Skip to content


ICU: Juru bicara

Komunikasi khas ICU

Komunikasi khas ICU

Juru bicara adalah wakil keluarga yang terpilih untuk berkomunikasi dengan Tim ICU, dokter, dan perawat.

Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan pesan baik dengan kata-kata, bahasa tubuh, ataupun lirikan mata.

Komunikasi di ICU unik.

Bila istri Anda dirawat di ruangan selama lima hari, paling-paling Anda berkomunikasi dengan dokter sewaktu ia visite  terbatas pada masalah penyakitnya dan nasihat pulang. Dengan penunggu pasien lainnya, mungkin Anda hanya salaman dan melayangkan beberapa canda basa basi. Sebalinya di ICU, komunikasi serius akan berlangsung setiap saat baik dengan dokter, perawat ataupun penunggu lainnya.

Juru bicara diperlukan karena setiap anggota keluarga terpanggil untuk bertanya. Namun, niat baik itu bisa merugikan karena penafsiran yang berbeda dari setiap penanya.

Misalnya, dokter mengatakan,”Dengan usaha maksimal ini masa kritis pasien kira-kira 3 hari.”  Bapak A yang optimis mengatakan kepada istri pasien, “Bu, paling-paling Bapak dapat keluar 3 hari lagi.”  Ibu B dengan sabarnya mengatakan, ”Kita tunggu ya Bu, dokter sudah berusaha. ” Bapak  C, seorang guru mengatakan, ”Jangan lupa berdoa ya, Bu.” Bapak D dengan jengkelnya mengatakan, “Kita pindah saja Bu. Tiga hari …”

Empat hal yang perlu dilakukan oleh juru bicara antara lain sebagai berikut.

1. Berkoordinasi dengan dokter KIC. Sebelum menyetujui suatu tindakan atau menebus resep, tanyakan dulu manfaat dan mubazirnya kepada dokter KIC. Informasi ini akan menenangkan gelisah kaum keluarga yang menunggu dengan harap-harap cemas.

2. Menyatu dengan tim ICU. Membaur memudahkan komunikasi. Bila berhasil, empati terbangun. Tim ICU akan memahami perasaan Anda sebagai keluarga pasien dan sabar menjawab setiap pertanyaan. Sebaliknya, Anda menyadari beratnya tanggung jawab mereka hingga tidak bertele-tele.

3. Memahami pesan yang disampaikan oleh dokter ICU. Juru bicara harus memahami pesan yang disampaikan. Untuk itu, pergunakanlah enam pelayan dari Rudyard Kippling dalam bertanya, yaitu what (apa), why (mengapa), when (kapan), how (bagaimana caranya), whom (yang mana), who (siapa)

4. Menyampaikan pesan tanpa memberikan tafsiran sendiri. Dengan enam pertanyaan di atas juru bicara terhindar dari memberikan tafsiran pribadinya.

Siapakah juru bicara Anda?

Yang terbaik adalah seorang dokter yang pasti memahami berbagai istilah kedokteran.  Untuk mencairkan komunikasi, utamakanlah dokter yang bekerja di rumah sakit itu.  Emosi dihindarkan dengan memilih dokter yang bukan kerabat kandung misalnya ipar.

Lebih baik pula bila dokter ini sudah berusia baya hingga lebih bijak.

Bila tidak ada, pilihlah yang dituakan.

Selain dengan tim ICU, juru bicara diharapkan juga berkomunikasi dengan pasien dan penunggu lainnya.

Bila pasien sadar, komunikasi diperlukan untuk mendengar keluhan dan permintaanya serta menyampaikan kepada yang berkepentingan. Bila pasien tidak sadar, lakukanlah komunikasi tanpa suara seperti memegang tangan, menyisir rambut dan sebagainya, namun jangan lupa minta izin terlebih dulu.

Bagaimanapun, interaksi dengan penunggu pasien lainnya di ruang tunggu ICU akan terjadi. Manfaatkan itu untuk menilai tim ICU yang merawat keluarga Anda terutama dalam kemudahan berkomunikasi.

Hal ini penting karena setiap saat Anda berhak memilih dokter lain atau pindah rumah sakit.

Posted in Tak Berkategori.

Tagged with , .


apakah oprasi itu lebih aman dan jl yg terbaik.,??

Kemarin saya mendapat pertanyaan yang perlu untuk dijadikan topik tulisan.

Pertanyaan itu adalah: “Dok anak saya ( 10bln) memiliki hemangioma d ubun2 kepala,timbul dr usia 20hr tp benjolannya tambah merambah membesar., kata dokter hrs d oprasi., yg saya mau tanyakan., apakah oprasi itu lebih aman dan jl yg terbaik.,?? dan anak saya akan baik2 aja., terimakasih.”

Saya jawab dengan ringkas: “Sebelumnya dinilai dulu apakah usaha Anda sudah maksimal dan selanjutnya tentu terserah kepada Allah swt. Usaha antara lain: apakah Anda sudah berobat ke dokter yang kompeten, dalam hal ini dokter bedah anak atau dokter bedah plastik.

Untuk lengkapnya setiap usaha termasuk berobat memerlukan pengetahuan yang saat ini mudah diperoleh dari mbah Google. Namun bertanya dari mbah Google pun membutuhkan pengetahuan. Untuk itu silakan klik http://www.suaradokter.com/2010/08/10-cara-menilai-kompetensi-situs-informasi-kesehatan/

Dengan pengetahuan itu Anda perlu mencari dokter yang kompeten silakan klik http://www.suaradokter.com/wp-admin/post.php?post=296&action=edit

Berobat ke dokter yang kompeten pun membutuhkan pengetahuan pula al mengajukan pertanyaan yang tepat dan mencari second opnion nah silakan klik http://www.suaradokter.com/2010/12/tiga-pertanyaan-untuk-dokter/

Sesudahnya barulah usaha Anda dapat dikatakan maksimal dan serahkanlah keputusannya kepada Allah swt.

 

 

 

Posted in Tak Berkategori.

Tagged with .


ICU: Aturan berkunjung

Pengunjung dengan pakaian khas ICU di RS Muhammadiyah Bandung

Pengunjung dengan pakaian khas ICU di RS Muhammadiyah Bandung

ICU bukan ruangan biasa karena itu beberapa aturan berkunjung wajib dipenuhi.

Aturan itu antara lain:

1. Anak-anak dilarang masuk

2. Berkunjunglah di waktu jam besuk.

3. Buka sepatu dan kenakan jubah yang tersedia.

4. Cucilah tangan sebelum dan sesudah masuk ICU.

5. Pastikan Anda sehat.

6. Minta izin kepada perawat setiap membawa masuk ataupun keluar barang-barang pasien

Semua aturan ini bermaksud untuk mencegah infeksi baik untuk pasien ataupun bagi pengunjung.

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari kuman penyebab penyakit.

Menurut WHO di tahun 2000 – 2011, penyakit infeksi berada di urutan pertama kehilangan tahun-tahun yang dapat dinikmati karena meninggal (YPLLs – years of potential life lost 37%) dan cacat (DALYs – the disability-adjusted life year26%).

Infeksi yaitu masuknya kuman dari luar kedalam tubuh.  Ia menjadi penyakit bila mampu pertahanan tubuh. Dan terjadi bila: 1. Jumlah kumannya banyak misalnya makan makanan yang tercemar atau jenisnya ganas seperti kuman dari rumah sakit; 2. Kuman yang masuk langsung ke dalam darah seperti pada korban suntikan  yang tercemar atau 3. Pertahanan tubuh lemah seperti pada penderita HIV/AIDs .

Di ICU kedahsyatannya tidak diragukan karena ketiga faktor diatas menyatu. Misalnya 1. Kumannya ganas karena sakti mandraguna, berpengalaman, dan terlatih dalam perang menghadapi antibiotika; 2. ICU sarat dengan tindakan merusak jaringan seperti ventilator yang dipasang dengan alat-alat yang dimasukkan ke trakea melalui hidung atau mulut, kateter pengukur tekanan vena yang dimasukkan ke jantung, infus yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah, pipa lambung yang dimasukkan ke lambung melalui mulut, atau kateter yang dimasukkan ke kandung kemih melalui uretra dan 3. Pertahanan tubuh pasien di ICU lemah.

Aturan yang dibuat adalah untuk melindungi pengunjung karena penularan kuman dari ICU terjadi melewati bagian tubuh yang terpapar (buka sepatu dan kenakan jubah yang tersedia, cucilah tangan sebelum dan sesudah masuk ICU, minta izin kepada perawat setiap membawa masuk ataupun keluar barang-barang pasien) terutama bila pertahahan tubuh lemah (anak-anak dilarang masuk, pastikan Anda sehat).

Posted in Tak Berkategori.

Tagged with , .


ICU: Keterbatasan kedokteran

21Karena tujuan utama pengobatan ICU, bukanlah untuk mengobati penyakit penyebab, melainkan mengatasi keadaan kritis maka berbeda dengan ruangan biasa, mengawal keluarga di ICU membutuhkan kesiapan mental dan pengetahuan untuk tanggap atas keterbatasan kedokteran.

Musibah kedokteran adalah kejadian menyedihkan yang menimpa pasien selagi berobat.

Hal ini terjadi  karena kedokteran berkembang melalui statistik yang tidak pasti karena sarat dengan peluang.

Lihatlah dadu pada gambar.  Ia mempunyai enam nomor yang berbeda di setiap sisinya. Anda berpeluang memperoleh nomor lima sesudah enam kali lemparan, bukan? Pastikah?

Dalam dunia kedokteran, kepastian akan peluang itu disebut kemaknaan.  Misalnya, kemaknaan obat atau cara anu untuk kesembuhan adalah 95%. Ini berarti, bila digunakan sesuai dengan petunjuk, 95 dari 100 orang berpenyakit anu akan sembuh. Namun, tiada yang tahu siapakah 5 orang yang tidak sembuh. Oleh karena itulah musibah akibat keterbatasan adalah resiko yang harus diambil.  Sama dengan bila Anda menyeberang jalan, bukan? Walaupun sudah berhati-hati, selalu saja ada risikonya.

Dalam hal itu tidak ada jalan lain selain dokter berusaha dan keluarga meminta dan berharap akan hasil terbaik kepada Sang Pencipta.

Ambroise Pare, ahli bedah legendaris Perancis kelahiran 1510 yang diakui sebagai salah satu Bapak Ilmu Bedah mengatakan “ Je le pansai, Dieu le guérit ”, (Saya balut lukanya dan Tuhanlah yang menyembuhkannya).

Doa akan memudahkan Anda menjelang dan melewati masa-masa penungguan di ICU.

Posted in Kedokteran.

Tagged with , .


ICU: Lama – hasil – biaya

Lamanya perawatan di ICU tergantung atas dokter dan pasien.

Dari sisi dokter, pasien bisa keluar dari ICU bila ia sudah tidak membutuhkan perawatan intensif.

Dari pihak keluarga, setiap saat dapat diputuskan untuk keluar dari ICU dengan menandatangani surat penolakan tindakan medis.

18 Sebelumnya disebutkan bahwa tujuan utama pengobatan ICU, bukanlah untuk mengobati penyakit penyebab, melainkan mengatasi keadaan kritis yang datang mengancam.

Karena bersifat sementara (menunggu penyembuhan penyakit), hasil pengobatan baru bisa diperkirakan sesudah menjalani pengobatan di ICU.  Secara umum, pasien akan selamat bila penyakitnya membaik dan organ berfungsi kembali dengan normal.

Cacat atau tidak,  tergantung atas luas penyakit dan cepatnya pengobatan.  Kemungkinan cacat

lebih besar bila beberapa organ ikut sakit dan telat berobat.

Kenapa?

Sebagian besar kebutuhan oksigen digunakan oleh otak. Bila oksigen kurang, otak akan cedera tapi  dapat pulih kembali bila segera diatasi.  Bila telat, otak tidak bisa memulihkan dirinya dan datanglah cacat seperti lumpuh dan vegetasi.

Selain itu, berbagai cacat lainnya dapat timbul seperti gangguan pendengaran karena keracunan antibiotika dan lain sebagainya.

Biaya ICU mahal.

Paling kurang dalam sehari, ia menghabiskan satu juta rupiah.

Saat ini tidak ada yang sebaik menggunakan BPJS lengkapnya klik http://www.bpjs-kesehatan.go.id/home

Bagi asuransi lainnya ada ketentuan penjaminan rawat di ICU. Untuk menggunakannya, tanyakanlah ke rumah sakit, apakah mereka mempunyai ikatan kerja sama dengan asuransi pasien. Bila tidak, sebaiknya Anda pindah ke rumah sakit yang mempunyainya.

Bila ada, tanyakanlah ke pihak  asuransi beberapa hal berikut ini.

1. Apakah harus reimburse atau membayar dulu ke rumah sakit dan diganti kemudian?

2. Apakah ICU ikut terjamin?

3. Berapakah limit jaminannya atau jumlah uang yang akan ditanggung asuransi?

Posted in Tak Berkategori.

Tagged with .


Revisit: Biopsi dan operasi

biopsiresMasih banyak yang mempertanyakan hal biopsi dan operasi.

Untuk memudahkan bayangkanlah Anda mau pergi ke Bandung untuk berbelanja dari Jakarta. Tentu saja Anda harus menentukan cara keberangkatannya. Nah Bandung, pemberhentian sementara adalah biopsi; belanja, tujuan akhir; dan cara keberangkatan adalah operasi.

Satu persatu ya.

Bandung – belanja – cara berangkat.

Bandung adalah pemberhentian sementara menuju ke tempat belanja.

Biopsipun sementara demikian.  Ia hanyalah pengambilan jaringan untuk pemeriksaan mikroskopik yang dilakukan oleh dokter ahli patologi. Hasilnya akan memastikan diagnosa apakah jinak atau ganas.

Belanja di Bandung adalah tujuan akhir.

Dengan hasil biopsi dokter dapat memastikan tindakan selanjutnya. Jinak atau ganas akan diberikan pengobatan yang sesuai. Bila Anda tidak melanjutkan pengobatan sesuai dengan penyakit yang dipastikan dengan biopsi. musibah akan terjadi dan biopsi menjadi mubazir.

Cara keberangkatan bermacam-macam. Anda bisa naik bus, travel, kereta api dlsb. Operasi yang sama dengan cara keberangkatanpun  bermacam-macam.. Dokter bisa melakukannya dengan jarum dan pisau.  Selanjutnya klik http://www.suaradokter.com/wp-admin/post.php?post=2186&action=edit

Posted in Onkologi, Payudara.

Tagged with .


ICU: Menjelang Informed Consent

fig_7_SPTMBila Anda menyetujui, seorang perawat akan memastikan ketersediaan tempat di ICU.  Bila ada, Anda akan diantar ke ICU untuk menandatangani informed consent.

Barulah sesudah itu, Anda  diantar ke bagian administrasi rumah sakit untuk menyelesaikan persyaratannya .

Surat pernyataan persetujuan dirawat di ICU adalah  informed consent, yaitu persetujuan atas sesuatu yang sudah dimengerti

Dengan menandatangani surat ini, berarti Anda menyetujui semua tindakan yang lazim dilakukan di ICU dan sudah mengerti akan segala risikonya.

gb 11 Form.Suratpenolakan (2)Dari dokter yang memasukkan, Anda sudah mengetahui beberapa hal tentang ICU, yaitu alasan untuk dirawat, apa yang akan dilakukan, apa yang diharapkan dengan rawatan itu dan sebaliknya, waktu untuk masuk, cara pengurusan, ICU yang sesuai, dan dokter di ICU.

Pertanyaan selanjutnya adalah sebagai berikut.

  1. Berapa lamakah taksiran rawat di ICU?
  2. Bagaimanakah hasilnya kelak?
  3. Berapa besarkah harapan untuk sembuh? Bila sembuh, apakah akan menderita cacat? Bila cacat, apakah akan menetap atau sementara?
  4. Berapa taksiran biaya yang harus disediakan?

Bila Anda setuju silakan menanda tangai informed consent bila tidak Surat Penolakan.

Posted in Kedokteran.

Tagged with .


ICU: Pendapat Banding

14Pendapat banding adalah hak Anda selama menjalani pengobatan dokter.

Nah bila Anda tidak puas dengan keterangan dokter yang memasukkan, mintalah pendapat banding  kepada dokter yang Anda pilih.

Dokter yang memasukkan ini akan menulis surat konsultasi seraya melampirkan semua data pemeriksaan yang telah dijalani pasien beserta kesimpulannya kepada dokter pilihan Anda. Kalau Anda tidak mempunyai pilihan mintalah kepada dokter untuk memilihkannya.  Ia pun akan menyarankan dokter ahli lainnya yang setara, misalnya sama-sama dokter Spesialis Syaraf.

Pendapat banding memudahkan Anda untuk memutuskan Ya atau Tidak masuk ke ICU.

Jangan ragu menggunakannya karena ia adalah hak Anda

Hak pasien itu tertulis dalam Undang-Undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pelayanan Medik (Ditjen Yanmed) Depkes RI No. YM.02.04.3.5.2504.

      

Posted in Kedokteran.

Tagged with , .


ICU: Siapakah dokter yang bertanggung jawab?

Sosok dokter yang kelak menangani pasien penting untuk dipastikan.

Pertama karena dokter yang aktif mengobati pasien banyak sekali. Kedua kemajuan ataupun kemunduran pasien berlangsung dalam hitungan detik.  Mengetahui siapa dokter yang bertanggung jawab akan memudahkan komunikasi.

Siapakah dokter itu?

Pada awalnya, ada dua orang yaitu dokter yang memasukkan dan dokter ICU. Anggapan bahwa dokter yang memasukkan secara otomatis menjadi penanggung jawab di ICU adalah kesalahan yang sering dilakukan.

Orang yang mengobati dan bertanggung jawab di ICU adalah tim ICU, dipimpin oleh dokter konsultan Intensive Care (kIC), yaitu dokter spesialis dengan pendidikan khusus.

Dengan demikian, bila Anda pasien stroke dari dokter Anu SpS. (Spesialis Syaraf) yang bukan seorang kIC, di ICU, keadaan kritisnya diobati oleh tim ICU, sedangkan dokter Anu dapat ikut memberikan saran pengobatan.

Mengira bahwa hanya dua dokter ini yang akan mengobati pasien di ICU juga keliru.

Dari penyakit penyebab  sampai ke keadaan kritis berbagai organ dapat terlibat dan akan dirujuk ke dokter ahlinya masingmasing. Misalnya bila pasien menderita perdarahan usus, dokter spesialis penyakit dalam konsultan digestif (usus) diminta ikut mengobati; seperti halnya penumpukan cairan di paru, dokter spesialis paru; kencing manis dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi dlsb.

Oleh karena itu, lazim bila berbagai dokter spesialis ikut mengobati pasien sebagai tim dipimpin oleh dokter konsultan Intensive cara.

Posted in Kedokteran.

Tagged with .


ICU: Kapankah harus masuk?

Manfaat atau mubazir?

Manfaat atau mubazir?

Tentu saja, keluarga ingin agar pasien dapat segera dirawat di ICU.

Namun bagaimanapun, dokter menentukannya berdasarkan prioritas yang ditimbang dalam asas manfaat dan mubazir.

Prioritas pertama diberikan kepada keadaan kritis yang penyakitnya dapat diatasi seperti pasien pascabedah jantung, infeksi berat, atau demam berdarah. Bagi kelompok ini, masuk ICU akan bermanfaat dan tidak mubazir.

Prioritas kedua adalah keadaan yang diperkirakan akan menjadi kritis bila tidak dipantau tepat waktu, sedangkan penyakitnya dapat diatasi, seperti pasien penyakit paru, jantung, gagal ginjal akut, atau pascaoperasi besar.  Bagi kelompok ini, masuk ICU mungkin besar manfaatnya, tapi tidak mubazir.

Tanpa prioritas adalah keadaan kritis pada penyakit yang sulit disembuhkan seperti penderita kanker lanjut. Hal ini tidak bermanfaat dan mubazir karena penyakitnya tidak dapat diatasi.

Posted in Kedokteran.

Tagged with , .