulit. Sudah ditulis di bab Lampu Merah bahwa selain infeksi, kulit kemerahan dapat disebabkan oleh Inflammatory Breast Cancer (IBC).
Penetapan Stadium..
Posted in Onkologi, Payudara.
Tagged with IBC.
By Dokter Bahar
– 31 Desember 2009

Assessment pada Lampu Merah
Bagian Dua
Dalam jihad melawan kanker payudara, ke enam lampu merah selain kulit kemerahan diperlakukan sebagai keganasan kecuali bisa dibuktikan sebaliknya. Keenam tanda itu adalah 1.Kelainan kulit seperti sinus, borok, gambaran kulit jeruk dan lesung pipit (dimple), 2.Tumor tunggal, keras dan tidak sakit, 3.Wanita usia diatas 35 tahun dengan tumor payudara, 4.Cairan kemerahan dari puting susu, 5. Lelaki dengan tumor di salah satu payudara dan 6. Bila ragu-ragu.
Tujuan pertama assessment adalah menetapkan stadium klinis yang berdasarkan pada pemeriksaan fisik, untuk membuat rancangan pengobatan selanjutnya. Berbagai cara dan ragam stadium dapat ditemukan pada kepustakaan. Tulisan ini membaginya berdasarkan metastasis dan mudah digunakan untuk pengobatan.
Stadium itu adalah..
Posted in Onkologi, Payudara.
Tagged with Metastasis, Metastasis Jauh, Metastasis Regional.
By Dokter Bahar
– 28 Desember 2009

Assessment pada Lampu Merah
Bagian Satu

Pola Assessment
Assessment adalah tahap pertama penanganan pasien yang datang dengan lampu merah yaitu:
- Kulit kemerahan;
- Kelainan kulit seperti sinus, borok, gambaran kulit jeruk dan lesung pipit (dimple);
- Tumor tunggal, keras dan tidak sakit;
- Wanita usia diatas 35 tahun dengan tumor payudara;
- Cairan kemerahan dari puting susu;
- Lelaki dengan tumor di salah satu payudara;
- Bila ragu-ragu.
Ketujuh ragam yang membutuhkan pengobatan segera ini terbagi atas kelainan non-neoplasma dan neoplasma. Tahap pertama assessment memilah kedua kelainan ini.
Sebelum..
Posted in Onkologi, Payudara.
Tagged with Abses, assessment, mastitis, neoplasma, non-neoplasma.
By Dokter Bahar
– 20 Desember 2009

Memilih dokter yang kompeten diperintahkan pula oleh Rasulullah SAW.
Bahwa Nabi Muhammad SAW., mengatakan kepada dua orang laki-laki – maksudnya yang mencari nafkah dengan profesi ketabiban -:
“Siapakah di antara anda berdua yang lebih ahli?” Jawab mereka, “Wahai Rasulullah, apakah dalam ketabiban itu ada manfaatnya?” – maksudnya berlebih dan berkurang – Jawab Nabi Muhammad SAW., “Tuhan yang menurunkan penyakit menurunkan pula obatnya.”
dari Zaid bin Aslam
Kemana harus berobat bila menderita tumor payudara?
Jawaban subjektif yang tidak bisa dibantah dari pertanyaan yang sering ditanyakan dalam situs ini adalah, berobatlah kepada dokter yang Anda percayai.
Bagaimana memilih dokter dengan bijak?
Posted in Onkologi, Payudara.
Tagged with Dokter.
By Dokter Bahar
– 16 Desember 2009

Jihad melawan Kanker Payudara
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”
(QS 42:30)
“…karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”
(QS 028:026)
Hampir semua pasien saya pernah berobat alternatif. Mereka yang terlena karena merasa sembuh akan datang terlambat.
Contoh kasus..
Posted in Alternatif, Onkologi, Payudara.
Tagged with Alternatif, Kanker, pengobat.
By Dokter Bahar
– 10 Desember 2009
Komentar Terakhir